top of page

The 1947 Tambun Angke Massacre

Suspected of being Republican supporters and guerrillas, dozens of residents of Tambun Angke, Bekasi were brutally massacred by Dutch soldiers.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Some of the graves of the victims of the 1947 Tambun Angke massacre at the Bekasi Patriot Heroes Cemetery. (Hendi Jo/Historia.ID).

11 Mar 2024
7 menit membaca

THE elderly woman spoke in a sorrowful tone. With a soft and trembling voice, she recounted a massacre that happened back then in her village, Tambun Sungai Angke. Around 70 years ago, in an area that is now known as Pahlawan Setia Village (situated in Tarumajaya District, Bekasi Regency), death claimed the lives of dozens of its residents. "Including Kopang, my mamang (uncle) who was a community leader here," said Gerot, one of the elderly residents.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page