top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10073 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Prabowo Berenang di Manggarai

    WAKTU dilantik menjadi presiden Republik Indonesia kemarin, dalam pidatonya Prabowo Subianto Djojohadikusumo menyinggung soal rasialisme. Lulusan The American School London ini jelas tahu apa itu rasialisme, bahkan dalam praktiknya yang terjadi di zaman sebelum dia lahir.

  • From Gas to Electricity

    A brief news item appeared in the October 10, 1895 edition of the newspaper De Locomotief. It read: Otto Samuel Knottnerus, director of the Nederlandsch-Indische Gasmaatschappij (NIGM), sailed to the Dutch East Indies on the Rotterdam Lloyd steamship Gedé. His purpose was "to inspect the company's factories in Batavia and Surabaya". Knottnerus had just been appointed director of NIGM following the death of B.P. van Ijsselstein, who had previously led the company for 15 years. He felt it necessary to make this trip to find out why the company was struggling to grow. He wanted to see the company, the condition of its factories, and its operations firsthand, as well as negotiate with the local government on various matters.

  • Presiden yang Memilih Hidup Melajang

    ACARA pelantikan presiden juga menjadi momen untuk memperkenalkan ibu negara yang nantinya akan mendampingi presiden dalam menjalankan tugas kenegaraan hingga periode masa jabatannya berakhir. Namun tak semua presiden memiliki pasangan atau berstatus menikah. James Buchanan salah satunya. Presiden ke-15 Amerika Serikat itu merupakan satu-satunya presiden yang berstatus lajang dalam sejarah Amerika. Ia juga dikenal sebagai satu-satunya presiden yang terpilih dari Pennsylvania.

  • Memburu Njoto

    ISTANA Bogor dipenuhi oleh para menteri Kabinet Dwikora pada 6 Oktober 1965. Itulah rapat kabinet pertama setelah Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965. Dari semua menteri yang dipanggil, hanya D.N. Aidit (Menteri Koordinator merangkap Wakil Ketua MPRS) dan Jenderal Nasution (Menteri Koordinator Pertahanan dan Keamanan merangkap Kepala Staf Angkatan Bersenjta/KSAB) yang absen.

  • Plus-Minus Belajar Sejarah dengan AI

    ARTIFICIAL Intelligence (AI) alias Kecerdasan Buatan –atau ada yang menyebutnya Akal Imitasi (AI)– jadi lompatan teknologi tak terhindarkan yang mengisi banyak ruang kehidupan, salah satunya pendidikan. Kendati tetap ada plus-minus yang mesti diperhatikan, AI sangat mungkin diterapkan pula dalam pembelajaran sejarah.

  • Membentang Sejarah Pakaian Garis-garis

    TAK sulit menemukan pakaian bermotif garis vertikal maupun horizontal di toko-toko busana. Layaknya tren fashion yang tengah populer dan digandrungi berbagai kalangan, beragam jenama mode seakan berlomba memamerkan koleksi mereka dengan motif ini. Desain pakaian bermotif garis-garis ini pun beraneka rupa, ada yang memadukan dua warna atau lebih ke dalam satu pakaian, tak sedikit pula yang berani berkesperimen dengan menggabungkan motif garis vertikal dan horinzontal agar terlihat lebih menarik.

  • Melihat Tentara Hindia dari Keluarga Jan Halkema-Paikem

    WAKTU mendaftar jadi serdadu, umur Jan Thijmen Halkema belum genap 17 tahun. Menurut studbook atas nama dirinya menyebutkan dirinya lahir di Semarang pada 14 Agustus 1877. Dia teken kontrak sebagai serdadu pada 4 September 1894 di Depot Batalyon ke-2 Kedung Kebo, Purworejo. Putra Jan Thijmen Halkema (1838-1893) dan Carolina Henrietta Meeng (1843-1887) ini dikontrak tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indish Leger (KNIL) untuk enam tahun dengan uang premi 300 gulden. Pangkat awalnya fuselier (juru tembak, setara prajurit dua sekarang).

  • Dirundung Gara-gara Payung

    JONAS Hanway mungkin bukan orang yang pertama kali menemukan payung. Tetapi namanya akan selalu dikenang dalam sejarah kemunculan payung di Inggris, khususnya kota London. Sebab, ia disebut sebagai pria pertama yang terlihat mengenakan payung di jalanan London pada abad ke-18.

  • Mengenal Kain Tenun Halaban, Sobi, dan Cual Sambas

    KAIN tenun songket Halaban berasal dari Sumatra Barat. Kain tenun Sobi banyak ditemui daerah Sulawesi. Sementara itu, kain tenun Sambas berasal dari Kalimantan Barat namun lekat dengan kultur Melayu. Ketiga jenis wastra tradisional Nusantara itu ditampilkan dalam konsep “Dialektika” di Jakarta Fashion Week 2025, salah satu pertunjukan fesyen paling prestisius di Indonesia.

  • Pangeran Pakuningprang Dibuang Karena Narkoba

    PESANGGRAHAN Muntok di Bangka merupakan saksi bisu perjalanan republik ini. Di pesanggrahan milik perusahaan Banka Tin Winning sanalah Bung Hatta dan beberapa pejabat tinggi republik ditahan setelah Agresi Militer Belanda kedua. Namun, bukan kali itu saja pesanggrahan yang dibangun oleh perusahaan timah pada tahun 1890- itu dijadikan tempat pembuangan. Setengah abad sebelumnya, pesanggrahan tersebut juga dijadikan tempat pembuangan. Adalah Pangeran Ario Pakuningprang dari Kadipaten Pakualaman yang mengalami pembuangan di sana.

  • Muslim Penting dalam Musik Pop

    SEMUA tahu, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) suka musik pop, terutama musik di zaman dirinya masih muda. Ketika SBY muda, Bee Gees, band keluarga Gibbs yang asal Australia, tengah naik daun. Salah satu lagu Bee Gees, “Don’t Forget To Remember (1969)”, pernah dinyanyikan SBY dengan iringan sebuah band.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page