top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10060 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Serba-serbi Superhero Pertama Asia

    AJANG AvengerCon yang semarak dan disesaki para fans kumpulan superhero The Avengers berubah kacau. Sesosok ABG yang ber-cosplay ala Captain Marvel low-budget di atas panggung panik sendiri dengan kekuatan yang dimilikinya. Sosok di balik topeng (cosplay) Captain Marvel itu ternyata gadis belia berdarah Pakistan, Kamala Khan (diperankan Iman Vellani). Potongan adegan itu mengawali episode pertama seri waralaba bertajuk Ms. Marvel garapan penulis Bisha K. Ali. Penulis berdarah Pakistan itu sebelumnya tenar mengadaptasi karakter komik Marvel lain untuk dialihwahanakan ke seri waralaba Loki (2021). Kali ini, Bisha mengadaptasi salah satu versi karakter Ms. Marvel, yakni Kamala Khan. Karakter ini sebelumnya muncul di versi komik Captain Marvel edisi ke-14 terbitan 14 Agustus 2013 ciptaan komikus yang juga beradarah Pakistan, Sana Amanat. Namun, dari hasil diskusi dengan Amanat kemudian, Bisha mengubah premis tentang bagaimana Kamala mendapatkan kekuatannya.

  • Sabra, Superhero Israel Sarat Kontroversi

    BELUM juga tayang, film Captain America: Brave New World yang dijadwalkan rilis tahun depan sudah menuai kritik dari kalangan pro-Palestina maupun pro-Israel sejak tahun lalu. Perkaranya gegara kemunculan karakter Ruth Bat-Seraph alias Sabra, superhero Israel. Captain America: Brave New World yang rencananya dirilis pada 14 Februari 2025 itu digarap sineas Julius Onah sebagai film ke-35 dari semesta Marvel Cinematic Universe (MCU) sekaligus sekuel bagi miniseri televisi The Falcon and the Winter Soldier (2021). Mengisahkan Sam Wilson alias The Falcon (diperankan Anthony Mackie) yang melanjutkan tongkat estafet sebagai Captain America sepeninggal Steve Rogers (diperankan Chris Evans) sejak Avengers: Endgame (2019). Captain America: Brave New World turut memunculkan karakter Sabra yang punya alter ego Ruth Bat-Seraph. Karakternya pun dimainkan aktris asal Israel, Shira Haas. Sejak kemunculan pertamanya di komik Marvel pada 44 tahun lampau, Ruth Bat-Seraph alias Sabra punya latar belakang sesosok mutan yang jadi agen intelijen Israel, Mossad. Nama Sabra diambil dari nama sebuah tanaman kaktus pir berduri yang juga bermakna ganda merujuk pada sebutan orang Yahudi kelahiran tanah Palestina.

  • Black Widow Bukan Jagoan Biasa

    OHIO, Amerika Serikat di suatu malam tahun 1995. Rutinitas makan malam Natasha Romanoff kecil (diperankan Ever Anderson) dan adiknya, Yelena Belova (Violet McGraw), yang biasanya tenang mendadak berubah jadi kepanikan. Tak lama setelah ayahnya, Alexei Shostakov (David Harbour), pulang, kedua gadis kecil itu diajak bergegas meninggalkan rumah oleh ibunya, Melina Vostokoff (Rachel Weisz). Keberadaan Alexei dan Melina sebagai mata-mata Rusia telah diendus pemerintah Amerika dan agensi S.H.I.E.L.D (Strategic Homeland Intervention, Enforcement, and Logistic Division). Setelah menghindari kejaran secara heroik, mereka sukses meloloskan diri sampai ke Kuba. Di situlah Natasha baru tersadar akan banyak hal yang sebelumnya ganjil baginya. Alexei dan Melina bukanlah ayah dan ibu kandung mereka, melainkan dua agen Red Room yang dipimpin Jenderal Dreykov (Ray Winstone). Selama tiga tahun berperan sebagai “pasutri” dengan Natasha dan Yelena sebagai anak angkat, penyamaran Alexei dan Melina hanya untuk memata-matai dan mencuri sebuah teknologi dari S.H.I.E.L.D. Sejak tiba di Kuba, keempatnya terpisah dalam waktu sangat lama.

  • Black Adam Memburu Dendam

    EKSPRESI arkeolog Adrianna Tomaz (diperankan Sarah Shahi) yang menyunggingkan senyum seketika berubah pahit tak lama setelah ia mendapatkan Mahkota Sabbac dari sebuah gua. Ia dijebak rekannya sendiri, Ishmael Gregor (Marwan Kenzari), yang berkomplot dengan pasukan Intergang. Namun, Adriana tak patah arang. Kala sudah ditodong senjata, ia merapal mantra berbahasa Kahndaq kuno sembari memegang sebuah prasasti. Hasilnya, boom! Sesosok perkasa hadir usai terjadi ledakan ajaib itu dan membabi buta menghabisi nyawa pasukan Intergang. Adrianna mengenali sosok itu sebagai Teth Adam (Dwayne Johnson), eks-budak negeri Kahndaq dari 2.600 SM yang dahulu mendapat kekuatan super dari Penyihir Shazam (Djimon Honsou) untuk mengakhiri rezim tirani Raja Akh-Ton. Adrianna punya harapan besar dengan kembalinya Teth Adam yang –lantas punya sebutan baru Black Adam– bakal mengulang hal serupa di masa kini, yakni dibebaskannya rakyat setempat dari cengkeraman sindikat kriminal Intergang. Namun laiknya superhero Superman yang punya kelemahan dengan material Krypton, Black Adam pun punya kelemahan terhadap batu mulia Eternium. Ia terluka ketika seorang pasukan Intergang menembakkan roket yang mengandung Eternium.

  • Wakanda Forever dan Warisan Penerus Black Panther

    VIBRANIUM. Logam paling diincar banyak orang itu jadi isu yang diangkat Sidang PBB di Jenewa, Swiss kala turut mengundang Ratu Ramonda (diperankan Angela Bassett) penguasa Wakanda. Namun, dengan tegas ibunda mendiang Raja T’Challa alias Black Panther (mendiang Chadwick Boseman) itu menolak kerjasama apapun untuk berbagi sumber daya yang rentan penyalahgunaan itu. Toh bukan hanya Wakanda yang terancam konflik dengan dunia internasional akibat vibranium. Talokan, sebuah bangsa mutan bawah laut, dengan penguasanya K’uk’ulkan alias Namor (Tenoch Huerta) juga punya sumber daya vibranium. Ia pun juga terancam konflik. Bahkan, Talokan sudah berkonflik dalam skala kecil. Pada suatu malam di Samudera Atlantik, Namor dan pasukan Talokan menghabisi serdadu SEALs (pasukan khusus AL Amerika) dan agen-agen CIA (Agensi Intelijen Amerika) yang mencari vibranium dengan alat pendeteksi vibranium. Sesudahnya, Namor menyusup ke perbatasan Wakanda. Ia muncul saat Ratu Ramonda dan Putri Shuri (Letitia Wright) meratapi kematian Raja T’Challa di tepi sungai. Namor mendesak Wakanda mencari dan membunuh ilmuwan pencipta alat pendeteksi vibranium di Amerika Serikat. Itu sebagai konsekuensi gegara mendiang Raja T’Challa sebelumnya mengungkap vibranium kepada dunia internasional. Jika tidak, Namor mengancam akan menginvasi Wakanda.

  • Romansa dalam Relief Candi

    SEORANG gadis berambut panjang tergerai berbaring di dipan. Para inang menemaninya. Perempuan muda itu terlihat sedang sakit. Sakit rindu akibat terlalu lama berpisah dengan kekasihnya. Adegan berlanjut memperlihatkan seorang lelaki bertopi tekes, yang sering dikenali sebagai Panji, tengah duduk di bawah pohon memegang gulungan surat. Di depannya menanti seekor burung berjambul dan berparuh bengkok. Bentuknya mirip burung kakak tua berjambul. Burung itu kemudian terbang jauh melewati perairan yang luas. Paruhnya menggigit surat milik Panji hingga akhirnya berhasil tiba di hadapan perempuan yang tengah sakit rindu itu.

  • Motif di Balik Pembangunan Candi Borobudur

    NEGERI Jawa dulu pasti punya sumber daya manusia yang melimpah untuk mengangkut, menyusun, dan memahat batu dengan terampil. Sumber daya pertanian berkecukupan untuk menyediakan pangan bagi para pekerja. Mereka juga pasti memiliki institusi yang terorganisir untuk mengawal pembangunan ambisius seperti Candi Borobudur. Melihat candi megah di Magelang, Jawa Tengah itu, terbayang kondisi ekonomi Jawa pada masanya telah surplus. Sehingga bisa membiayai pembangunan yang begitu besar bahkan tak memberi keuntungan ekonomi langsung. Lalu apa motivasi di balik pembangunan Candi Borobudur? Ide Borobudur John Miksic, peneliti dari Southeast Asian Studies Department, National University of Singapore dalam Borobudur: Golden Tales of the Buddhas, menjelaskan Candi Borobudur lahir ketika agama Buddha tidak dalam keadaan tenang dan stabil. Sebaliknya, masa itu adalah periode kebangkitan intelektual yang intens.

  • Kisah Mistis Candi Borobudur

    PADA masa Sunan Pakubuwono I bertakhta di Kartasura, muncul pemberontakan yang dipimpin Ki Mas Dana di daerah Enta-Enta. Sunan memerintahkan Bupati Mataram, Ki Jayawinata, untuk memadamkan pemberontakan itu. Namun, balatentaranya kewalahan dan mundur ke Kartasura. Jayawinata melaporkan peristiwa itu kepada sunan. Sunan kembali mengutus orang kepercayaannya. Kali ini Bupati Kartasura, Pangeran Pringgalaya, yang diperintahkan untuk mengurus pemberontakan itu. “Tangkap Ki Mas Dana hidup-hidup!” perintah Sunan. Pertempuran terjadi. Banyak korban bergelimpangan. Pemberontakan berhasil dipadamkan. Namun, Ki Mas Dana melarikan diri ke Bukit Borobudur. Pringgalaya mengejarnya hingga tertangkap dan dibawa ke hadapan sunan untuk menerima hukuman yang kejam.

  • Asal-Usul Nama Candi Borobudur

    THOMAS Stamford Raffles, Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, langsung tertarik ketika Tan Jin Sing, bercerita soal candi besar di Desa Bumisegoro, dekat Muntilan. Ia pun meminta Tan Jing Sing melihat candi itu. Sesampainya di sana, Tan Jing Sing mengajak warga desa bernama Paimin sebagai penunjuk jalan. “Menurut Paimin namanya candi Borobudur,” tulis TS Werdoyo, salah seorang keturunan Tan Jin Sing, dalam biografi Tan Jin Sing: Dari Kapiten Cina sampai Bupati Yogyakarta. Niken Wirasanti, arkeolog Universitas Gadjah Mada, dalam “Borobudur: Misteri Batu Tak Berujung” termuat di 200 Tahun Penemuan Candi Borobudur, menyebut entah bagaimana asalasulnya candi itu sudah bernama Borobudur. Begitu banyak misteri soal Borobudur hingga persoalan namapun telah banyak menarik perhatian para ahli dan pemerhati seni untuk menelusurinya.

  • Menjemput Berkah dari Situs Percandian Muarajambi

    KONON, sebelum Islam masuk, di Jambi pernah ada seorang raja yang memerintah bernama Tun Telanai. Dipercaya sang raja bertakhta di kawasan Muaro Jambi sekarang. Masyarakat pun menduga bahwa Percandian Muarajambi yang ada di sana adalah bekas kerajaannya. "Sebelum dipugar dipikir ini kerajaan Tun Telanai. Tapi setelah dipugar katanya bukan. Ini Kerajaan Sriwijaya gitu," kata Sulaeman (55), juru pelihara di kawasan Candi Gumpung menerjemahkan cerita yang disampaikan Datuk Ibrahim Akbar (73). Mantan Kepala Desa Muaro Jambi pada era 80-an itu lebih lancar bercakap-cakap dalam bahasa Melayu. Kisah Tun Telanai juga dijelaskan oleh Asyhadi Mufsi Sadzali, ketua prodi Arkeologi Universitas Jambi. Kisah ini sangat populer di masyarakat Jambi secara umum. Ceritanya tentang Raja Tun Telanai yang mencoba melamar Putri Pinang Masak, tetapi gagal.

  • Membangun Candi Borobudur

    TIGA belas abad yang lalu, arsitek Candi Borobudur mempunyai ambisi besar untuk menyulap bukit setinggi 30 meter menjadi sebuah candi yang berbeda dari candi-candi pada umumnya. Konstruksi ini rupanya cukup berisiko sehingga harus mengorbankan relief-relief di kaki candinya. Candi Borobudur telah menarik perhatian para peneliti Belanda. Salah satunya Jan Willem Ijzerman, ketua Archaelogische Vereeniging di Yogyakarta. Ketika melakukan penelitian, secara tak sengaja Ijzerman menemukan sejumlah relief di kaki candi pada 1885. Ia tertutup struktur batu selasar dan tangga. Dengan hati-hati pada 1890-1891, kaki Candi Borobudur pun dibongkar. Struktur batuan penyusun selasar yang menutup relief dibongkar secara bergantian, sebelum disusun kembali seperti semula. Ini untuk keperluan dokumentasi oleh Kassian Cephas, seorang fotografer pribumi Jawa.

  • Bukti Toleransi dari Candi

    DUA bangunan suci kembar yang megah dari masa lalu menyembul di tengah persawahan dan permukiman warga di Dusun Plaosan Lor, Bugisan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Puncak-puncak stupa menghiasi atapnya. Di sekelilingnya 174 candi yang lebih mungil disusun dalam tiga baris. Sebagian besar sudah runtuh, sebagian lainnya telah dipugar kembali. Kompleks Percandian Plaosan Lor itu, menurut Bambang Budi Utomo, arkeolog dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), adalah wujud toleransi yang telah berakar di tengah masyarakat Nusantara sejak masa silam. Percandian dari era Mataram Kuno abad ke-9 itu didirikan secara bergotong royong. “Dibangun oleh maharaja yang beragama Buddha Mahayana, tapi candi-candi kecilnya dibangun oleh raja beragama Hindu,” kata Bambang yang akrab disapa Tomi dalam diskusi daring yang diadakan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional berjudul “Toleransi, Akar Lama Penguat Bangsa”, Kamis, 29 April 2021.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page