Hasil pencarian
Cari di situs ini
10072 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Ketika Kapolri Hoegeng Iman Santoso Kena Peremajaan
KEMUNCULAN kasus Sum Kuning –gadis penjual telur yang diperkosa sekelompok pemuda anak gedongan– yang sensitif bagi banyak pejabat Orde Baru, lalu kasus penyelundupan mobil mewah oleh pengusaha Robby Tjahyadi dkk., dan kematian Rene Conrad membuat kepolisian menjadi sibuk. Instansi yang dikepalai Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso yang dikenal antisuap dan antikorupsi itu pun berupaya berbuat maksimal. Namun, langkah kepolisian terbentur tembok tinggi penguasa. Kasus-kasus tersebut melibatkan beberapa orang yang dekat dengan Cendana atau pejabat-pejabat penting di sekitar Cendana. Kapolri pun tak bisa berbuat banyak. Bahkan, sebelum kasus-kasus itu tuntas, pada Oktober 1971 Kapolri Hoegeng digantikan oleh pejabat lain dengan dalih “peremajaan”. Istilah “peremajaan” tentu membuat wartawan terpantik untuk mempertanyakannya. Selain waktu penggantian Hoegeng tidak umum, yakni dilakukan di tengah yang bersangkutan dalam proses menangani kasus-kasus tadi, istilahnya pun tidak beres.
- Senna Si Raja Lintasan Basah
SIRKUIT Monte Carlo hari itu, 3 Juni 1984, diguyur hujan lebat jelang race Formula One Grand Prix (F1 GP) Monaco. Banyak pembalap unggulan khawatir dengan kondisi trek yang basah. Tapi tidak dengan Ayrton Senna (diperankan Gabriel Leone) kendati ia berada di kokpit mobil tim Toleman-Hart.
- Empat Film Korea Selatan yang Menggambarkan Darurat Militer
GEJOLAK politik di Korea Selatan tengah menjadi sorotan publik internasional. Darurat militer yang dideklarasikan Presiden Yoon Suk Yeol pada Selasa malam (3/12) dicabut beberapa jam kemudian setelah parlemen menolak melalui pemungutan suara. Ribuan warga turun ke jalan menuntut Presiden Yoon Suk Yeol mundur. Dalam sejarah politik Korea Selatan, darurat militer telah beberapa kali diberlakukan. Di antaranya terjadi pada Oktober 1979, darurat militer diberlakukan tak lama setelah Presiden Park Chung Hee dibunuh dan digantikan oleh Choi Kyu Hah yang kemudian digulingkan oleh kudeta militer.
- Bambang Utoyo, KSAD Bertangan Satu
TANPA boikot dari banyak petinggi teras Angkatan Darat pun, perban putih di bagian ujung kanan tangan Kolonel Bambang Utoyo yang tampak dalam upacara pelantikannya sebagai orang nomor satu di Angkatan Darat (KSAD) sudah menimbulkan kepiluan. Di dalam balutan perban putih itu, tersembunyi bekas luka sisa operasi amputasi di masa gerilya. Apalagi bila ditambah dengan suasana ganjil akibat boikot sejumlah petinggi teras Angkatan Darat, “penderitaan” yang dialami Bambang Utoyo kian bertambah. Namun, alih-alih murung apalagi sedih, Bambang Utoyo justru merasa seperti tak pernah ada masalah pada pelantikannya. Dia sudah menduga sejak sebelum acara. “Keadaaan ini saya terima dengan ketawa saja,” ucap Bambang Utoyo atas suasana pelantikan dirinya, dikutip Harian Pemandangan, 28 Juni 1955. “Tadinya saya menyangka tidak ada perwira-perwira Angkatan Darat yang akan hadir, tetapi ternyata ada beberapa yang hadir. Ini adalah suatu ujian yang harus saya terima dengan ketawa.”
- Apotek yang Melahirkan Band Rock Legendaris Indonesia
DARI 17 nama peserta yang lulus ujian menjadi asisten apoteker yang dimuat koran Bataviaasch Nieuwsblad tanggal 29 Juli 1940, nama Ismail Harahap ada di dalamnya. Ujian itu sendiri diikuti 51 peserta.
- Keluarga Ament Tuan Tanah Cibubur dan Tanjung Timur
SEJAK usia belasan tahun, Tjalling Ament (1801-1870) sudah bekerja sebagai pelaut atau kerani di perkebunan gula. Ketika berusia 19 tahun, pria asal Dokkum, Friesland, Belanda itu mengadu nasib dengan merantau ke Hindia Belanda.
- Memori Getir Pembantaian Hama
TIDAK hanya poster-poster Presiden Bashar al-Assad yang dilenyapkan dari berbagai kota di Suriah seiring jatuhnya ibukota Damaskus ke tangan koalisi oposisi pada Minggu (8/12/2024), patung-patung ayahnya pun, Hafez al-Assad, turut dihancurkan massa dari Damaskus hingga Hama. Kota yang terakhir ini punya sejarah getir di mana tangan Rezim Assad berlumuran darah puluhan ribu korban pembantaian empat dasawarsa silam.
- Setelah Inggris Menjadikan Bekasi Lautan Api
MENDARATNYA sebuah pesawat angkut C-47 Skytrain milik AU Inggris (RAF) di Bekasi pada November 1945 ternyata berbuntut panjang. Para pemuda dan penduduk yang salah memperlakukan para awak pesawat itu membuat militer Inggris, yang datang ke Indonesia sebagai perwakilan Sekutu, berang bukan kepalang. Kota di timur Jakarta itu dibumihanguskan.
- Warisan Persahabatan Indonesia-Uni Soviet di Rawamangun
DI era Sukarno, beberapa pendirian rumah sakit mendapat bantuan dari luar negeri. Amerika Serikat (AS) dari Blok Barat yang datang dengan proyek HOPE ikut membantu pembangunan awal Rumah Sakit Fatmawati. Uni Soviet dari Blok Timur pun tak mau ketinggalan.
- Sejak Kapan Toilet Dipisah untuk Laki-laki dan Perempuan?
DI banyak tempat di ruang publik, pemisahan toilet berdasarkan jenis kelamin telah menjadi hal umum. Fasilitas umum ini ditandai dengan gambar, simbol, warna atau kata dalam berbagai bahasa. Misalnya, pria dan wanita dalam bahasa Indonesia atau ladies dan gent dalam bahasa Inggris. Sheila L. Cavanagh dalam Queering Bathrooms: Gender, Sexuality, and the Hygienic Imagination menyebut toilet umum yang terpisah berdasarkan gender telah muncul jauh sebelum abad ke-19, tepatnya tahun 1739 di Paris. Toilet tersebut dibuat di sebuah restoran yang kerap menjadi tempat penyelenggaraan pesta dansa.
- Jejak Sejarah Seluncur Es
SEBILAH pisau baja terpasang di dasar sepatu. Gesekan pisau pada permukaan es membuat suhu es menghangat dan mencair. Permukaan es pun licin dan bisa diluncuri. Saat ini, es skating ( ice skating ) atau seluncur es lebih dikenal sebagai sarana hiburan maupun olahraga. Namun, pada awal penciptaannya, ia digunakan untuk bertahan hidup, terutama berburu. Sejarawan umumnya sepakat seluncur es berasal dari Eropa kuno. Para peneliti dari Universitas Oxford dan Universitas Milan menyebut kemungkinan kali pertama muncul di Finlandia ribuan tahun lalu. Ice skating atau skate berasal dari bahasa Jerman kuno, schake , yang artinya tulang kering. Kata ini juga ditemukan dalam bahasa Inggris kuno, scatch , dan dalam bahasa Belanda schaats . Penggunaan kata ini sesuai dengan alat luncur es yang kali pertama diciptakan. Tulang rusa kutub atau tulang kuda yang dilubangi dan diikat pada kaki dengan tali kulit merupakan bentuk pertama sepatu luncur. Sejumlah peristiwa dan penemuan menandai jejak perjalanan seluncur es. 3000 SM–Tulang Kaki Hewan Sepasang alat luncur tertua ditemukan di dasar danau di Swiss yang berasal dari tahun 3000 SM. Ia terbuat dari tulang kaki hewan besar. Di ujung tulang terdapat lubang tempat tali dari kulit untuk mengikat sepatu. 50 SM–Pisau Luncur Tulang yang Dipoles Bukti alat luncur es ditemukan di reruntuhan Romawi di London, Inggris, yang berasal dari tahun 50 SM. Dalam penggalian ditemukan sol kulit dan pisau yang terbuat dari tulang binatang yang dipoles. Karena pisau luncur itu berdasar rata, tak mungkin meluncur jika tanpa dorongan. Maka, si peseluncur membutuhkan sebatang tongkat yang memiliki ujung runcing untuk mendorongnya. 1250 M–Alat Luncur Besi Pertama Orang-orang Belanda menggantikan alat luncur tulang dengan pisau besi. Para peseluncur pun dapat mendorong dan meluncur hanya dengan menggerakkan kaki. 1572–Alat Bantu Perang Pertempuran Ijsselmeer berkobar di Amsterdam yang mengejutkan orang-orang Belanda. Dengan persiapan yang matang, orang-orang Spanyol bergerak maju di atas kanal beku menggunakan alat seluncur. 1696–Pisau Luncur Wilson Blade Perusahaan Wilson Blades didirikan di Sheffield, Inggris, setelah Raja Charles II meminta agar Wilson membuatkan sepasang pisau luncur untuknya. Sampai sekarang perusahaan ini masih menjadi produsen pisau luncur terkemuka. 1742–Klub Skating Pertama Klub seluncur es pertama didirikan di Edinburgh, Skotlandia. 1830–Seluncur Indah Klub seluncur indah pertama, The Skating Club, didirikan di London, Inggris. Di sini orang memperagakan kemahiran berseluncur sambil berputar, melompat, dan berputar di udara. 1848–Sepatu Luncur Es Pertama E.V. Bushnell dari Philadelphia, Amerika Serikat, menciptakan sepatu bertali dengan pisau luncur yang menempel pada dasar sepatu. Sebuah revolusi bagi es skating, karena untuk kali pertama peseluncur dapat lebih bebas berputar dan meloncat selama berseluncur di atas es tanpa takut sepatunya terlepas. 1865–Pisau Luncur Jackson Haines Jackson Haines, seorang atlet seluncur es Amerika Serikat, memperkenalkan alat luncur yang disempurnakan. Pisau luncur yang terbuat dari logam telah disertai pelat sol dan tumit. Pelat ini dapat disekrupkan pada sepatu bot. Haines juga menambahkan gerigi pada depan sepatu luncurnya. Dengan sepatu ini, peseluncur lebih bebas melakukan lompatan. 1876–Arena Seluncur Glaciarium di Inggris, arena seluncur es pertama di dunia yang menggunakan mesin pembuat lapisan es, dibuka. Pemakainya terbatas para bangsawan dan pria terhormat. 1892–Induk Organisasi International Skating Union (ISU) didirikan sebagai badan induk yang mengatur skating indah dan skating cepat di seluruh dunia. 1908–Olimpiade Skating indah dipertandingkan di Olimpiade Musim Panas di London, Inggris, 16 tahun sebelum Olimpiade Musim Dingin kali pertama digelar. 1914–Pisau Luncur Baja John E. Strauss, seorang pembuat pisau dari St. Paul, Minnesota, Amerika Serikat, membuat pisau seluncur es dari sebilah baja. Sepatu seluncur menjadi kian ringan dan kuat. 1990–Olahraga Populer Berseluncur di atas es menjadi salah satu olahraga yang paling banyak ditonton di dunia. Pada masa ini muncul bintang seperti Kurt Browning dan Joseph Sabovcik. Sampai sekarang es skating tetap menjadi olahraga populer, terutama di Olimpiade Musim Dingin.* Majalah Historia Nomor 32, Tahun III, 2016
- Dari Penaklukkan Carstensz hingga Serangan VOC ke Kesultanan Gowa
8 November 1909 Carstensz Pyramid Ditaklukkan Ekspedisi kedua Belanda yang dipimpin H.A. Lorentz berhasil mencapai padang salju abadi di salah satu puncak Mount Carstensz (kini, Gunung Jayawijaya). Puncak itu kemudian dinamai Mount Wilhelmina (kini, Puncak Trikora), sebagai penghormatan kepada ratu Belanda. Keberadaan gunung bersalju di khatulistiwa kali pertama dilaporkan Jan Carstensz, seorang pelaut Belanda pada 1623. Kala itu, ketika kapalnya tengah berlayar di Kepulauan Kei (Laut Arafura), dia melihat puncak gunung bersalju itu dan mencatatnya dalam jurnal hariannya. Untuk waktu yang lama namanya dilekatkan pada Mount Carstensz dan puncaknya yang tertinggi, Carstensz Pyramid atau Carstensz Toppen (kini, Puncak Jaya). Panglima Besar Jenderal Soedirman. (IPPHOS). 11 November 1948 Jenderal Soedirman Teken Perintah Siasat No. 1 Perundingan pelaksanaan Persetujuan Renville mengalami kebuntuan. Belanda mencoba mengulur-ulur waktu perundingan. Di sisi lain, di beberapa tempat, Belanda memindahkan pasukan ke dekat garis demarkasi. Menghadapi kemungkinan serangan militer Belanda, Panglima Besar Jenderal Soedirman menerbitkan Surat Perintah Siasat No. 1. Perintah itu langsung disosialisasikan dalam rapat bersama para panglima, gubernur, serta residen di Markas Besar Komando Djawa (MBKD) di Yogyakarta. Perintah Siasat No. 1 intinya tentang prioritas utama pertahanan dan pengungsian jika Belanda menyerang serta penerapan strategi perang gerilya. Reruntuhan Kesultanan Banten. (Nugroho Sejati/Historia.ID). 21 November 1808 Keraton Surosowan Diserang Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels mengerahkan pasukan untuk menyerang Keraton Surosowan. Dalam serangan itu Sultan Abunasar Muhammad Ishak Zainul Muttaqin, sultan Banten, ditangkap lalu dibuang ke Ambon. Serangan itu tak bisa dilepaskan dari perlawanan yang ditunjukkan Kesultanan Banten. Sultan Abunasar menolak perintah Gubernur Jenderal Daendels untuk mengerahkan tenaga kerja guna pembangunan pelabuhan di Ujung Kulon. Sultan juga menolak statusnya sebagai pegawai pemerintahan di bawah gubernur jenderal laiknya sultan dan bupati di Jawa lainnya. Puncaknya, utusan gubernur jenderal bernama Philip Pieter Du Puy dibunuh ketika datang ke Keraton Surosowan. Warga mengungsi dalam Pertempuran Surabaya. (IWM). 28 November 1945 Surabaya Jatuh Setelah bertempur dan menahan serangan Inggris selama 18 hari, satuan-satuan pejuang Surabaya mundur dari Gunungsari. Praktis, seluruh kota Surabaya sudah jatuh ke tangan Inggris. Sebagian dari tentara Republik menanggalkan seragam dan senjata lalu menyusup ke dalam kota sebagai “pasukan dalam” di wilayah yang dikuasai Inggris. Inggris sendiri menghentikan gerak pasukannya. Kendati Surabaya sepenuhnya dikuasai Inggris tapi pemerintahan sipil tetap berjalan di bawah administrasi Gubernur Suryo. Usai pertempuran itu lebih dari setengah juta penduduk Surabaya mengungsi ke kota-kota sekitarnya seperti Mojokerto, Jombang, Pasuruan, dan Malang. 18 Desember 1771 Puputan Bayu I Meletus Mas Rempeg atau Pangeran Jagapati, pemimpin perjuangan rakyat Blambangan, mendeklarasikan “puputan” atau perang habis-habisan melawan Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC). Serangan besar-besaran dilancarkan terhadap pertahanan VOC di daerah Bayu –kini masuk wilayah Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Karenanya, perang itu dikenal dengan sebutan perang Puputan Bayu. Serangan itu berhasil melumpuhkan VOC tapi Pangeran Jagapati sendiri tewas. Perang itu dipicu kebijakan tangan besi VOC yang mewajibkan rakyat Blambangan ikut kerja paksa dan membayar aneka pungutan. Cornelius Janszoon Speelman. (Wikimedia Commons). 21 Desember 1666 Kesultanan Gowa Diserang Pagi buta, kapal Laksamana Cornelius Janszoon Speelman menaikkan bendera merah dan menembaki Somba Opu, benteng pertahanan Kesultanan Gowa, dengan meriam. Pasukan Gowa, yang dipimpin Sultan Hasanuddin, sudah siap dan langsung membalas. Perang pun pecah, yang berujung pada kejatuhan Kesultanan Gowa. Serangan VOC dilatari kegagalannya memperoleh hak monopoli dagang di Gowa. Suatu armada militer di bawah pimpinan Laksamana Speelman diberangkatkan dari Batavia. Dengan kekuatan 21 kapal perang besar, 600 tentara Belanda, 400 laskar Arung Palakka dan Kapten Jongker, armada itu tiba di depan Benteng Somba Opu tanggal 15 Desember 1666. VOC dan Sultan Hasanuddin sempat berunding tapi gagal.* Majalah Historia Nomor 34, Tahun III, 2016





















