Kesultanan Langkat paling kaya di antara kesultanan Melayu di pantai timur Sumatra. Pundi-pundi kekayaannya bersumber dari konsesi pertambangan, perkebunan, dan hasil hutan.
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
Bongkahan ubin menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan oleh penjajah dan penguasa feodal yang digaungkan Multatuli melalui bukunya, Max Havelaar.
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
Lukisan ini terinspirasi dari puisi berdasarkan kisah nyata. Tentang kesetiaan seekor anjing menjaga jasad tuannya, seorang pelukis muda, selama tiga bulan.
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
Tan Malaka disebut bertempur dalam Pemberontakan Arab 1936 di Palestina. Rumornya dia terluka, bahkan ada yang percaya meninggal dunia. Tan pernah menyebut Palestina sebagai tanah susu dan madu yang jadi rebutan.
Ketika Sjafruddin menjadi kepala kantor inspeksi pajak di Bandung, ia menyadari betapa sengsaranya rakyat di bawah pendudukan Jepang. Ia pun kemudian masuk ke dalam gerakan bawah tanah pimpinan Sjahrir yang berfokus mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Dalam ekspedisi ilmiahnya, Alexander von Humboldt masuk ke gua tempat pemakaman suku yang telah punah. Seekor burung nuri diyakini sebagai penutur terakhir bahasa suku itu.
Ahmad Subardjo tak hanya berotak encer dalam pelajaran, wawasan dunia dan kesadaran kebangsaannya tumbuh berkat Jules Verne, Multatuli, hingga Sun Yat-sen.
Untuk mengetahui bagaimana pendapat publik Indonesia mengenai penjajahan Belanda di Indonesia, harian nasional Belanda <i>De Volkskrant</i> dan <i>Historia.ID</i> bekerja sama melakukan jajak pendapat. Hasil jajak pendapat ini akan disiarkan oleh <i>De Volkskrant</i> dan <i>Historia.ID</i> pada November 2021.
Ada dua permintaan yang datang kepada Sukarno-Hatta setelah dibacakannya teks proklamasi. Sebuah fakta sejarah yang jarang diulas sejarah kita hari ini.
Di tahun pertama usia Republik Indonesia, peringatan kemerdekaan dirayakan setiap bulan. Bung Hatta memberikan pidato refleksi pada peringatan kesebelas bulan.
Mengunjungi salah satu tempat yang menjadi bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia di Rengasdengklok. Tempat dimana Bung Karno dan Bung Hatta diculik oleh para pemuda.
Pada masa revolusi D.N. Aidit aktif dalam kelompok pemuda Menteng 31. Disebut berada di Pegangsaan Timur 56 mendesak Sukarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan.