top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10072 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Siasat Mogok Nasional

    KETERLIBATAN federasi serikat buruh Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) dalam Peristiwa Madiun 1948 mendorong beberapa anggota nonkomunis memilih keluar. Mereka menilai perlu ada federasi buruh yang baru dan independen.

  • Setelah PSI Tak Ada Lagi

    SIDANG tersangka peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974 memasuki babak sembilan. Sjahrir, aktivis mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI), kena tuduhan baru. Beberapa saksi di persidangan menyebutnya sebagai orang PSI (Partai Sosialis Indonesia). Mereka beralasan Sjahrir bekas anggota Ikatan Mahasiswa Djakarta (Imada), organisasi simpatisan PSI.

  • Kisah Eddy dan PKI

    EDDY Abdurrachman Martalogawa bikin heboh menjelang pemilihan umum (pemilu) 1955. Dia dicalonkan sebagai anggota Konstituante oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun, pada daftar calon dan papan nama PKI untuk pemilu, namanya tertera disertai pencantuman nama Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI). Inilah yang jadi pangkal keberatan IPPI.

  • Kaum Hawa di Jalan Sosialisme

    PEMILU 1955 sudah dekat. Siti Wahjunah Sjahrir, istri Sutan Sjahrir, biasa disapa Poppy Sjahrir, berkeliling Jawa untuk kampanye Partai Sosialis Indonesia (PSI). “Saya berkunjung ke daerah-daerah karena di sana banyak perempuan tidak tahu sama sekali soal organisasi dan politik,” kata Poppy kepada Erwiza Erman, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dalam proyek sejarah lisan di Arsip Nasional Republik Indonesia, 3 Mei 1984.

  • Jurus Kalis Kaum Sosialis

    UNTUK melapangkan jalan menuju Demokrasi Terpimpin, Sukarno mengajukan retooling DPR hasil Pemilu 1955. “...Retooling harus kita teruskan di semua lapangan, baik lapangan ekonomi maupun lapangan politik maupun lapangan kemasyarakatan,” kata Sukarno di hadapan sidang DPR, 25 Juli 1959, dikutip Herbert Feith dan Lance Castles dalam Pemikiran Politik Indonesia 1945–1965.

  • Intelektual Muda Tukang Kritik

    MENJELANG ulang tahun pertama Gerakan Pemuda Sosialis (GPS) pada September 1955, sekelompok anggota GPS Seksi Perguruan Tinggi berdiskusi. Mereka mengudar sifat, peran, dan ideologi pergerakan mahasiswa di Indonesia, yang menurut Maruli Silitonga dalam “Gerakan Mahasiswa Sosialis”, termuat di Bunga Rampai Sosialisme, “keorganisasiannya bersimpang siur.”

  • Di Luar Jangkauan Radar Partai

    JALAN hidup R.O. Tambunan berubah. Sejak bertemu LM Sitorus, dia melupakan minat melanjutkan sekolah di Departemen Keuangan. “Dia terpikat PSI dan tertarik bergabung,” tulis Irawan Saptono dalam Membela Demokrasi: Biografi Politik RO Tambunan.

  • Dari Rehabilitasi Sampai Oposisi

    PERASAAN Soebadio Sastrosatomo campur aduk di hari pemakaman Sutan Sjahrir, 19 April 1966. Dia sangat sedih dan terpukul atas wafatnya Sjahrir. Tapi dia juga merasa hari-hari depan para penentang Sukarno bakal cerah. “Di situ ada perasaan pada saya, kita menang,” kata Soebadio kepada Rosihan Anwar dalam Pengemban Misi Politik.

  • Dari Mosi Sampai Aksi

    BARISAN Tani Indonesia (BTI), organisasi yang didirikan anggota bawah tanah kelompok Sjahrir melalui kongres petani di Yogyakarta pada 22–25 November 1945, menghadapi ujian kesolidan. Muncul rencana fusi BTI dengan Rukun Tani Indonesia (RTI), organisasi bentukan orang komunis, pada 1953.

  • Ken Dedes Perempuan Utama

    KEN Dedes kehilangan tempat di samping suami yang dicintainya. Itu setelah kehadiran Ken Umang, Parameswari lain di samping singgasana Ken Angrok. Balatentara yang dapat diperintahnya juga tak ada lagi setelah Angrok merebut kekuasaan di Tumapel. Ia pun kehilangan kepercayaan dari ayah yang dicintai dan dipujanya dengan sepenuh hati.

  • Bisnis dan Partai

    SUMITRO Djojohadikusumo tak senang dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) di bidang ekonomi. Salah satunya penunjukan De Javasche Bank sebagai bank sentral. “Saya menginginkan agar BNI (Bank Negara Indonesia) menjadi bank sentral, itu adalah bank kita sendiri,” ujarnya kepada The Kian Wie dalam Pelaku Berkisah.

  • Bertanding dari Dalam Ring

    SUKARNO mencatat kemenangan untuk sementara waktu. Dia berhasil menyingkirkan Masyumi dan PSI, dua lawan utamanya dalam usaha mewujudkan Demokrasi Terpimpin. PSI dan Masyumi didakwa terlibat PRRI/Permesta. Tanpa ampun, Sukarno mengeluarkan surat pembubaran. Masyumi mengajukan banding, tapi gagal. Sedangkan PSI justru menerima pembubaran karena tak mau menerima cap sebagai partai terlarang. Alhasil Sukarno, PKI, dan TNI-AD mendominasi arena politik.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page