top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10072 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Burung Parrot dan Kisah Cinta Presiden Amerika

    PRESIDEN Amerika Serikat Andrew Jackson memiliki banyak hewan peliharaan. Salah satu yang paling terkenal adalah seekor burung parrot bernama Poll. Kehadirannya di prosesi pemakaman sang presiden menghebohkan para pelayat. Poll juga menjadi bukti besarnya cinta Andrew kepada istrinya, Rachel Donelson. Kisah cinta mereka disebut paling legendaris di Negeri Paman Sam. Andrew Jackson pertama kali bertemu dengan Rachel ketika masih menjadi pengacara muda. Pria kelahiran 15 Maret 1767 itu menghuni kamar yang disewakan oleh ibu Rachel di kawasan perbatasan Tennessee. Menurut Nancy Hendricks dalam America’s First Ladies: A Historical Encyclopedia and Primary Document Collection of the Remarkable Women of the White House, orang tua Rachel merupakan tuan tanah dan bagian dari kaum elite yang tergabung dalam Virginia House of Burgesses. Ketika Rachel berusia 12 tahun, ia pindah bersama orang tua, tujuh saudara laki-laki, dan tiga saudara perempuan ke perbatasan Tennessee. Di sana, keluarga Donelson sebagai pemukim kulit putih pertama dan salah satu keluarga paling terkemuka.

  • Mengenal Tang Soo Do dari Cobra Kai

    AULA di dojo Miyagi-Do di West Valley, California yang tenang mendadak digelayuti nuansa kekhawatiran ketika sensei Daniel LaRusso (diperankan Ralph Macchio) berhadapan dengan kawan lamanya dari Okinawa, sensei Chozen Toguchi (Yuji Okimoto). Utamanya ketika Chozen mengingat beladiri agresif musuh yang akan mereka hadapi bersama, sensei Terry Silver (Thomas Ian Griffith), yang belum lama merebut dojo Cobra Kai dari sensei John Kreese (Martin Kove).

  • UU PMA, Legislasi Sarat Kontroversi

    DUA bulan setelah kudeta militer yang akhirnya menggulingkan Presiden Sukarno, CEO Freeport Langbourne Williams menelepon Forbes Wilson, geolog Freeport. Dia mendapat kabar baik dari dua eksekutif Texaco bahwa negosiasi Ertsberg akan segera dimulai.

  • CIA Menggulingkan Sukarno demi Emas di Papua

    PADA akhir Agustus 2017, pemerintah mengumumkan bahwa Freeport bersedia melepas 51% sahamnya. Keputusan ini disambut gembira. Namun, itu tidak akan menguntungkan Indonesia sampai Freeport sepakat untuk mengubah hal mendasar dalam pengawasan operasional. Hal itu disampaikan Greg Poulgrain, sejarawan University of Sunshine Coast, Brisbane, Australia, dalam acara bedah buku terbarunya, The Incubus of Intervention, di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, 5 September 2017. Poulgrain mengatakan dengan perubahan mendasar dalam pengawasan operasional, Indonesia memiliki hak untuk mengaudit Freeport. “Hal ini harus diupayakan agar Indonesia bisa mengonfirmasi kekayaaan Freeport yang sebenarnya. Freeport tidak memberikan secara rinci kekayaannya ke Jakarta,” kata Poulgrain.

  • Kedaulatan Pangan Kedaulatan Angan-Angan

    DALAM konteks politik dan ekonomi, kata ‘pangan’ kerap dilekatkan dengan ‘kedaulatan’. Kedaulatan pangan merupakan jalan untuk mencapai ketahanan, keamanan, dan kesejahteraan hidup masyarakat. Dan pada masa-masa jelang pemilihan umum, para calon presiden dan pasangannya kerap menggunakan ‘kedaulatan pangan’ sebagai jargon kampanyenya. Namun siapapun yang pernah terpilih menjadi presiden Indonesia, pada kenyataannya tidak kunjung mampu memenuhi kondisi pangan yang berdaulat untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang makmur dan sejahtera.

  • Manuel Noriega, Si Muka Nanas yang Kotor

    PERAYAAN Natal 1989 datang lebih awal di Gedung Putih. Malam, pada 19 Desember, Presiden George Herbert Walker Bush menyambut hangat tamu-tamunya. Dia tak terlihat lelah meski beberapa jam sebelumnya dia rapat serius dengan para pembantu dekatnya. Selesai acara dia masuk kamar. Keesokan harinya, pukul 07.00, televisi di AS menayangkan pernyataan presiden perihal serangan AS ke Panama dini hari lewat “Operation Just Cause”. Tujuan operasi: menangkap diktator Jenderal Noriega yang dituding telah dan terus melakukan kejahatan seperti penyelundupan obat terlarang, pemerasan, pembunuhan, dan pencucian uang. Dan perintah itu Bush keluarkan di kamarnya usai perayaan Natal itu. Nasib Noriega di ujung tanduk. Manuel Antonio Noriega lahir di Panama City, 11 Februari 1934, anak seorang akuntan yang menikahi pembantu rumah tangganya. Noriega masuk sekolah bergengsi National Institute. Lalu mendapat beasiswa di Akademi Militer Peru dan lulus tahun 1962. Kembali ke Panama, dia masuk National Guard dengan pangkat pembantu letnan. Noriega bertugas di Komando (distrik) Chiriqui, provinsi terbarat Panama.

  • Setelah Jadi ABRI, Polisi Jadi Alat Politik Penguasa

    KRITIK terhadap Kepolisian RI sehubungan dengan dugaan ketidaknetralan institusi keamanan tersebut dalam Pemilu 2024, terutama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), masih terus berjalan. Sejumlah politikus PDI P bahkan sampai membuat istilah “Partai Coklat” untuk menamakan korps Bhayangkara itu.

  • Cerita Dua Arca Ganesha di Pameran Repatriasi

    SEBONGKAH batu yang terpahat begitu halus itu menampakkan sesosok Ganesha yang sedang duduk di atas setumpukan tengkorak. Tangan kanan belakangnya menggenggam parasu (kapak), tangan kiri belakang memegang aksamala (tasbih), dan kedua tangan depannya masing-masing memegang modaka (cawan), serta belalainya sedang menghisap modaka di tangan kiri depannya.

  • Karya Seniman Belanda yang Tertinggal di Istana Bogor

    SEJAK 2020, pemerintah Belanda dan Indonesia disibukkan perkara repatriasi benda-benda seni dan bersejarah yang dijarah di masa kolonial dari Belanda ke Indonesia. Lantas, muncul persoalan mengenai apakah repatriasi bakal berlaku sebaliknya: pengembalian benda-benda seni dari Indonesia ke Belanda?

  • The Children’s Train dan Nasib Anak-anak Korban Perang di Italia

    SEORANG violinis terkemuka Italia, Amerigo Speranza (diperankan aktor Italia Stefano Accorsi), bersiap tampil dalam pertunjukan musik ketika ia mendapat panggilan telepon yang mengabarkan ibunya meninggal dunia. Kabar mengejutkan itu membuat ingatannya kembali ke tahun 1940-an, ketika ia dan ibunya, Antonietta (diperankan Serena Rossi), menjadi saksi kehancuran kota Naples di masa Perang Dunia II.

  • Sekolah Dokter Dulu Sekolah Miskin

    DEMI mempertahankan laba pengusaha dan kas Kerajaan Belanda, pemerintah kolonial Hindia Belanda amat memperhatikan bisnis-bisnis di Hindia Belanda. Kesehatan pribumi sebagai penunjang, di mana mereka menjadi mayoritas tenaga kasar dalam bisnis-bisnis itu, pun mau tak mau ikut diperhatikan. Salah satunya dengan mendirikan sekolah kedoktera pada pertengahan abad ke-19.

  • Kisah Jongkie Sugiarto, Montir Mobil Kepresidenan RI

    JONGKIE Sugiarto dibangunkan dari tidurnya pada suatu malam di tahun 1976. Jam menunjukan pukul 11 malam. Sepasukan Corps Polisi Militer (CPM) datang menjemput Jongkie malam itu. “Saya pikir ada apa. Apa tetangga saya ditangkap? Ternyata saya dipanggil ke Istana karena besoknya jam 10 pagi Presiden Marcos dari Filipina datang mendadak dan mobil harus disiapkan malam itu juga,” kenang Jongkie.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page