top of page

Tokoh di Balik Takluknya Tentara Inggris di Sukabumi

Eddie Soekardi mengkoordinasi perlawanan TKR dan lasykar terhadap Inggris di sepanjang jalur Sukabumi-Cianjur. Sempat secara sepihak membuat gencatan senjata dengan Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Letnan Kolonel Eddie Soekardi. Foto: Hendi Jo/Historia.

  • 18 Des 2015
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

AKHIR April 2014. Lelaki sepuh itu meraih buku bersampul kuning di sisi tempat tidurnya. Dengan tangan agak gemetar, dia membuka halaman demi halaman. Begitu mendapatkan halaman yang dia cari, sontak wajahnya terlihat sumringah. “Cobalah kamu baca, di alinea ke-4 halaman ini, di situ Inggris mengakui ketangguhan tentara kita di sepanjang Sukabumi-Cianjur-Bandung,” ujarnya sambil menyodorkan buku The Fighting Cock: The Story of The 23rd Indian Division karya Kolonel A.J.F. Doulton.


Letnan Kolonel Eddie Soekardi layak bangga. Sebagai Komandan Resimen III TKR (Tentara Keamanan Rakyat) yang membawahi Bogor, Sukabumi dan Cianjur pada 1945-1946, Eddie berhasil menyusun strategi yang membuat tentara Inggris (yang berpengalaman di palagan Burma, Malaya, dan Singapura) kocar-kacir sepanjang jalur Bojongkokosan, Sukabumi, Cianjur pada Desember 1945-Maret 1946. Sebegitu parahnya kekalahan itu sehingga, kata Eddie, parlemen Inggris menyayangkan jatuhnya korban: ratusan serdadu gugur, ratusan luka-luka, serta 150 kendaraan tempur hancur (termasuk tank Sherman yang terkenal legendaris dalam Perang Dunia II). 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
J.A. van Dijk tak hanya piawai di meja operasi. Ia juga mahir menuliskan pengalaman operasinya dalam jurnal medis.
J.A. van Dijk tak hanya piawai di meja operasi. Ia juga mahir menuliskan pengalaman operasinya dalam jurnal medis.
Jejaring sosial bukan barang baru. Cikal-bakalnya sudah tercipta sebelum internet meluas di dunia.
Jejaring sosial bukan barang baru. Cikal-bakalnya sudah tercipta sebelum internet meluas di dunia.
Dari setiap pemberontakan orang-orang tertindas, lahir perubahan di dalam sejarah. Kepada mereka kita patut menaruh hormat.
Dari setiap pemberontakan orang-orang tertindas, lahir perubahan di dalam sejarah. Kepada mereka kita patut menaruh hormat.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
transparant.png
bottom of page