Hasil pencarian
Cari di situs ini
10069 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Emiria Sunassa, Perupa Perempuan Genius
“SENIMAN menciptakan sesuatu dari apa yang dinamakan ketiadaan,” ujar Emiria Sunassa. Emiria sendiri seolah muncul dari ketiadaan, lalu menghilang begitu saja di masa akhir hidupnya. Dalam sejarah senirupa, namanya terdengar asing ketimbang nama-nama besar macam Basuki Resobowo, Sudjojono, Mochtar Apin, Rusli, dan perupa laki-laki lainnya. Padahal ia layak disebut pelopor perempuan perupa di Indonesia karena keberadaannya pada awal perjalanan sejarah senirupa dan konsistensinya dalam berkarya. Ketika orang mempertanyakan aspek gender dalam senirupa, yang melihat perempuan bukan hanya sebagai objek tapi juga subjek, Emiria Sunassa sudah bergerak lebih maju. Sudjojono, bapak senirupa modern Indonesia, bahkan pernah menyebutnya “genius”. Salah satu karyanya, “Pengantin Dayak”, yang dominan dengan warna merah jambu dan coklat tua, menjadi koleksi Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta.
- Rumah Sukarno di Tanah Karo
SEBUAH rumah lawas berdiri di pekarangan yang cukup luas di lereng sebuah bukit, sekitar dua kilometer dari pusat kota Berastagi, Sumatra Utara. Bangunannya yang berukuran 10 x 20 meter bergaya Eropa, bercat putih, dan beatapkan seng warna merah. Di pelataran depan terdapat patung perunggu Sukarno dalam posisi duduk berukuran 7 meter.
- Model Rambut Anti Kemapanan
APAKAH kesamaan yang dimiliki Michelle Obama, Editor Vogue Anna Wintour, Victoria Beckham, Katie Holmes, dan Condoleeza Rice? Meski memiliki latar belakang yang berbeda, keempat perempuan itu memilih untuk memotong rambutnya dengan gaya yang hampir sama. Potongan rambut Bob. Potongan Bob praktis, tidak terlalu panjang, mudah ditata, tapi masih menampilkan kesan feminin. Ia dianggap cocok oleh para perempuan berbagai latar belakang tadi.
- Reaksi Moskow dan Kedutaan Soviet Usai Prahara G30S
IBUKOTA Jakarta mencekam setelah Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965. Aparat militer juga memberlakukan jam malam guna pemulihan keamanan. Namun, aktivitas Kedutaan Besar Uni Soviet (kini Rusia) di kawasan Jakarta Selatan masih berjalan seperti biasa.
- Perempuan Amerika yang Memecahkan Sandi Jepang
PERTUKARAN informasi menggunakan kode atau sandi sudah menjadi hal umum dalam menyampaikan pesan sensitif dan rahasia. Oleh karena itu, Jepang beralih dari kode yang rumit ke mesin sandi untuk lalu lintas pesan diplomatik. Pada 1930-an, Jepang membeli mesin sandi Kryha dan Enigma untuk diteliti dan dimodifikasi. Jepang berhasil mengembangkan dua mesin sandi, yakni Angooki Taipu A atau Mesin Sandi Tipe A yang disebut Red Machine oleh Amerika Serikat, dan Angooki Taipu B atau Mesin Sandi Tipe B yang dikenal sebagai Purple Machine.
- CIA Incar Jenggot Fidel Castro
CENTRAL Intelligence Agency (CIA) selalu punya rencana kreatif untuk menghabisi pemimpin negara lain yang kontra terhadap Amerika Serikat. Salah satunya ditujukan untuk menggulingkan pemimpin Kuba Fidel Castro. Untuk menyukseskan rencana itu, pada awal tahun 1960 CIA menjalankan misi rahasia bernama Operasi Musang. Operasi bertujuan membunuh Fidel Castro atau paling tidak mempermalukannya di hadapan pendukungnya. Bermacam alat pendukung pun diciptakan untuk melancarkan jalannya operasi tersebut.
- Tat-Tit-Tut, Ding-Dong, Sejarah Video Game
COLORADO, Amerika Serikat, 20 April 1999. Eric David Harris dan Dyland Klebold, pemuda berusia 18 tahun, menembaki teman dan guru sekolahnya di SMA Colombine. 12 murid dan seorang guru tewas. 24 orang lainnya luka-luka. Inilah pembunuhan tersadis sepanjang SMA Colombine berdiri. Orang kemudian mencari tahu bagaimana mungkin anak seusia mereka bisa bertindak brutal?
- Gesang Telah Terbang
BENGAWAN Solo akan tetap sebagai sungai apabila Gesang tidak menuangkannya menjadi syair lagu nan syahdu. Semuanya bermula saat musim kemarau di tahun 1940, saat Gesang muda duduk di tepian sungai menatap Bengawan Solo yang surut. Ia pun mulai mengungkai kata demi kata, merangkainya menjadi syair pada secarik kertas pembungkus rokok. Enam bulan kemudian, Gesang menjuduli tembang barunya itu Bengawan Solo. Sejarah pun terukir. Bengawan Solo begitu populer. Kepopulerannya mengalir jauh hingga ke mancanegara. “Lagu dengan irama keroncong ini telah diterjemahkan dan dinyanyikan dalam bahasa-bahasa asing,” tulis IzHarry Agusjaya Moenzir dalam Gesang: mengalir meluap sampai jauh. Di Jepang, Bengawan Solo sangat digemari sehingga pernah dijadikan soundtrack sebuah film layar lebar. Jepang pula yang mendirikan Taman Gesang di dekat Bengawan Solo, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi Gesang di dalam memopulerkan keroncong. Beberapa tahun Bengawan Solo setelah diciptakan dan melejit tenar, sebetulnya Gesang sudah menciptakan dua buah lagu, salah satu yang terkenal adalah Keroncong Piatu. Lagu-lagu lain yang juga tak kalah tenarnya adalah Jembatan Merah, Sapu Tangan, Pamitan (dipopulerkan Broery Pesulima), dan Caping Gunung.
- Ada Jepang di Belakang PKS
BEBERAPA bulan setelah menduduki Jawa, balatentara Jepang membutuhkan banyak dukungan logistik, tak terkecuali sayuran. Untuk keperluan itulah Jepang mendirikan Pertaroehan dan Keloearan Sajoeran-sajoeran (Penyimpanan dan Distribusi Sayur-sayuran, red.) pada pengujung 1942 di Lembang, Bandung. Suratkabar Tjahaja menyingkatnya menjadi PKS. Organisasi yang mengatur hasil pertanian itu langsung di bawah pengawasan bagian pertanian balatentara Dai Nippon di Jawa.
- Di Balik Sejarah Kutang
JEJAK pemakaian kutang/bra dimulai sejak abad ke-3 ketika para perempuan Romawi membebatkan semacam perban untuk membungkus dada mereka saat berolahraga.
- Romusha di Seberang Lautan
BANJARNEGARA, Jawa Tengah, 1943. Karja Wiredja meninggalkan desanya, Madukara. Bersama ribuan romusha lainnya, Karja menjadi tenaga kerja kasar di Thailand. Di sana dia menjadi mandor pada proyek pembangunan jalan kereta api Nong Pla Duk (Thailand)-Thanbyuzayet (Burma, kini Myanmar) sepanjang 415 km. Untuk hasil kerjanya, Karja mendapat dua sen per hari.
- Dari BBS hingga Facebook
JIKA saja salah satu badai salju terbesar tak terjadi di Chicago pada Januari 1978, mungkin saat ini kita belum bisa berasyik-asyik mengomentari status terbaru dari teman di salah satu situs jejaring sosial.





















