top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10077 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Anusapati dan Candi Kidal

    BANYAK yang percaya Candi Kidal di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur ditemukan oleh Thomas Stanford Raffles (1781-1826) tahun 1817. Padahal, Raffles yang menulis History of Java hanya sebentar menjadi Letnan Gubernur Jenderal di Jawa. Dalam Hasil Pemugaran dan Temuan Benda Cagar Budaya PJP I, misalnya, I.G.N. Anom, ‎Sri Sugiyanti, dan ‎Hadniwati Hasibuan menyebutkan, ketika ditemukan Raffles pada 1817, Candi Kidal diselimuti oleh hutan. Tanpa harus mengaitkanya dengan Raffles, Candi Kidal tetaplah candi menarik. Candi yang terletak di barat Gunung Bromo ini adalah warisan dari penganut Hindu-Siwa yang dulu berkembang di daerah ini. Di zaman Hindia Belanda, candi ini diteliti B. de Haan, J.F.G. Brumund, A.J. Bernet, dan Raden Soekmono.

  • Berburu Keris Bukan Mistis

    PRABU Brawijaya murka. Pengaruh Sunan Giri, salah satu dari sembilan wali, dianggap sudah mengancam eksistensi Kerajaan Majapahit. Gresik tumbuh menjadi pusat politik dan perdagangan yang penting di Jawa. Brawijaya pun mengirim Patih Gajah Mada dan pasukannya untuk menyerang Giri. Penduduk Giri panik dan berhamburan ke dalam keraton. Sunan Giri, yang sedang menulis, terkejut dan terlemparlah penanya (kalam). Dia lalu berdoa dan berubahlah pena itu menjadi keris berputar-putar, Keris itu mengamuk dan menewaskan banyak tentara Majapahit. Keris itu lalu kembali ke keraton dan tergeletak di hadapan Sunan dengan berlumuran darah. Sunan lalu berdoa meminta ampunan. Sekejap keris itu pun bersih kembali. Kisah dalam Babad Tanah Jawa itu begitu populer di kalangan penggemar keris. Konon, setelah itu, Sunan mengatakan kepada rakyat Giri bahwa dia menamakan kerisnya Kalam Munyeng.

  • Jasa Sang Insinyur Teknik Sipil Pertama Indonesia

    PADA masa pendudukanJepang didirikan Bandung Koo Gyoo Dai Gaku tahun 1944. Perguruan tinggi ini sebagai kelanjutan dari Technische Hoogeschool yang ditutup pada 1942. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, Bandung Koo Gyoo Dai Gaku diambil alih dan diubah menjadi Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandoeng yang dipimpin oleh Prof. Ir. Roosseno. Tak lama berjalan, STT Bandoeng mengungsi ke Yogyakarta karena terjadi perang kemerdekaan melawan Sekutu dan Belanda. STT Bandoeng dibuka kembali di Yogyakarta pada 17 Februari 1946 (ditetapkan sebagai Hari Perguruan Tinggi Teknik). Pemrakarsanya adalah Ir. Wreksodiningrat, insinyur teknik sipil pertama Indonesia lulusan Belanda. Dia kemudian menggantikan Roosseno sebagai pemimpin STT Bandoeng pada 1 Maret 1947.

  • Insinyur Teknik Sipil Pertama Indonesia Lulusan Belanda

    JEMBATAN sepanjang 145 meter melintasi sungai Code. Jembatan dengan lebar 15 meter itu menghubungkan Kabupaten Sleman dengan Kota Yogyakarta, melewati Jalan Condro Lukito dan A.M. Sangaji, menuju ke Kaliurang dan kawasan perguruan tinggi. Dengan melewati jembatan itu, waktu tempuh pun berkurang 25 menit dari Kawasan Monjali menuju Universitas Gadjah Mada dan RS dr. Sardjito. Jembatan itu dibangun mulai dari Oktober 2007 sampai selesai pada November 2008 dengan menelan biaya Rp24,2 milyar dari APBN tahun 2007 dan 2008. Jembatan itu diberi nama Jembatan Wreksodiningrat.

  • Keris Menteri Pertahanan

    MENTERI Pertahanan Prabowo Subianto mengadakan pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Prancis, Selasa (15/3/2022). Mereka membahas kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis, yaitu mengenai pembelian pesawat jet Rafale dan kapal selam Scorpene yang telah disepakati pada 10 Februari 2022. Di pengujung pertemuan, Prabowo menyerahkan cendera mata berupa keris Bali kepada Macron. Prabowo kerap memberikan keris Bali sebagai cendera mata kepada para pejabat negara lain. Sebelumnya, Prabowo memberikan keris Bali kepada Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace di London, Selasa (23/3/2021). Dia juga memberikan keris Bali kepada Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd James Austin di Bahrain, Sabtu (20/11/2021).

  • Belanda Mengawasi Indonesia dari Australia

    DI LANTAI 10 gedung Temple Court building, Collins Street, Melbourne, Australia, para petinggi pemerintahan Hindia Belanda acap kali berkumpul. Mereka adalah pejabat kolonial pimpinan Hubertus van Mook yang melarikan diri dengan dua pesawat Dakota dari Bandung menuju negara sekutunya, Australia. Di sana, dibentuk jawatan penerangan untuk terus memantau kondisi Hindia Belanda: NIGIS (Netherlands Indies Goverenment Information Service). “Kegiatan ini merupakan kegiatan dinas rahasia sipil dan organisasi propaganda pemerintah Hindia Belanda di pengasingan yang berbasis di Australia, selepas jatuhnya Hindia Belanda ke tangan balatentara Jepang,” tutur sejarawan Rushdy Hoesein dalam ekspose “Arsip Foto Netherlands Indies Government Information Service (NIGIS) di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta Selatan, 28 November 2016.

  • Ada Oknum Polisi dalam Pembunuhan Berencana Marhaenis

    DUA bulan sudah kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J bergulir dengan aneka drama dan rumor motif yang menyertainya. Namun, ada titik terang-titik terang yang perlahan membuka tabir misteri kasus. Salah satu yang terpenting, eks-Kepala Divisi Profesi dan Pengalamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdi Sambo dijadikan tersangka pembunuhannya. Rekonstruksi kejadian sudah dilakukan tim penyidik Polri di dua tempat kejadian perkara (TKP), yakni di Jalan Saguling III, Jakarta Selatan (kediaman pribadi Sambo) dan Komplek Polri Duren Tiga (rumah dinas Sambo) pada 30 Agustus 2022. Total ada 78 adegan yang diperagakan di dua TKP untuk menyibak apa dan bagaimana peran Sambo dan para tersangka lain: Bharada E (Richard Eliezer), Bripka RR (Ricky Rizal), KM (Kuat Ma’ruf), dan Putri Candrawathi (istri Sambo). Kendati masih terdapat perbedaan pandangan dan keterangan antar-tersangka, rekonstruksi itu setidaknya membuktikan pembunuhan berencana Brigadir J untuk kemudian dijadikan catatan tim penyidik sebelum diserahkan ke kejaksaan. Tersangka Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, sama-sama dijerat pasal 340 subsider pasal 380 juncto pasal 55 juncto pasal 56 KUHP.

  • Riwayat Penghulu dari Masa Lalu

    KERINGAT dingin membasahi tubuh Dedi Slamet Riyadi, 38 tahun. Setelah menuruni bukit, melalui tegalan sawah, dan menerabas sungai dengan sepeda motornya, dia tiba di tempat perhelatan: sebuah masjid kampung di Kuningan, Jawa Barat. Begitu masuk masjid, wajah dan berkas pernikahan yang dia jinjing sama-sama kusut. Tapi toh dia mesti menuntaskan pekerjaannya: menghadiri dan mencatat pernikahan. Sebagai penghulu, Dedi terbiasa menyantap medan seperti itu. Selama masih masuk wilayahnya, kapan pun dia mesti siap jika dibutuhkan masyarakat. “Pernah juga hari raya,” katanya. Tentu saja tugas penghulu bukan hanya menghadiri dan mencatat pernikahan. Sebagai pegawai negeri sipil, dia punya tugas lainnya. Dari perencanaan kegiatan hingga pengembangan kepenghuluan. Dari pengawasan pencatatan nikah/rujuk hingga pembinaan keluarga sakinah. Namun, meski tampak segambreng, sebenarnya tugas penghulu masa kini hanya berkutat di hukum keluarga dan pernikahan. Kedudukannya pun di kecamatan.

  • Empat Kapal Pertama dari Belanda

    Armada dagang pertama dari Belanda berisi empat kapal dan mendarat di Banten.

  • Mata-mata Mengawasi Bung Hatta

    MOHAMMAD HATTA pulang kampung ke Sumatra Barat pada Oktober 1923. Selain menemui keluarga, dia juga berencana menulis dasar gerakan Partai Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-Pendidikan atau PNI-Baru) yang berjudul Ke Arah Indonesia Merdeka. Setelah menyelesaikan brosur itu, dia mengunjungi beberapa cabang PNI di Sumatra Barat, yaitu cabang Bukittinggi, Padang Panjang, dan Padang. Di setiap cabang, dia memberikan pandangan tentang organisasi PNI. Di Padang, Bung Hatta menginap di rumah tokoh yang berpengaruh dalam hidupnya, yaitu Engku Taher Marah Sutan, seorang agen pelayaran di pelabuhan Padang. Dia berkenalan dan berhubungan dengan Marah Sutan ketika dia duduk di kelas dua MULO. Saat itu, Marah Sutan menjadi sekretaris Sarikat Usaha, organisasi yang didirikan oleh para saudagar pribumi pada 1914 untuk melindungi saudagar-saudagar pribumi dari dominasi pedagang Belanda dan Tionghoa. Berkat dia, Sarikat Usaha menjadi pusat pertemuan kaum cerdik pandai di Padang. Dia memimpin Sarikat Usaha hingga tahun 1940. “Ketika itu dia berkenalan dan selanjutnya erat berhubungan dengan Engku Marah Sutan, sekretaris Sarikat Usaha, yang rajin kerjanya dan banyak membaca. Bahkan dapat dikatakan, Marah Sutan menjadi ‘guru’ pemuda Hatta di luar bangku sekolah,” tulis Sri-Edi Swasono dalam Bung Hatta Bapak Kedaulatan Rakyat.

  • Mengawasi Kaum Pergerakan

    SELESAI berpidato, Sukarno bergegas. Seorang Belanda gemuk, agen Politiek Inlichtingen Dienst (PID) atau Dinas Intelijen Politik, mengikutinya dengan sepeda. Sadar diikuti, Sukarno tetap tenang dan justru berpikir untuk mengerjainya. Dia sengaja melewati kubangan sawah sehingga agen itu harus menenteng sepedanya. Sukarno gembira melihat itu. ”Padahal PID, dinas intelijen yang didirikan pada Mei 1916, nama yang menakutkan bagi banyak kaum pergerakan,” kata Bondan Kanumoyoso, sejarawan Universitas Indonesia, dalam diskusi buku Memata-Matai Kaum Pergerakan, Dinas Intelijen Politik Hindia Belanda 1916-1934 karya wartawan majalah Historia Allan Akbar, di Universitas Indonesia (11/4/13). Buku ini mengungkap aktivitas intelijen masa kolonial, termasuk keberhasilan dan kegagalannya.

  • Melipat Laba di Pelayaran Kedua

    IKHTIAR armada dagang pertama Belanda, dari perusahaan Compagnie van Verre, menemukan jalur ke Nusantara memang berat. Mereka harus kehilangan hampir tiga perempat awaknya dan satu kapal terbakar. Pada 14 Agustus 1597, tiga kapal, yaitu Mauritius, Hollandia dan Duyfken, kembali dengan 87 orang selamat dari 240 awak. Karena kebocoran dan kurangnya awak, kapal Amsterdam ditinggalkan dan dibakar di Bawean. Cornelis de Houtman, pemimpin armada, kembali ke Belanda dengan membawa 240 kantong lada, 45 ton pala, serta 30 bal bunga pala, yang sebagian diperoleh dari hasil rampasan.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page