top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10063 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Kertanagara dan Nusantara

    KATA “nusantara” menjadi trending topic dan polemik setelah Presiden Joko Widodo memilihnya sebagai nama ibukota baru yang akan dibangun di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Nusantara pun sepertinya tak akan lagi menjadi sebutan bagi Indonesia karena ia adalah nama ibukota. Kata “nusantara” paling awal ditemukan dalam prasasti masa Kerajaan Singhasari. Rendra Agusta, filolog Komunitas Sraddha, menjelaskan dalam utasnya, bahwa secara epigrafi kita mengenal istilah "nusantara" dalam prasasti Mūla Malurung tahun 1177 Saka (1255 M.). Penggalannya seperti ini: “mwaŋ dumadyakěn wŕ (4) ddhi niŋ yaśānurāga nira narāryya smi niŋ rāt. prakaśita riŋ nūśa para nūśa. tinūt=i parāmadigwijaya nira narāryya (5) smi niŋ rāt. an mahakěn samalělö niŋ sayawadwīpa mańůala. anūlūya ni nūsāntara”. Artinya “kedudukan Sang Prabhu menjadikan lebih teguh di singgasana emas dan menjadikan ujian bagi kemasyhuran atas kebajikannya Narāryya Smi ning rāt yang menonjol di seluruh mandala Pulau Jawa dilanjutkan ke [seluruh] Nusantara.”

  • Cerita Gerilya dari Sanggabuana, Tempat Ditemukannya Ular Naga

    ULAR naga yang selama ini dianggap mitos, ternyata benar-benar ada di Pulau Jawa. Ular bernama Latin Xenodermus javanicus itu ditemukan tim gabungan Sanggabuana Wildlife Ranger (SWR), mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Nasional Jakarta, dan Sispala Samaru SMA 1 Tegalwaru pada 29 Oktober lalu. “Ular naga ini kami temukan di aliran sungai Curug Cikoleangkak pada malam hari saat herping (mencari amfibi atau reptil). Siangnya kami melakukan analisis vegetasi dibantu oleh teman-teman dari Fakultas Biologi Universitas Nasional dan Sispala Samaru SMA 1 Tegalwaru,” kata Deby Sugiri, perwakilan Divisi Konservasi Keanekaragaman Hayati SWR, sebagaimana diberitakan kompas.com, 1 November 2022. Pencarian ular naga sejatinya telah dilakukan SWR sejak kurang lebih setahun belakangan. Saat menemukan ular tersebut, tim sebetulnya sedang melakukan analisis vegetasi di lokasi. Lokasi penemuan sendiri berada di Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat.

  • Welcome to Wrexham, Kisah Cinderella Si Naga Merah

    DI HADAPAN perwakilan Wrexham Supporters Trust, duet selebriti Hollywood Ryan Reynolds dan Rob McElhenney mengungkapkan alasan masing-masing mengapa ingin berinvestasi dan mengurusi Wrexham AFC, klub antah-berantah asal Wales. Alasan itu dikemukakan aktor asal Kanada dan Amerika Serikat (AS) tersebut dalam percakapan via Zoom medio November 2020 lalu. McElhenney yang juga fans fanatik tim American football Philadelphia Eagles menjawab, ia merasa ada satu koneksi antara kota asalnya, Philadelphia, dengan kota Wrexham yang notabene sama-sama kota para kelas pekerja. Kemenangan susah payah Eagles pada Super Bowl 2017 menghadirkan kebahagiaan tak terkira bagi setiap warga Philadelphia. McElhenney ingin menghadirkan hal serupa bagi warga kota Wrexham. “Mengapa Wrexham?” giliran Reynolds menjawab. “Kami percaya klub kalian adalah raksasa yang tertidur dengan cerita (sejarah) serta stadion dan fans yang luar biasa. Kami ingin Wrexham menjadi kekuatan global. Niat kami bukan untuk menjadikan Wrexham bagian dari cerita kami melainkan kami yang ingin menjadi bagian dari cerita Wrexham,” tukasnya.

  • Laskar Napindo dari Halilintar hingga Naga Terbang

    BEBERAPA pentolan laskar di pantai timur Sumatra masuk dalam radar intelijen Belanda. Di wilayah yang semasa kolonial Hindia Belanda bernama Karesidenan Sumatra Tmur itu, mereka dicap sebagai pengacau. Perusahaan perkebunan Belanda dijarah oleh laskar-laskar itu tanpa sisa. Kebanyakan berasal dari kelompok laskar Nasional Pelopor Indonesia (Napindo). “Si pencopet Timur Pane berhasil menjadi jenderal mayor di Republik itu dengan bantuan geng-gengnya. Perusahaan-perusahaan perkebunan dijarah dan instalasi pabriknya dijual ke Malaka. Bahkan alat produksi pun hilang. Beberapa juta dolar diambil untuk kepentingan Napindo, organisasi pejuang Partai Nasional Indonesia (PNI) pimpinan Dr. (A.K) Gani. Pemimpin Napindo saat itu adalah Matheus Sihombing yang terkenal, dijuluki 'Bung Mitraliur',” demikian sentil koran Belanda Nieuwe Courant, 17 Oktober 1947. Timur Pane dan Matheus Sihombing merupakan tokoh Napindo. Timur Pane menamai pasukannya laskar “Naga Terbang” sementara Matheus Sihombing dikenal sebagai pemimpin Napindo di Medan. Namun, keduanya bukanlah pemuka utama dalam pembetukan Napindo.

  • Barisan Artis Kostrad

    SETELAH peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965, operasi penumpasan orang-orang yang terafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) berlangsung secara maraton. Baik tentara, aktivis mahasiswa, maupun organisasi massa dikerahkan untuk memburu orang PKI. Dari kota ke kota hingga seluruh Jawa, orang PKI dikejar, ditangkap, dan tak sedikit yang dieksekusi. Meski orang PKI diganyang nyaris tanpa perlawanan, tetap saja butuh waktu dan tenaga. Kadang-kadang pasukan yang bertugas mengganyang PKI merasa lelah dan butuh hiburan. Untuk itulah, Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menggandeng artis dan seniman. Mereka tergabung dalam Badan Kerja Sama (BKS) Seniman–Kostrad. “Ketika itu walau saya masih tergolong muda di antara yang lainnya, tapi saya dapat menghibur bapak-bapak ABRI, KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia), dan KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia). Bersama Band BKS Kostrad di tahun ‘68, ‘69, dan ‘70 dulu, saya pernah keliling Jawa menghibur ABRI,” kenang Irni Yusnita dalam Berita Yudha, 20 Maret 1983.

  • Kisah Naga di Jawa

    PADA suatu masa, di sebuah negeri yang makmur di Pancala utara, seorang raja memerintah dengan belas kasih. Kerajaannya damai dan harmonis. Karena itu, seekor naga menjadi tertarik datang dan tinggal di danau dekat istananya. Adanya sang naga lantas membuat ladang-ladang kerajaan teraliri dengan baik. Sebaliknya, kerajaan saingannya, Pancala selatan, diperintah oleh raja yang kejam. Akibatnya negara itu kering dan dilanda kemiskinan. “Perilaku baginda takkan membuat naga mana pun mau memberkati alam,” kata menteri kepada sang raja ketika mereka pergi berburu dan melewati desa-desa. Raja pun bertitah akan memberi hadiah kepada siapa pun yang mampu membawa naga di Pancala utara ke kerajaannya. Syahdan, pawang ular mulai menenun mantra pemikat sang naga. Mereka menjamin dalam tujuh hari naga akan datang.

  • Lagu untuk Pattie Boyd

    LAGU yang ditulis George Harrison untuk The Beatles, tidak sebanyak yang ditulis John Lennon dan Paul McCartney terutama pada tahun-tahun pertama The Beatles. George nyaris hanya terlihat sebagai pemetik gitar melodi dalam lagu-lagu The Beatles. Meski George bukan tipe pemain gitar virtuoso, lagu-lagu The Beatles bisa hidup dengan permainan gitarnya. George baru membuat sejarah dalam penulisan lagu pada 1969, tahun-tahun terakhir The Beatles, sebelum raksasa musik pop itu redup pada 1970-an. Ada karya George yang keluar dengan gemilang tahun itu, Something dalam album Abbey Road. “Something, lagu George pertama yang dipilih untuk single Beatles sebagai sisi-A,” tulis Philip Norman dalam Shout! The True Story of The Beatles. Album itu dirilis pertama kali pada 26 September 1969, lebih dari setengah abad silam.

  • Di Balik Lagu “Maria”

    “Maria... Maria... Oooh.. Mariaaa...” syair lagu tersebut terus mengalun dari mulut pria kurus berambut putih itu. Kendati senyum kerap tersungging di bibirnya, matanya tak mampu menyembunyikan rasa sedih dan kehilangan dalam dirinya. Begitulah penampilan Yok Koeswoyo, yang tenar di masa lalu bersama Koes Plus, ketika melantunkan tembang berjudul “Maria” dalam acara “Yok Koeswoyo Beraksi” di THR Sriwedari, Solo, 21 November 2011. Amat menghayati. Kendati nyaris 40 tahun usianya, lagu ciptaan Yok itu tetap memancar sebagai “wakil” kepedihan dalam penggalan perjalanan hidupnya. Perjalanan lagu “Maria” itu bermula dari “Kota Hujan”. Setelah singgah makan bersama di Restoran Situ Lebak Wangi, Bogor, dua keluarga kecil itu naik mobil Fiat 125S untuk pulang ke Jakarta. Ketika melewati daerah Parung pada Kamis sore, 28 Desember 1973, Fiat itu disalip sebuah mobil Mini Cooper. Namun beberapa puluh meter di depan, Mini Cooper bertabrakan dengan sebuah truk Isuzu yang melaju ke arah Bogor. Truk buatan Jepang itu lalu hilang kendali hingga menabrak Fiat yang melaju ke arah Jakarta tadi.

  • Tiga Lagu Jadi Rebutan Serumpun

    WARGANET heboh. Lagu patriotik “Halo-Halo Bandung” diduga dijiplak Malaysia menjadi lagu “Hello Kuala Lumpur”. Ritme dan nadanya serupa, hanya liriknya yang beda. Hello Kuala Lumpur, ibukota keriangan. Hello Kuala Lumpur, kota kenangan-kenangan. Sudah lama aku, tidak berjumpa denganmu. Sekarang sudah semakin maju, aku suka sekali. Begitu petikan lirik lagu yang diklaim negeri jiran itu. Sedianya lagu itu sudah diunggah di kanal Youtube Lagu Kanak TV sejak 30 Juni 2018. Namun baru belakangan ini memancing misuh-misuh-nya warganet Indonesia.

  • Yang Terpendam dalam Lagu "Atouna el Toufoule"

    ISRAEL menolak resolusi gencatan senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digaungkan sejak 27 Oktober 2023. Tak ayal gempuran dari darat, laut, dan udara terus dilancarkan Israel ke Jalur Gaza, Palestina, yang makin hari semakin menjadi kuburan massal bagi anak-anak Palestina. Hingga Selasa (31/10/2023), badan amal anak-anak PBB UNICEF mencatat sudah 3.450 anak-anak Palestina yang tinggal nama. Sementara, 6.300 lainnya terluka akibat serangan Israel yang membabi-buta ke area pemukiman, kamp-kamp pengungsian, masjid, gereja, hingga beberapa rumahsakit. “Ketakutan terbesar tentang laporan angka anak-anak yang tewas adalah bermula dari lusinan, lalu ratusan, dan akhirnya ribuan benar-benar terjadi hanya dalam waktu satu malam. Angkanya luar biasa memprihatinkan dan bisa bertambah setiap harinya. Gaza menjadi kuburan bagi ribuan anak-anak. Gaza menjadi neraka buat yang lainnya,” ujar juru bicara UNICEF James Elder kepada Al Jazeera, Selasa (31/10/2023).

  • Di Balik Lagu “Nuansa Bening”

    SETELAH Ahmad Dhani dan Vidi Aldiano membawakannya kembali, lagu “Nuansa Bening” kembali hits tahun 2024 ini. Di sosial media, lagu ini sering dimunculkan orang. Belasan tahun silam, Vidi Aldiano juga membawakannya dan hits. Pada 2008, Vidi membawakan “Nuansa Bening” yang termuat dalam album Pelangi di Malam Hari itu. Vidi sendiri bukan orang pertama yang membawakan lagu tersebut. Tiga puluh tahun sebelum Vidi, Keenan Nasution yang membawakannya. “Nuansa Bening” muncul dalam album solo Di Batas Angan-angan (1978). Lantaran dianggap lagu bagus di tahun itu, penyanyi-penyanyi lain menyanyikannya kemudian. Antara lain, Eddie Sillitonga yang menyanyikan lagu ini dalam albumnya Bahana Perdamaian (1979) dan Fariz RM berduet dengan Andi Meriam Mattalata memperdengarkan lagu ini pada 1990. Meski tampak sederhana, lirik “Nuansa Bening” punya makna dalam jika diresapi. Keenan Nasution menulisnya bersama Rudy Pekerti. Rudy menyebut “Nuansa Bening” tentang putus cinta, namun Keenan menyebut liriknya terkait dengan hubungan manusia dengan Tuhan.

  • Perguruan Cikini Pabrik Pemusik

    SEKOLAH Perguruan Cikini tenar karena pernah dilanda tragedi penggranatan pada 1957. Tapi ada hal lain yang tak bisa diabaikan: sekolah ini melahirkan banyak musisi handal. Beberapa di antaranya ikut menentukan perjalanan sejarah musik dalam negeri. Nasution Bersaudara (Debby, Gauri, Keenan, Oding, dan Zulham) adalah salah satunya. Mereka murid sekolah Percik. Rumah orangtua Nasution Bersaudara di Jalan Pegangsaan Barat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi tempat nongkrong teman-teman sekolah mereka yang hobi musik. Atas gagasan Debby Nasution, lahirlah Gank Pegangsaan. Selain itu, lahir pula kelompok musik Sabda Nada pada 1966 sebelum tiga tahun kemudian berubah nama jadi Gipsy. Chrisye, yang juga suka nongkrong di Pegangsaan, ikut bergabung di dalam Gipsy sebagai pemain bas. Chrisye kelak dikenal sebagai legenda musik pop Indonesia.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page