Hasil pencarian
Cari di situs ini
10070 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Tak Kuasa Mencegah Punah
LAPANGAN Banteng, Jakarta, dulu benar-benar ada bantengnya. Sekira 1644, ketika Gubernur Jenderal Joan Maetsuycker menjabat, dia kerap berburu banteng di lapangan yang kala itu masih belantara. Tak tanggung-tanggung, sekali berburu dia mengerahkan 800 orang untuk membantunya.
- Polusi Tanpa Henti
TERDORONG cinta pada istri, J.W.B. Money, seorang Inggris, berlayar dari Kalkuta, India, menuju Pulau Jawa pada musim panas 1858. Dia berkasad mencari terapi penyembuhan penyakit istrinya. Sebelum menyusuri Jawa, dia singgah sejenak di Batavia. Dia terkejut menemukan keadaan di sana jauh berbeda dari apa yang dia baca di buku, bahwa Batavia kota yang kotor.
- Geliat Naga dari Asia
SAAT ini, menurut Bank Dunia, China tercatat sebagai negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto China mencapai 10 persen setiap tahunnya, sementara tingkat pertumbuhan industri mencapai 17 persen. China juga mengukuhkan diri sebagai negara pengekspor dan importir tebesar ketiga di dunia. Selama 30 tahun terakhir, China membebaskan setidaknya 600 juta penduduknya dari kemiskinan.
- Mangkuk Malapetaka Hiu
“TAPLAK meja yang terlihat bersih di akhir jamuan makan China menandakan tidak cukup hidangan untuk semua tamu,” ujar Tjong Tjay atau Benny Oei, putra bungsu pengusaha gula Oei Tiong Ham kepada wartawan-cum-penulis James Michener.
- Orde Teror
SELAMA 32 tahun berkuasa, Orde Baru ditopang kuat oleh hukum, propaganda, dan teror. Ketiganya tak bisa dipisahkan. Hukum bertegak karena teror dan propaganda digunakan untuk mendukung teror. Salah satu titik pijaknya pembunuhan massal setelah Gerakan 30 September 1965.
- Lingkungan dalam Kungkungan
SUATU pagi di sela acara Konferensi Lingkungan Hidup yang diselenggarakan PBB di Stockholm, Swedia, Juni 1972, Emil Salim, ketua delegasi Indonesia, diundang sarapan oleh Perdana Menteri India Indira Gandhi.
- Jejak Harimau di Dunia
PEMANGSA manusia sejak lama disematkan pada harimau. Ketakutan terhadap kebuasan harimau menjadi sebuah justifikasi tradisi berburu harimau. India, yang pernah menjadi rumah bagi lebih dari 40.000 harimau Bengal (Panthera tigris tigris), lekat dengan tradisi berburu harimau; baik oleh para aristokrat India maupun pejabat pemerintah kolonial Inggris.
- Haus Berburu Paus
INGAT cerita Pinokio yang tercebur ke laut dan kemudian “diselamatkan” ikan paus? Atau kisah persahabatan bocah laki-laki dengan ikan paus pembunuh (Orcinus orca) dalam film Freewilly? Kedua kisah fiksi itu menceritakan betapa “harmonis” hubungan antara paus dan manusia. Bagaimana kisah di dunia nyata? Hubungan paus dan manusia ternyata diwarnai cerita perburuan yang miris dan menyedihkan.
- Jatuh Bangun Sejarah Skateboard
SIAPA sangka jika permainan ini berawal dari keisengan belaka. Skateboard kali pertama lahir di California, Amerika Serikat, sebagai alternatif selancar air atau surfing –karenanya sering disebut sebagai “sidewalk surfing”. Bentuk pertamanya masih sederhana, terbuat dari sebilah papan kayu yang dipasangi roda di bawahnya dan tonggak kemudi di bagian depan –mirip otoped.
- Kejahatan Komunis = Holocaust?
KOMISI Eropa menolak seruan negara-negara Eropa Timur untuk memberlakukan apa yang disebut hukum genosida ganda yang akan mengkriminalisasi siapapun yang menyangkal kejahatan rezim komunis, seperti juga banyak negara Eropa melarang penyangkalan atas holocaust. Minggu lalu, enam negara Eropa Timur menulis kepada Viviane Reding, komisaris hukum Eropa, menghimbau agar Uni Eropa memberikan sanksi terhadap tindakan-tindakan “pemaafan publik, penyangkalan, serta pengecilan makna kejahatan (rezim) totalitarian.”
- Peralatan dari Tulang Manusia
SEKELOMPOK ilmuwan menemukan peralatan paling awal dalam peradaban yang terbuat dari tulang manusia –dan tampaknya dibuat oleh manusia Neanderthal, demikian diberitakan edisi online Journal of Human Evolution pada 4 Desember. Namun mereka belum bisa membuktikan atau menyangkal apakah peralatan itu dibuat sengaja, misalnya, untuk ritual atau hanya sisa-sisa kanibalisme.
- Dari SBY Sampai SDSB
RIBUAN masyarakat Yogyakarta turun ke jalan menyaksikan sidang paripurna DPRD Yogyakarta yang membahas RUU Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 13 Desember 2010. Lazimnya demonstrasi, selain diisi oleh orasi, juga disemarakkan oleh kalimat bernada protes politik pada spanduk. Di antara kerumunan massa, beberapa orang mengenakan surjan dan blangkon tampak membentangkan spanduk sepanjang lima meter. Pada spanduk yang dibuat oleh Gerakan Rakyat Mataram (Geram) tertulis, “SBY: Sumber Bencana Yogya.” Akronim bernada isinuatif itu bukan yang pertama. Sebelumnya, dalam acara peringatan Sumpah Pemuda ke-77, 28 Oktober 2005, sekira 300-an massa yang tergabung dalam Komite Bersama Rakyat Jogja Menolak Lenga (minyak) Larang (mahal) (Koramell) menggelar aksi demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dalam aksi tersebut mereka memelesetkan SBY jadi “Sengsara Banget Yo dan Soyo Bubrah Yo (semakin berantakan ya),” tulis Detiknews.com, 28 Oktober 2005.





















