top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10055 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Tak Ada Beras, Gandum pun Jadi

    Kenaikan harga gandum karena perubahan iklim dan perang Rusia-Ukraina membuat harga mi instan merangkak naik. Bahkan, sempat disebut bakal naik tiga kali lipat. Kabar ini menjadi perhatian publik karena mi instan merupakan makanan populer orang Indonesia. Popularitas mi instan tak dapat dilepaskan dari awal mula perkenalan masyarakat Indonesia dengan gandum di masa awal Orde Baru. Pada 1960-an, krisis ekonomi menghantam Indonesia. Inflasi yang menembus 650% menyebabkan kesejahteraan rakyat merosot . Kondisi itu memicu gelombang unjuk rasa mahasiswa yang menyuarakan Tritura (tiga tuntutan rakyat): bubarkan PKI, rombak Kabinet Dwikora, dan turunkan harga pangan. Jenderal TNI Soeharto yang menggulingkan Sukarno menyadari pentingnya beras bagi rakyat Indonesia. Namun, persediaannya tidak memadai. Dia pun meminta bantuan dari Amerika Serikat. Baca juga:  Taipan Mie Instan Berpulang Menurut Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto , negara-negara Barat yang dipimpin Amerika Serikat menyadari pentingnya menyalurkan bantuan makanan untuk menopang kebutuhan pangan masyarakat Indonesia di bawah kepemimpinan Soeharto yang anti-komunis. Setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Adam Malik, Wakil Presiden Amerika Serikat Hubert Humphrey menyurati Presiden Amerika Serikat Lyndon Baines Johnson. “Indonesia membutuhkan banyak sekali beras dan sedang berupaya mendapatkan beras tidak hanya dari AS… Meski begitu, mereka membutuhkan jauh lebih banyak dari AS… Saya menyarankan peningkatan penggunaan gandum dan bulgur (gandum tumbuk)…,” tulis Humphrey. Amerika bisa memenuhi sebagian permintaan beras, tapi Soeharto terus meminta lebih banyak, mengingat ketergantungan orang Indonesia pada beras. Di sisi lain, Amerika ingin mempromosikan gandum yang melimpah. Penasihat Keamanan Nasional Amerika Walter Rostow melaporkan bahwa Amerika berharap Indonesia seperti India bersedia belajar mengonsumsi gandum. Amerika kekurangan beras dan berniat meningkatkan areal tanaman padi seluas 20 atau 30 persen, tapi Amerika bisa mengirim gandum saat ini juga. Presiden Johnson yakin masyarakat Indonesia akan menyukai gandum ketika sudah terbiasa mengonsumsinya. “Seiring waktu, Soeharto mengisyaratkan bahwa gandum boleh juga kalau beras tidak bisa ditambah lagi,” tulis Borsuk dan Chng. Baca juga:  Dari Swasembada Beras ke Swasembada Pangan Akhirnya, pemerintah Indonesia menerima bantuan gandum dari Amerika meski kebanyakan rakyat Indonesia belum terbiasa mengonsumsi makanan olahan gandum seperti roti. Pada 1967, hanya kalangan menengah atas yang telah terbiasa mengonsumsi roti, makanan orang Eropa di zaman kolonial. Gandum bantuan Amerika digiling di Singapura karena Indonesia belum memiliki pabrik penggilingannya. Saat mi instan hadir pertama kali di Indonesia pada 1968, PT Lima Satu Sankyu, perusahaan yang memproduksi Supermi, harus mengimpor bahan bakunya tepung terigu. Pabrik penggilingan tepung terigu pertama di Indonesia didirikan oleh The Gang of Four, julukan untuk Liem Sioe Liong, Djuhar Sutanto, Ibrahim Risjad, dan Sudwikatmono, saudara sepupu Soeharto. Pada 1969, mereka mendaftarkan PT Boga Sari dengan modal awal Rp500 juta. Ketika Soeharto menyetujui proyek tersebut, namanya diubah menjadi Bogasari Flour Mills. Baca juga:  Gandum Belum Umum di Indonesia Borsuk dan Chng menyebut sejak awal sudah jelas manfaat yang bisa diraup Soeharto dari pembangunan Bogasari. Anggaran Dasarnya pada 1970 menyatakan bahwa 26 persen keuntungan diberikan kepada Yayasan Harapan Kita yang diketuai Ibu Tien Soeharto, dan Yayasan Dharma Putra milik Kostrad. Soeharto adalah Panglima Kostrad pada 1965. Soeharto meresmikan pabrik Bogasari di kawasan Tanjung Priok, Jakarta, pada 29 November 1971. Dalam sambutannya, Soeharto mendorong masyarakat agar terbiasa mengonsumsi makanan-makanan berbahan olahan gandum. “Kalau dahulu roti dan kue-kue dari tepung terigu hanya merupakan makanan golongan yang berpunya saja, sekarang telah menjadi bahan makanan masyarakat yang lebih luas dan tampaknya juga lebih praktis. Lagi pula bahan makanan dari tepung terigu termasuk bernilai gizi yang tinggi,” kata Soeharto dalam Berita Industri tahun 1972. Bisnisnya berkembang membuat Bogasari menambah pabrik pengolahan gandum di kawasan Tanjung Perak, Surabaya. Dalam Jatuh Bangun Keluarga Salim Membesarkan Bogasari terbitan Tempo Publishing disebutkan, pabrik pengolahan gandum di Tanjung Priok telah berkali-kali diperluas. Pabrik itu mampu menghasilkan 500.000 ton terigu setahun. Guna meningkatkan produksi, pabrik pengolahan gandum yang berada di Tanjung Perak juga turut diperluas agar dapat memproduksi gandum dalam jumlah yang besar. Baca juga:  Tentang Tiga Mi Instan Sebagai penghasil tepung terigu, Bogasari menyasar pabrik-pabrik mi instan sebagai konsumennya. Seiring berjalannya waktu, Liem juga membangun pabrik mi instan dengan merek Sarimi. Sarimi kemudian merger dengan Indomie dan mengambil alih Supermi. Salim Group pun mendominasi pasar mi instan dengan tiga merek, terutama Indomie. Menurut Borsuk dan Chng, pada masa-masa awal Bogasari, Salim tidak mendapatkan pemasukan besar karena konsumsi tepung relatif kecil. Namun, bisnis ini disiapkan untuk tumbuh berkembang karena dilindungi oleh penguasa dari persaingan. Di samping itu, ketika gagal panen mengakibatkan kelangkaan beras, pemerintah Soeharto menganjurkan konsumsi makanan berbasis tepung, yaitu roti dan mi. “Setelah Salim menjadi raksasa mi instan, gandum menjadi bagian menu makanan orang Indonesia," tulis Borsuk dan Chng. " Indonesia melompat menduduki tempat kedua konsumsi mi instan global setelah Tiongkok."

  • Siapa Jaka Tingkir?

    Dari sekian banyak karya sastra Jawa klasik, ada satu yang berjudul Babad Jaka Tingkir . Babad tersebut unik lantaran di dalamnya tidak ditemukan tokoh Jaka Tingkir. Jaka Tingkir, menurut Nancy Florida dalam Writing The Past, Inscribing The Future , merupakan tokoh legendaris pendiri kerajaan Islam pertama di pedalaman Jawa Tengah. Ia berayah Ki Kebo Kenanga yang berasal dari wilayah Pengging dekat Boyolali. Dalam Babad Jaka Tingkir hasil transliterasi Moelyono Sastronaryatmo diceritakan, ada seorang anak bernama Mas Karebet. Ia merupakan anak dari Ki Ageng Pengging dan keponakan dari Ki Ageng Tingkir. Ayah Mas Karebet wafat di tangan Sunan Kudus atas perintah Sultan Demak, Raden Patah. Mas Karebet lalu diasuh oleh bibinya, Nyi Ageng Tingkir. Kendati tidak dituliskan secara pasti bahwa Mas Karebet adalah Jaka Tingkir, kemungkinan kedua nama itu adalah orang yang sama dapat dipastikan dari tempat Mas Karebet hidup. Ada cerita tutur mengisahkan bahwa para penguasa Pajang merupakan keturunan dari para penguasa Pengging. Baca juga:  Jaka Tingkir dan Kekuasaan Demak Jaka Tingkir Menjadi Raja Meskipun ayahnya dibunuh atas perintah sultan, Jaka Tingkir tetap belajar dan mengabdikan diri ke Demak. Jaka Tingkir bahkan berhasil menjadi abdi dalem Sultan Trenggana. “Kemampuannya di pertempuran sempurna, ia naik dengan cepat melalui pangkat. Tak lama, pemuda ini telah mencapai pangkat komandan yang sangat tinggi serta pengawal elite Sultan Trenggana,” tulis Nancy Florida. Akan tetapi Jaka Tingkir harus menelan nasib pahit karena ulahnya. Ia dipecat saat menyeleksi prajurit Demak. “Semua berjalan dengan baik sampai Tingkir, muak dengan Dhadhungawuk kemudian menikamnya dengan sadak (penjepit rambut, atau—dalam penggunaan modern—daun sirih yang digulung). Dhadhungawuk mati lalu Jaka Tingkir memerintahkan penjaga untuk memotong-motong tubuh itu. Sultan ngeri ketika mendengar berita kekejaman ini sampai padanya. Tingkir dicopot dari komandonya dan diasingkan dari kerajaan,” sambung Nancy Florida. Baca juga:  Legenda Kota Suci Demak Selama masa pengasingan, Jaka Tingkir mengasah kemampuannya. Kemampuan bela diri Jaka Tingkir semakin meningkat hingga dapat menghalau hewan buas seperti buaya dan ular. Kemampuan tersebut digunakan Jaka Tingkir untuk kembali merebut hati Sultan Trenggana. “Jaka Tingkir mengatur kerbau untuk mengamuk. Seluruh prajurit tidak bisa mengatasi hanya Jaka Tingkir yang bisa. Sultan kemudian mengizinkan Jaka Tingkir kembali sekaligus menjadi Adipati Pajang dan  menikah dengan Ratu Mas Cempaka.” Setelah Sultan Trenggana wafat, takhta Demak diteruskan oleh Susuhunan Prawata. Akan tetapi ia dibunuh Aria Panangsang, raja bawahan di Jipang, dengan motif balas dendam. Kerajaan Demak praktis dianggap runtuh. “Tujuannya ialah membalas dendam kematian ayahnya, yang sebelumnya telah dibunuh atas perintah Susuhunan Prawata,” tulis De Graff dan Pigeud dalam buku Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa Peralihan dari Majapahit ke Mataram . Baca juga:  Ekspedisi Mataram Kuno ke Luar Jawa Aria Panangsang kemudian juga berencana membunuh Jaka Tingkir. Namun rencana ini gagal. Arya Panangsang dikirimi surat provokatif oleh Jaka Tingkir. Aria Panangsang yang terprovokasi lalu menggunakan kuda Gagakrimang menuju Bengawan Solo. Ia tidak berhasil menemukan Jaka Tingkir. Di sana hanya ada pasukan Pajang di bawah komando Sutawijaya, yang dijanjikan oleh Jaka Tingkir hadiah berupa tanah. Aria Panangsaang tewas di tangan Sutawijaya. “Demikianlah berakhir keluarga raja Demak cabang Jipang, dan mulailah Pajang memegang kekuasaan tunggal,” ungkap De Graff dan Pigeud. Pusat pemerintahan lalu Demak dipindahkan ke Pajang. Jaka Tingkir selaku penguasa di Pajang diangkat menjadi sultan Pajang dengan nama baru Sultan Adiwijaya. Faktor lain yang memperkuat alasan Jaka Tingkir cocok memimpin Kerajaan Pajang karena ia masih keturunan keluarga Kerajaan Majapahit. Buku cetak translitrasi babad Jaka Tingkir. Baca juga:  Dua Wali dalam Konflik Demak Sesuai dengan janjinya, Jaka Tingkir memberi tanah Mentaok untuk Sutawijaya dan Ki Ageng Pemanahan (ayah  Sutawijaya). Tempat di sebelah barat Pajang ini kemudian menjadi cikal bakal Kerajaan Mataram. Babad Banyumas mengatakan sultan Pajang telah memerintahkan untuk membunuh Yang Dipertuan di Wirasaba (suatu daerah di sebelah utara wilayah Banyumas), yang bernama Warga Utama. Menurut  De Graff dan Pigeud, “diperkirakan bahwa Keraton Pajang dalam tahun-tahun terakhir pemerintahan Raja Adiwijaya masih ingin meneguhkan kekuasaannya di tanah pedalaman dengan kekerasan senjata.” Pada 1581, Sultan Adiwijaya telah mendapat pengakuan sebagai raja Islam dan sultan di Jawa Timur serta pesisir di sebelah timur.   “Hal itu terjadi pada waktu berlangsung musyawarah khidmat di keraton Sunan Prapen dari Giri,” kata De Graff dan Pigeud. Hadir dalam musyawarah itu raja-raja dari Japan Wirasaba (di Jawa Timur), Kediri, Surabaya, Pasuruan, Madiun, Sidayu, Lasem, Tuban, Pati, dan Panji Wiryakrama dari Surabaya. Beberapa tahun setelahnya, Sultan Adiwijaya wafat. Penyebabnya masih menjadi misteri. Ada sumber yang mengatakan karena penyakit, ada juga yang mengatakan karena kecelakaan. Bahkan, ada yang berpendapat karena tindakan seorang juru taman (tukang kebun) tidak dikenal yang ingin berjasa kepada Senapati Mataram.

  • Rias Pengantin ala Serat Centhini

    Usai pelaksanaan ijab kabul, doa-doa dan salawat dilantunkan. Pengantin kakung  (laki-laki) menggunakan kampuh (jenis kain untuk pengantin Jawa) dan celana cindhe  (motif kain Jawa dengan teknik jumputan) berenda, dilengkapi kuluk  (penutup kepala) di bagian kepala dan dhuwung  (keris) di sisi kampuh. Boreh kuning melumuri tubuhnya. Ada hiasan gombyok  dari rangkaian bunga setaman. Ia lalu bersalaman dengan penghulu. Di saat yang bersamaan, pengantin putri terlihat sangat cantik hasil karya perias pengantin. Dahinya dihiasi goresan paes (riasan pada dahi pengantin Jawa). Prosesnya dimulai dari mengerik anak rambut, meletakkan pidih (bahan untuk membuat paes), lalu membuat jamang (ukiran di bagian pipi menuju rambut) di bagian kanan dan kiri. Digunakannya pula gelang kana dan kalung susun. Kampuh serta kain cinde membalut tubuhnya dari bahu hingga mata kaki. Lalu, sanggulnya berbentuk gelung bokor mengkureb . Wangi pandan menyeruak dari balik sanggulnya. Wangi itu berpadu dengan wangi rangkaian bunga melati. Cunduk mentul (aksesori pengantin, biasanya terbuat dari kuningan atau logam) berjumlah sembilan menambah kesan mewah hiasan kepala. Itulah gambaran pernikahan dalam Serat Tatacara  karangan Ki Padmasusastra yang ditulis tahun 1911. Deskripsi tersebut menjadi gambaran visual pernikahan Jawa di eranya kendati tidak jauh berbeda dari pernikahan adat Jawa pada masa kini, yang sama-sama menggunakan paes. Baca juga:  Pernikahan Bung Hatta Gunakan Adat Jawa Pada masa lalu, proses pembuatan paes merupakan sebuah ritual. Ada beberapa hal yang harus dilakukan baik untuk calon pengantin maupun tenaga perias. SeratCenthini menggambarkan hal-hal yang perlu dilakukan oleh perias pengantin Jawa. Antara lain,  perias memiliki doa khusus saat merias pengantin. Lalu, perias membaca mantra-mantra dengan harapan sang pengantin putri terlihat semakin cantik. Sebelum merias, perias disarankan melengkapi dengan sesaji. “Sesaji paes terdiri dari panggang tumpeng krambil wutuh , pitik urip gula klapa , jadah jenang pondhoh biru , kembang boreh jajan pasar , gedhang ayu suruh ayu , langkep saadune pisan , jungkat suri kaca timur , lenga sundhul mega biru , tindhihe salawe uwang, ” kata buku hasil transliterasi Kamajaya tahun 1989, Kuliner dalam Serat Centhini . Foto pengantin Jawa oleh Kassian Céphas 1845-1912. ( collectie.wereldculturen.nl ). Tumpeng, kelapa utuh, ayam hidup, gula kelapa, bubur, jajanan pasar, dan pisang satu sisir adalah bahan makanan yang dijadikan sesaji saat membuat paes. Sesaji itu lalu dilengkapi uang sebesar 25 real yang ditindih dengan sisir dan cermin. Pengantin putri disarankan duduk di atas tikar yang dilapisi berbagai daun, utamanya daun alang-alang, dan jarik besar untuk semekan (kain lilit di bagian dada) saat dirias. Baca juga:  Pernikahan Orang Jawa Kuno Berbeda dari riasan pengantin putri, riasan pengantin pria lebih simpel. Pengantin pria hanya mengerik alis dan mengerik kumis. Alas duduk yang digunakan sama seperti pengantin putri. Pakaiannya berupa kampuh dengan motif gadhung melati atau bangun tulak . Dari jasa merias itulah sang perias mendapat suguhan makanan dan minuman enak yang wajib diberikan pihak calon pengantin. Makanan untuk perias minimal nasi serta iwak (lauk). Selain itu, perias juga berhak membawa pulang jarik alas duduk pengantin. Paling utama tentu upah dalam bentuk uang. Serat Centhini menyebutkan besaran upah yang biasa diterima perias. “Upahnya uang dua real, totalnya empat real, yang diberikan hari itu juga. Baju, jarik, kemben, semua menjadi milik nyai tukang juru paes sekaligus satu set pakaian pengantin.”

  • Karayuki di Bumi Pertiwi

    NARASI tentang Jepang yang termuat di buku pelajaran sejarah maupun sejarah umum jamak berkutat pada periode kelam 3,5 tahun pendudukan dengan aneka cerita kekejaman yang mengikutinya. Bertolak dari fakta tersebut, Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok) di Jalan Imam Bonjol I Jakarta –yang dulu merupakan tempat naskah proklamasi 17 Agustus 1945 dirumuskan, dituliskan, dan diketik– menghelat pameran bertajuk “Sakura di Khatulistiwa”, 9 Agustus-10 September 2022 sebagai pengingat bahwa bangsa Jepang sudah hidup berdampingan dan bersentuhan secara sosial dan ekonomi dengan penduduk lokal dan budaya setempat sejak sebelum Republik Indonesia berdiri. Pameran di bekas rumah dinas seorang perwira kaigun (AL Jepang) itu menyajikan beragam narasi historis era pendudukan Jepang yang tersisihkan dari narasi baku. Digelar di lantai dua Munasprok, pameran itu menghadirkan sejumlah barang koleksi yang tersebar di lima galeri yang dipinjam dari koleksi Munasprok, Museum Penerangan, hingga Yayasan Persahabatan. Galeri I: Jepang di Nusantara, menampilkan narasi tentang jejak awal orang-orang Jepang. Ruangan berdinding biru itu memamerkan sejumlah lukisan dan foto lawas perihal awal-awal kedatangan orang Jepang yang direproduksi. Periode ini dimulai pada era Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC), di mana para ronin atau samurai tak bertuan didatangkan VOC sebagai pembunuh bayaran dalam rangka penaklukan Banda pada 1621. Baca juga: Pameran Yōkai, Amabie, dan Pandemi Pameran "Sakura di Khatulistiwa" menampilkan benda-benda koleksi Munasprok, Museum Penerangan, ANRI, hingga Yayasan Persahabatan (Randy Wirayudha/Historia) Selanjutnya, gelombang pertama perantau Jepang di era Hindia Belanda, dirintis karayuki , semacam pekerja seks komersial (PSK) pada medio abad ke-19. Itu digambarkan dalam sebuah foto lawas yang direproduksi yang memperlihatkan empat perempuan penghibur Jepang berparas jelita yang berpose santai dengan kimono . Sesuai etimologinya, para karayuki itu lazimnya menjejakkan kaki di Nusantara setelah mengembara dari Manchuria, Cina, dan Singapura dengan faktor pendorong ekonomi. “ Karayuki-san jadi lema untuk menyebut para perempuan yang berasal dari Pulau Amakusa di Semenanjung Shimabara di barat Kyushu. Karayuki yang artinya ‘pergi ke Cina’ tak lain karena Kyushu yang terdekat dengan Cina. Mereka biasanya datang dari masyarakat miskin di periode Meiji-Taishō untuk mencari nafkah di negeri orang sebagai PSK. Mereka sudah masuk ke Singapura dan berdiam di rumah-rumah bordil sejak 1870 bersaing dengan ah ku atau PSK Cina di era kolonial Singapura,” ungkap James Francis Warren dalam Ah Ku and Karayuki-san. Baca juga: Menyesapi Cerita-Cerita Tersembunyi di Pameran Revolusi! Para karayuki-san yang umumnya berusia 18 tahun itu umumnya dijadikan komoditas para human trafficker via jalur laut. Mereka diselundupkan dari Singapura maupun “diimpor” langsung dari Jepang dengan modus klasik: mencari penghidupan lebih baik di rantau. Konsentrasi terbanyak mereka dimulai dari Medan, Sumatera. “Sebelum Perang Dunia I, terhitung ada 500 sampai 600 karayuki-san di Medan, lebih dari 100 di Batavia (kini Jakarta), lebih dari 200 di Surabaya, lebih dari 60 di Semarang, dan 400 sampai 500 di Lombok,” tulis Hiroshi Shimizu dalam artikelnya, “Evolution of the Japanese Commercial Community in the Netherlands Indies in the Pre-War Period”, termuat dalam buku Japan and South East Asia: From the Meiji Restoration to 1945. Beberapa galeri dengan narasi berbeda di Pameran "Sakura di Khatulistiwa" (Randy Wirayudha/Historia) Kembang Jepun Menjadi Aib Menjamurnya karayuki-san di Asia Tenggara, khususnya di Hindia Belanda, baik dari Cina maupun Jepang didorong oleh faktor ekonomi dan sosial yang perlahan berubah di abad ke-19. Eric Tagliacozzo dalam Secret Trades, Porous Borders: Smuggling and States Along a South Asian Frontier, 1865-1915 mencatat, mulanya kebutuhan syahwat orang-orang Eropa cukup terpenuhi dengan kawin kontrak atau pergundikan dengan para perempuan setempat. Tetapi seiring ekspansi pekerja rantau meningkat, dibutuhkan pula impor wanita penghibur mereka. “Itu jadi satu alasan (kolonialis) Singapura dan Batavia mentoleransi dan bahkan mendorong prostitusi karena sistem prostitusi mulai dibutuhkan untuk memenuhi rasio seks di masing-masing golongan masyarakat,” tulis Tagliacozzo. Seiring para gundik maupun PSK dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan “diekspor” ke Singapura, maka gelombang “impor” PSK Jepang ke Hindia Belanda juga dimulai. Lazimnya, lanjut Tagliacozzo, para PSK ilegal itu ditempatkan di perkebunan-perkebunan guna memenuhi kebutuhan biologis para buruh. Baca juga: Nyai Ontosoroh dan Kisah Pergundikan di Hindia Belanda Potret para karayuki-san  atau perantau Jepang yang ambil profesi penjaja seks di Hindia Belanda (Randy Wirayudha/Historia) Dari Sumatera, para karayuki-san lalu menjamah kota-kota metropolitan di Jawa. Kehadiran mereka turut mendorong ekspansi ekonomi dan perdagangan Jepang. Pasalnya, para pedagang toko kelontong Jepang mulai berdatangan dengan tujuan awal untuk memenuhi segala kebutuhan para karayuki-san , di samping menjadi pelanggannya. “Pedagang kelontong (Jepang) melayani kebutuhan karayuki-san , antara lain sewa-menyewa kamar (sehubungan kegiatan prostitusi), menyediakan masakan Jepang, membuka salon, dan jual beli ikat pinggang untuk kimono dan lain sebagainya,” ungkap F.X. Domini B.B. Hera dalam “Menjual Tubuh di Negeri Jajahan: Prostitusi Jepang di Hindia Belanda, 1885-1912” yang dimuat di Jurnal AGSI edisi Juli-September 2011. Baca juga: Awal Mula Toko Jepang di Indonesia Para “Kembang Jepun” itu jelas punya andil dalam perekonomian Jepang. Mereka mendatangkan devisa lewat remitansi bagi pemasukan Jepang. “Banyak karayuki-san mengirim sebagian penghasilan mereka kepada keluarga yang miskin di Jepang. Kantor Pos Nagasaki pernah menerima remitansi mencapai lebih dari 200 ribu yen per tahun dari para karayuki-san di Asia Tenggara, terlepas dari banyak pula dari mereka yang meninggal karena malaria atau penyakit kelamin,” sambung Shimizu. Salah satu potret toko Jepang (Randy Wirayudha/Historia) Fenomena karayuki di Hindia Belanda menurun drastis kala Gubernur Jenderal Alexander Willem Frederik Idenburg mengeluarkan larangan prostitusi khusus di Jawa dan Madura pada 1912. Mayoritas karayuki-san pun memilih eksodus dari Hindia Belanda. Sebagian balik ke Sumatera, dan hanya sebagian kecil bertahan di Jawa secara diam-diam dan beroperasi terselubung. Fenomena karayuki-san itu baru “punah” di Hindia Belanda memasuki pertengahan 1920-an. “Prostitusi Jepang ‘dihapuskan’ pada 1912, dua tahun setelah konsulat (Jepang) didirikan. Hal ini terjadi karena perubahan paradigma pemerintah Jepang yang tidak lagi melihat prostitusi diperlukan demi kepentingan nasional namun dipandang sebagai kokujoku , kehinaan nasional. Dengan demikian mereka mencabut kategori pekerjaan tersebut dengan penghapusan prostitusi Jepang berlisensi ( haisho ),” imbuh Domini BB Hera. Baca juga: Jaringan Toko Jepang Aturan tersebut juga didorong kelas sosial yang dimiliki orang Jepang di Hindia Belanda. Berbeda dari orang-orang Arab dan Cina yang digolongkan sebagai warga kelas dua, orang Jepang disamakan statusnya sebagai warga kelas satu sebagaimana orang-orang Eropa. Kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905 dan pendudukan Korea pada 1910 membuat Jepang dianggap negeri imperialis yang setara dengan bangsa Eropa. Hingga Perang Dunia I, Jepang berangsur-angsur mengubah image -nya dengan mengutamakan ekspansi ekonomi lewat para pedagang ketimbang melalui para penyedia jasa seks. Sedikit di antara eks-PSK Jepang juga dikaryakan sebagai pekerja toko. Dengan berdirinya beberapa konsulat sejak 1909, kegiatan perekonomian dan perdagangannya mulai ditata dengan rapi. “Untuk meningkatkan kesejahteraan para pedagang, didirikan Asosiasi Jepang Sumatera. Asosiasi itu juga bertujuan mempromosikan perdagangan orang-orang Jepang ke pejabat-pejabat Hindia Belanda. Setelah di Sumatera, asosiasi yang sama juga didirikan di Batavia, Semarang, dan Surabaya pada 1913,” tukas Shimizu. Karya-karya Pramoedya Ananta Toer yang menyelipkan seorang sosok fiktif karayuki-san  (Randy Wirayudha/Historia)

  • Calon Insinyur Gugur dalam Pertempuran

    SETELAH Indonesia merdeka, Belanda kembali datang untuk menguasai bekas koloninya. Para pelajar terpanggil untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan. Salah satunya, Susanto, pelajar Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) di Malang. Ia bergabung dengan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) di Jawa Timur sebagai komandan Batalion 5000 yang berkedudukan di Malang. Moehkardi dalam Bunga Rampai Sejarah Indonesia dari Borobudur hingga Revolusi Nasional  menyebut embrio TRIP telah terbentuk di Surabaya pada Oktober 1945. Para pelajar SMP dan SMA ikut dalam aksi melucuti senjata tentara Jepang pada akhir September 1945 di Surabaya. Di bawah pimpinan Mas Isman dibentuk pasukan pelajar SMP dan SMA di Jalan Darmo, Surabaya. Mulanya pasukan ini bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR) Pelajar. Mengikuti perubahan BKR menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Tentara Republik Indonesia (TRI), maka pada awal 1947, Mas Isman dan kawan-kawannya membentuk TRI Pelajar di Malang. Pasukan itu dikenal sebagai TRIP dan para pelajarnya disebut Mas TRIP. TRIP Jawa Timur mendapat respons positif dari para pelajar yang sebelumnya telah bergabung dalam berbagai kesatuan perjuangan. Setelah konsolidasi pasukan, TRIP Jawa Timur memiliki lima batalion: Batalion 1000 di Mojokerto dipimpin oleh Gatut Kusumo, Batalion 2000 di Madiun dipimpin oleh Surachman, Batalion 3000 di Kediri dipimpin oleh Sudarno, Batalion 4000 di Jember dipimpin oleh Mukarto, dan Batalion 5000 di Malang dipimpin oleh Susanto. Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer I pada 21 Juli 1947, TRIP Malang mendapat tugas mempertahankan sektor barat Malang. Pimpinan TRIP membagi pasukannya dalam empat kelompok. Kelompok KI.A terjadi atas pelajar SPMA dan SMP mengambil posisi di Jalan Ijen Utara. Kelompok KI.B terdiri atas pelajar SPMA, SMP, dan Sekolah Pertanian, serta sejumlah mahasiswa dan anggota staf markas pusat TRIP mengambil posisi di markas Batalion 5000 di Jalan Salak. Kelompok KI.C yang merupakan anggota Peleton 5203 dan terdiri atas pelajar SPMA mengambil posisi di sebelah barat lapangan pacuan kuda. Terakhir, kelompok KI.D terdiri atas anggota Kompi 3100 mengambil posisi di ujung selatan Jalan Ijen. Menurut Moehkardi, selagi pasukan TRIP mengatur posisi, pimpinan Divisi memutuskan untuk menarik mundur pasukan ke luar kota. Keputusan itu tidak diteruskan ke kesatuan lain, sehingga saat tentara Belanda tiba, pasukan TRIP dan pasukan Polisi P3 tetap bertahan di Malang, sementara pimpinan Divisi telah mundur ke Kediri. Pada Kamis, 31 Juli 1947, Belanda mengerahkan pesawat pengintainya, Si Capung, untuk mengamati posisi pasukan TRIP di sektor barat kota. Tak lama kemudian muncul pesawat Mustang melepaskan tembakan ke lokasi pasukan TRIP. Beruntung tak ada korban. Pasukan TRIP kemudian dikejutkan dengan bunyi letusan senjata dari jarak dekat. “Tembakan tersebut ternyata datang dari pasukan Belanda yang tiba-tiba telah muncul di Simpang Lima, Jalan Ijen, yang berjarak hanya beberapa puluh meter dari tempat kedudukan pasukan TRIP di Jalan Salak,” tulis Moehkardi. Serangan mendadak pasukan Belanda itu membuat panik anak-anak TRIP. Pasalnya, banyak di antara mereka belum berpengalaman dalam berperang. Sementara itu, pasukan Belanda yang terdiri dari Brigade KNIL dan Brigade Marinir dengan mengendarai tank AM-Track (sejenis tank amfibi) dan brencarier  telah memasuki Kota Malang tanpa perlawanan yang berarti. Pasukan Belanda bergerak dari arah timur dan barat untuk menjepit posisi pasukan TRIP di Jalan Salak. Moehkardi menyebut posisi yang paling gawat dialami Kelompok B yang berada di markas batalion TRIP di Jalan Salak. Kelompok ini yang pertama menjadi sasaran serangan mendadak pasukan Belanda dari Simpang Lima Jalan Ijen. Akibat serangan mendadak tersebut anak-anak TRIP berlarian ke arah utara. Sembari menghindari tembakan, mereka menyeberangi jalan raya menuju ke lapangan pacuan kuda. Tak sedikit pelajar yang tewas tertembak saat mencoba menyeberangi jalan. Mereka yang berhasil sampai di sebuah parit di tepi jalan segera mengatur posisi untuk melakukan perlawanan. Namun, tank Belanda yang terus mendekat dan berondongan tembakan pasukan Belanda membuat parit tak bisa lagi menjadi tempat berlindung. Dalam keadaan terdesak pasukan Belanda, Susanto, pemimpin Batalion 5000, berusaha membangkitkan semangat kawan-kawannya. “ Er zal een wonder gebeuren  (akan terjadi suatu keajaiban)” kata Susanto berteriak kepada kawan-kawannya. Menurut Dukut Imam Widodo dalam  Malang Tempo Doeloe , Susanto yang juga ketua Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) terus menembak dengan senjata laras panjangnya, Arisaka. Ketika pelurunya habis, ia menggantinya dengan pistol Nambu . Susanto kemudian mengambil keputusan tak terduga. Dengan pistol di tangan kiri dan granat di tangan kanan, Susanto melompat ke punggung tank Belanda. Namun, belum sempat melemparkan granat, Susanto roboh ditembak dari belakang. “Tank Sherman itu berhenti. Lalu mundur dan dengan sengaja melindas tubuh Susanto yang seketika hancur. Anak-anak TRIP yang menyaksikan tubuh komandannya digilas tank hanya bisa menundukkan kepala,” tulis Dukut. Kematian Susanto menjadi duka bagi anak-anak TRIP Malang. Dia dikenal sebagai pemimpin yang kerap membakar semangat kawan-kawannya untuk terus berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Serangan Belanda pada 31 Juli 1947 menjadi pertempuran terakhir Susanto. Pelajar SPMA yang bercita-cita menjadi insinyur pertanian ini pun gugur.  Dukut menyebut cita-cita Susanto kemudian dilanjutkan oleh kekasihnya, Rahayu. Selepas SMA, Yayuk melanjutkan ke Institut Pertanian Bogor. Beberapa tahun kemudian, dia ziarah ke Taman Makam Pahlawan TRIP di Jalan Salak, tempat Susanto dan 34 anggota TRIP dimakamkan, sambil membawa ijazah sebagai sarjana pertanian. Yayuk menunjukkan kepada Susanto bahwa dia berhasil meneruskan cita-cita sang komandan yang pupus karena perang.*

  • Tipu-Tipu Dukun Dibongkar Pesulap

    SOSOK berjas merah dengan wig berwarna senada itu mulai menggebu-gebu setelah memegang sebotol cairan bening di tangan kanan  dan mangkuk kaca transparan serta sebungkus tissue di tangan kirinya. Ia hendak memamerkan sebuah trik receh dalam dunia sulap. Marcel Radhival, sosok tadi, yang kondang dengan nama panggung Pesulap Merah, menguraikan apa saja yang sedang ia genggam sebagai bagian dari triknya. Botol itu terisi cairan glisterin. Sementara di balik beberapa lembar tissue yang ia remas-remas hingga tak lagi berbentuk, sudah dituangkan sebuah zat kimia lain berbentuk bubuk. “Piringnya (mangkuk) ini sudah ditetesin glisterin. Terus ‘dia’ meludah-meludah, kan? Itu hanya kamuflase biar orang enggak mikir ada cairan apa itu. Berikutnya tissue-nya dalamnya sudah ditaruh bubuk zat kimia. Ini trik dasarnya banget ya,” cetus Pesulap Merah dalam video yang diunggah di kana l Youtube -nya, Marcel Radhival. Baca juga: Cerita Lama Pawang Hujan Mangkuk lantas ditaruhnya di tanah. Kemudian tissue tadi ditekan-tekan ke dasar mangkuk agar cairan glisterinnya membasahi tissue yang sudah terdapat bubuk zat kimia yang tak bisa ia sebutkan namanya dengan alasan, agar tak ditiru “calon-calon” dukun berkedok agama lain. Hanya dalam hitungan detik, tissue yang sudah terdapat bubuk zat kimia dan terbasahi glisterin itu berasap disusul kobaran api.  “Whuaaaah! Whuuuaaah! Balonku ada lima. Rupa-rupa warnanya, hijau-kuning-kelabu! Wuidih, nyala!” celetuknya dengan bergestur bak dukun. Montase trik membakar tissue tanpa disulut api (Youtube Marcel Radhival) Itu hanya satu dari sekian trik sulap untuk membakar sebuah benda tanpa disulut api yang dipamerkan Pesulap Merah. Ia membongkar trik itu menyusul trik serupa yang dilakoni Gus Samsudin alias Samsudin Jadab yang diduga melakoni praktik dukun berkedok agama dengan modus pembersihan santet. Keduanya sempat “berbalas pantun” lewat Youtube masing-masing. Ketika Pesulap Merah mendatangi padepokan Gus Samsudin di Rejowinangun, Blitar, Jawa Timur, kunjungannya pun berubah jadi kericuhan. Baca juga: Pawang Hujan dalam Peresmian TMII Tujuan kunjungan itu disampaikan Pesulap Merah saat berbincang dengan maestro sulap Deddy Corbuzier di podcast -nya. Pesulap Merah mengaku niatnya mendatangi Gus Samsudin untuk minta pembuktian, apakah kesaktian Gus Samsudin benar atau rekayasa untuk merugikan masyarakat dengan membawa-bawa agama. Pesulap Merah mengklaim niatnya adalah untuk memberitahu agar publik lebih mawas diri terhadap dugaan penipuan serupa oleh dukun-dukun berkedok agama selain Gus Samsudin. Pun ketika trik mereka dibungkus dalam kemasan edutainment . Trik-trik manipulatif (ilusi) yang dilakukan para pesulap dilakukan hanya dalam ranah pertunjukan hiburan. Sedangkan dukun menggunakan trik-trik serupa untuk menipu orang dengan mengusung “intrik” gaib dicampur agama. “Justru yang kayak gitu mencemarkan nama baik agama. Makanya saya bongkar rahasianya. Tujuan saya edukasi. Kita pesulap berusaha menghibur (namun, red .) kurang dihormati, tapi ketika dukun berusaha nipu dengan trik receh kok dihormati? Malah rela keluar uang ratusan juta. Itu yang mirisnya di Indonesia. Lebih baik juga kembali percaya pada Tuhan daripada perdukunan,” tukasnya. Houdini vs Barisan Dukun Fenomena pesulap kontra dukun sejatinya bukan barang baru. Kendati tak sama, “perang” Pesulap Merah vs Gus Samsudin pernah terjadi lebih dari seabad lalu di London. Pada medio 1914, panggung Empire Theatre, London, bergemuruh dengan tepuk tangan penonton yang terpukau oleh trik menembus dinding yang dilakoni pesulap kondang Harry Houdini (diperankan Adrien Brody). Saking kagumnya, sastrawan pencipta kisah-kisah detektif Sherlock Holmes, Sir Arthur Conan Doyle (David Calder), bersama istrinya, Lady Doyle (Linda Marlowe), memuji langsung di belakang panggung. Sir Arthur menyatakan Houdini memiliki kekuatan supranatural kendati Houdini bersikeras itu hanya trik belaka. Itu jadi pertemuan perdana Houdini dengan Sir Arthur yang tergambar di biopik Houdini . Film garapan sutradara Uli Edel dengan format miniseri yang terbagi dalam dua part itu ditayangkan di jaringan televisi History pada 1-2 September 2014. Momen itu pula yang membawa pertemanan sekaligus pertikaian antara Houdini dan Sir Arthur berkalang perdukunan. Pasalnya, Lady Doyle mengaku sebagai cenayang yang mampu jadi perantara komunikasi antara seseorang dengan kerabat yang sudah almarhum, di mana dalam hal ini Houdini dengan mendiang ibunya. Baca juga: Trik Sulap Houdini Berujung Maut Kendati Houdini tak pernah percaya perdukunan, Sir Arthur dan Lady Doyle mencoba meyakinkan sebaliknya ketika Houdini diajak ke sebuah ruangan gelap hanya bercahayakan lilin. Houdini sempat tercengang dan matanya berkaca-kaca ketika Lady Doyle tetiba seperti kerasukan. Berbekal sebatang pensil dan selembar kertas, Lady Doyle yang kesurupan mencorat-coret kertasnya dengan beberapa lema abstrak. Alih-alih “termakan” Houdini justru geram. “Istrimu penipu! Ibuku tak bisa berbahasa Inggris sepatah katapun. Dan malam itu adalah ulangtahunku dan ibuku tak pernah lupa ulangtahunku. Tidak pernah! Istri Anda penipu!” kata Houdini menghardik, yang dijawab Sir Arthur dengan pukulan ke perut Houdini. Dua adegan Harry Houdini yang menuduh Lady Doyle penipu (History Channel) Usai melabrak Sir Arhur dan Lady Doyle itu, Houdini menyatakan di radio perang terhadap para cenayang, paranormal, dan dukun palsu. Ia bersumpah selama dia hidup akan terus membongkar kepalsuan para dukun di muka publik. Ia juga menantang pembuktian bagi siapapun yang benar-benar mampu jadi perantara ia dan mendiang ibunya, dengan imbalan 2.500 dolar. Meski biopik itu diselingi banyak hal yang didramatisir, setidaknya itu menggambarkan fakta bahwa Houdini selain terus mendongkrak namanya sebagai seniman sulap dengan trik-trik menantang maut ( escape artist ), juga mempelopori pesulap yang punya passion membongkar penipuan dukun. Sosok bernama asli Erik Weisz itu menginspirasi pesulap lain seperti The Amazing Randi, Dorothy Dietrich, Penn & Teler, dan Dick Brookz yang acap membongkar tipu-tipu dukun. Baca juga: Mahaguru Investasi Tipu-tipu Arthur Moses dalam HoudiniSpeaks Out!: “I Am Houdini! And You are a Fraud!” mencatat, lazimnya Houdini di sela-sela kesibukannya akan menugaskan asistennya, Rose Mackenberg, untuk mengintai sejumlah cenayang di kota-kota yang akan didatangi Houdini. Rose akan menyamar sebagai seorang ibu yang baru ditinggal mati anaknya dan meminta bantuan si dukun sekaligus memata-matai metode-metode penipuannya. “Setelahnya Houdini juga menyamar, mengingat ia mudah dikenali sebagai publik figur. Houdini juga sering mengundang polisi (berpakaian preman) dan wartawan untuk ikut menyaksikan penipuannya. Dan ketika ia sukses membongkar penipuannya, ia akan menembakkan senternya ke muka si dukun dan dengan lantang menyatakan: ‘Saya Houdini! Dan Anda adalah penipu!’,” ungkap Moses. Harry Houdini alias Erik Weisz yang diapit ibunya, Cecilia Steiner Weisz (kiri) dan istrinya, Wilhelmina Beatrice 'Bess' Houdini ( loc.gov ) Kendati mulai dibenci kalangan spiritual dan supranatural, Houdini tak pernah gentar. Ia bahkan masuk ke anggota komite jurnal sains The Scientific American Magazine sejak 1922, untuk mempublikasikan setiap tantangannya. Dalam banyak selebaran yang diterbitkan, umumnya Houdini akan memberikan hadiah 2.500 sampai 10 ribu dolar jika si dukun mampu memperlihatkan tiga kali kemampuan atau metode yang tak bisa dijelaskan dengan nalar dan logika Houdini. Salah satu yang menjajal tantangan itu adalah cenayang asal Boston Madam Margery alias Margery Mina Crandon. Di hadapan komite, Margery yang tampil dengan kostum minim untuk mengalihkan perhatian mata para anggota komite, memperlihatkan kekuatan paranormalnya dengan membunyikan bel dan membuat beberapa benda mengapung di sebuah ruangan yang remang-remang. Baca juga: Benarkah Westerling Sakti Mandraguna? “Houdini yang kebetulan tidak hadir, menginvestigasinya sendiri dengan mengatur uji kemampuan sang cenayang lagi. Setelah mengetahui metode-metodenya, Houdini diam-diam mampu membongkar beberapa alat sang cenayang yang dinamakan ‘The Margery Box’. Alhasil, tak satupun keajaiban Margery yang bisa ditunjukkan sebagaimana sebelumnya,” lanjut Moses. Paranormal era 1920-an lain yang –di kemudian hari ia mengaku penipu– menjajal tantangan itu adalah Nico Pecoraro. Ia mengaku bisa menggerakkan beberapa benda dengan tangan dan kaki terikat menggunakan metode kerasukan arwah mendiang cenayang legendaris Eusapia Palladino. Padahal, metode trik-trik Palladino sudah sering dibongkar Houdini pada akhir 1918. “Palladino menipu di Cambridge, di l’Aguélas, dan dia juga menipu di New York dan setiap kali ia tepergok menipu, kalangan spiritualis tetap memaafkannya, memakluminya. Logika mereka benar-benar berada di ambang batas lelucon,” kata Houdini dalam buku yang ditulisnya bersama Clifford Martin Eddy Jr., A Magician Among the Spirits. Selain mempublikasikan tantangan, Houdini acap muncul dengan penyamarannya (Repro: Houdini Speaks Out! ) Aksi-aksi Pecoraro sendiri “di- endorse ” kalangan spiritualis ternama, di antaranya Sir Arthur dan peneliti cenayang Hereward Carrington. Biasanya Pecoraro akan diikat di kursi dengan tali sepanjang 60 kaki, lantas tubuhnya ditutup kain. Setelah mengklaim kerasukan arwah Palladino, Pecoraro yang bertindak sebagai mediator mampu menggerakkan atau membunyikan beberapa benda yang diletakkan di atas meja di sebelahnya. Houdini pun mengujinya sampai empat kali. Pada aksi keempat itulah Houdini meminta Pecoraro diikat di kursi dengan tali-tali yang pendek ketimbang tali yang panjang. Houdini sudah curiga Pecoraro merupakan escape artist juga. Di situlah tipuannya terbongkar. Dengan simpul tali-temali yang lebih pendek dan lebih ketat, Pecoraro gagal menampilkan “keajaibannya”. Pecoraro akhirnya mengakuinya pada 1931, lima tahun pasca-Houdini wafat. “Mediator ternama dunia, Nico Pecoraro memberikan pengakuan bahwa aksi-aksinya adalah palsu. Meski Lady Doyle membantah, ia (Nico) menyatakan mereka (kalangan spiritualis) begitu mudah ditipu. Dalam wawancaranya dengan Empire News , Nico menyatakan kemampuannya dipelajari dari skill mendiang Harry Houdini,” tulis suratkabar Sunday Times , 28 Juni 1931. Baca juga: Bruce Lee dalam 10 Fakta (Bagian I) Meninggalnya Houdini pada 31 Oktober 1926 pun memantik aneka rumor. Mulai dari kena kutuk atau santet para dukun hingga ada orang sewaan kalangan spiritualis yang memukul perut Houdini dengan fatal. Perlu diingat, Houdini acap unjuk kekuatan di sela pertunjukannya dan mengaku tubuhnya tahan pukulan. Rumor-rumor itu berlandaskan pengakuan beberapa saksi bahwa pada suatu malam di belakang panggung Princess Theatre di Montreal, Kanada, Houdini didatangi pemuda Jocelyn Gordon Whitehead, Jacques Price, dan Sam Smilovitz alias Sam Smiley. Ketiganya menantang jika Houdini percaya pada Alkitab, maka perutnya takkan kesakitan ketika dipukul. Houdini mendemonstrasikan trik "Margery Box" (kiri) dan trik membunyikan bel (Repro: Houdini Speaks Out! ) Houdini, dengan ‘pede’ menyikap pakaiannya untuk mengumbar perutnya. Whitehead lantas melancarkan beberapa pukulan sampai Houdini tumbang ke sofa. Setelahnya, Houdini tetap tampil di atas panggung dengan rasa nyeri di perutnya. Sampai dua malam berikutnya rasa nyeri itu membuatnya tak bisa tidur. Ketika diperiksa dokter, Houdini mengalami demam tinggi hingga 39 derajat celcius. Houdini mengabaikan saran dokter dan tetap tampil pada pertunjukan berikutnya di Garrick Theater, Detroit, 24 Oktober 1926. Saat pertunjukan dia sudah kena demam 40 derajat celcius. Ia pingsan di tengah pertunjukan lalu dilarikan ke Rumahsakit Grace Detroit. Houdini lantas dinyatakan meninggal pada 31 Oktober 1926 di usia 52 tahun dengan diagnosa appendicitis (usus buntu). “Jawaban penyebab kematiannya cenderung kombinasi dari banyak faktor. Padatnya jadwal Houdini membuatnya kesulitan menemui dokter spesialis. Memang benar bahwa seorang penggemar memukul perutnya tapi pukulan itu bukan penyebab utama usus buntunya –trauma fisik tak bisa memicu usus buntu. Houdini sudah lama menderita usus buntu ketika ia kena pukul,” tandas Ira Rutkow dalam Seeking the Cure: A History of Medicine in America. Baca juga: Bruce Lee dalam 10 Fakta (Bagian II – Habis) Aneka trik menantang maut Harry Houdini ( loc.gov )

  • Eddy Gombloh Kawan Tentara

    BANYAK yang mengenal Eddy Gombloh sekadar pelawak yang sering muncul di film dan televisi. Ternyata, dia cukup dekat dengan tentara dan punya peran pada masa awal pemerintahan Orde Baru. Pada 1989, Eddy Gombloh bersama para artis menghadap Presiden Soeharto di Jakarta. Buku Presiden RI ke II Jenderal Besar H.M. Soeharto dalam Berita: 1989 menyebut Eddy Gombloh bersama Lilis Suryani dan Bakar Iskandar sebagai bagian dari Yayasan Dharma Artis Indonesia yang isinya artis BKS-Kostrad 1965–1970. BKS-Kostrad singkatan dari Badan Kerjasama Seniman-Komando Tjadangan Strategis Angkatan Darat. Jumlah artis yang bergabung dalam BKS-Kostrad mencapai 1.264 orang. Majalah terbitan TNI-AD, Yudhagama tahun 1985 menyebut Yayasan Dharma Artis Indonesia (Artis BKS-Kostrad 1965–1970) telah banyak memberikan sumbangsihnya kepada prajurit ABRI berupa hiburan semasa penumpasan G30S/PKI.

  • Tari Gambyong dari Jalanan ke Istana Hingga Pernikahan Modern

    Alunan gamelan mengiringi gerak sekelompok penari perempuan. Tubuh mereka dibalut kemben berpadu dengan kain batik. Tidak ketinggalan sanggul dan “cunduk mentul” di bagian kepala serta taburan bunga melati di berbagai titik. Kibaran selendang warna-warni mengiringi setiap gerak. Demikianlah viasualisasi dari tari Gambyong. Dewasa ini, Gambyong banyak dijumpai dalam resepsi pernikahan adat Jawa. "Sebagai keturunan Jawa yang menggunakan adat Jawa di pernikahan aku, aku mau menyambut tamuku dengan tari Gambyong," ujar Iklima kepada Historia.id melalui percakapan seluler. Iklima adala seorang guru kesenian di SMP 3 Kalibagor, Purwokerto, menerangkan alasannya memilih Gambyong pada acara pernikahannya yang diselenggarakan di Jakarta. Selain di resepsi pernikahan, Gambyong juga ditampilkan pada acara-acara diplomasi kebudayaan maupun penyambutan tamu. Perjalanan tari Gambyong hingga bisa bertahan dan dikenal sampai kini tidak lepas dari peran Keraton Surakarta dan Kadipaten Mangkunegaran. Baca juga:  Tarian Perang Pangeran Sambernyawa Gambyong di Istana Menurut Sri Rochana Widyastutieningrum, dosen di Institut Seni Indonesia (ISI), dalam Sejarah Tari Gambyong: Dari Rakyat Menuju Istana , istilah Gambyong merupakan singkatan dari kata Gambirsawit dan Boyong , yaitu nama gending yang selalu digunakan untuk mengiringi Tayub. Namun, versi lain mengatakan berbeda. R.M. Sajid dalam Babad Sala  mengatakan, Gambyong adalah nama seorang penari tayub pada masa pemerintahan Pakubuwana IV di Surakarta. Tayub merupakan pertunjukan jalanan berupa tarian dan gamelan yang populer saat itu. Para penari dan pengiring mengamen dari satu tempat ke tempat lain. Kadang kala ada sekelompok orang sengaja meminta kelompok tayub untuk tampil di suatu perayaan dengan imbalan yang telah ditentukan. Baca juga:  Mengenang Dwitunggal Pembaharu Tari Sunda Tayub merupakan tarian rakyat yang berkembang di Jawa Tengah. Dalam perkembangannya, ia melahirkan tari Taledhek. Pada saat masih jadi kesenian rakyat, Taledhek biasanya dipentaskan keliling (mengamen) oleh sekelompok orang, dikenal sebagai Taledhek barangan . “Taledhek barangan telah dikenal pada zaman Demak (abad XV). Hal ini disebutkan dalam Serat Sastramiruda , risalah Jawa yang ditulis oleh Kusumadilaga selama masa pemerintahan Susuhunan Paku Buwana X (1893-1939). Dikemukakan, penari-penari taledhek yang berkeliling mempertunjukkan tariannya berasal dari zaman Demak, ketika itu mereka menari diiringi rebana dan kendang dengan diawali volak penari,” tulis Sri Rochana. Tayub terus menyebar dan berkembang. Kesohoran Gambyong yang amat mahir menarikan tayub membuat namanya dipergunakan untuk menamakan tari yang dimainkannya menjadi Gambyong. Penampilan ronggeng di keraton Jawa sekitar 1920. ( digitalcollections.universiteitleiden.nl ). Baca juga:  Paradoks Centhini Serat Centhini yang ditulis Soeradipoera pada 1912 memuat informasi tentang Gambyong lengkap dengan latar pertunjukan tarinya: syukuran kelahiran anak, perayaan pernikahan, atau hanya sebagai hiburan dari kegiatan sehari-hari. Pada pupuh 26 diceritakan, Cebolang yang diundang oleh Adipati dalam perayaan kelahiran anaknya malentunkan Gambir Sawit lalu diiringi tari Gambyong. Cebolang merupakan seorang pemuda tampan dengan kegiatan sehari-hari berkelana dan berpetualang.  Lalu, pada pupuh 37 dikisahkan Jayengraga tentang tokoh petualang lain yang sedang berada di sebuah pesantren. Usai membaca rawi, dia bersama dua temannya –Gus Suratin dan Gus Senu– menyaksikan pertunjukan Gambyong yang dibawakan oleh dua orang ronggeng. Mereka berdua memang terampil dalam menari karena Gus Suratin merupakan cucu dalang dan Gus Senu anak orang kaya. Mereka menari serta berbincang-bincang dengan para ronggeng. Sang ronggeng bertanya, lebih besar mana payudara mereka. Baca juga:  Memaknai Ulang Tari Jawa Kemudian di pupuh 45, ada pertunjukan Gambyong saat pernikahan Ni Ken Rarasati. Pertunjukan tersebut ditampilkan saat Amongraga, seorang tokoh agama, baru saja tiba bersama istrinya diiringi dengan shalawatan . Gambyong pada acara pernikahan juga ditulis pada pupuh 47, ketika anak dari Malarsih menikah. Pada era Pakubuwana IX, KRMT Wreksadiningrat, abdi dalem Bupati Nayaka di keraton Surakarta,  memperhalus tari Gambyong sesuai dengan kaidah keraton. Pembakuan aturan pertunjukan tari Gambyong mulai dibuat di masa ini. Hasilnya, Gambyong ditarikan oleh satu orang waranggana (pesindhen). Selain itu, sudah tidak ditemukan lagi penari Gambyong yang melayani penonton apalagi sampai menggoda dengan cara vulgar. Pada 1889, Kadipaten Mangkunegaran mengirim tim kesenian ke Amsterdam untuk menampilkan tari Gambyong. Setelah masuk tahun 1900-an, tari Gambyong mulai banyak ditampilkan baik di keraton Surakarta maupun Kadipaten Mangkunegaran. Kadipaten Mangkunegaran menggunakan tari ini untuk menjamu para tentara Jepang sejak 1942-1945. Baca juga:  Tari Topeng Rasinah Melintasi Sejarah Namun, hingga Indonesia merdeka Gambyong tidak terikat pada pakem dan urutan gerak tertentu. Penyusunan gerak baku tari Gambyong baru mulai dilakukan tahun 1950 oleh Nyi Bei Mintararas di Mangkunegaran menggunakan gending Pareanom. Dalam perkembangannya, Gambyong menjadi salah satu genre tari sendiri dengan banyak cabang. Penamaan sebuah cabang tari Gambyong bertolak dari musik pengiringnya. Gambyong Pangkur, misalnya, dinamakan demikian karena tariannya menggunakan iringan tembang Pangkur. Lalu, Gambyong Pareanom yang menggunakan iringan Pareanom, atau Gambyong Gambir Sawit, yang diiringi tembang Gambir Sawit. Gambyong yang awalnya hanya diperuntukkan sebagai hiburan, kemudian berubah fungsi menjadi tari penyambutan. Penampilan tari Gambyong di berbagai acara lalu menjadi hal yang biasa, baik saat tari ini sudah menjadi bentuk tari Gambyong maupun masih dalam bentuk Tayub. Ini dapat dilihat dari penggambaran-penggambaran dalam serat Centhini atau di era modern penampilan tari Gambyong tampil di awal acara, termasuk acara pernikahan.

  • Gatot Soebroto Bercanda Rambut Bawah

    DALAM kunjungan ke Maluku saat pergolakan Republik Maluku Selatan (RMS), Kolonel Gatot Soebroto tidak lupa memeriksa keadaan para prajurit bawahannya. Pada awal 1950-an, Gatot pernah menjadi Panglima Tentara dan Teritorium VII Wirabuana yang membawahkan wilayah Indonesia Timur. Maluku termasuk wilayahnya. Gatot Soebroto, mantan sersan tentara kolonial KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger) adalah perwira yang dekat dengan bawahannya dan suka mengobrol dengan mereka. Gatot suka melakukan inspeksi untuk melihat keadaan bawahannya. Pada suatu kunjungan, Gatot memasuki asrama. Dia memeriksa dengan teliti sampai tempat menjemur pakaian tak lupa dari inspeksinya. Meski sepele tempat itu penting demi kesehatan tentara. Namun, ada sesuatu yang tidak beres di sana.

  • Empat Hal Tentang Komik

    Manusia Mulai Mengenal Komik Sebagai gambar-gambar atau lambang-lambang yang terjuktaposisi (berdekatan) dalam urutan tertentu untuk menyampaikan pesan kepada pembaca, komik sudah dikenal sejak 17.000 tahun lalu. Di Goa Lascaux, Prancis, terpampang gambar hewan seperti bison, banteng, dan kerbau. Bentuknya memang masih sederhana, tapi para arkeolog menyimpulkan ini sebagai komik paling kuno di dunia. Gambar-gambar itu dibuat jauh sebelum manusia mengenal tulisan. Berbeda dari hieroglif, tulisan Mesir Kuno yang diwakili simbol-simbol tertentu, gambar di Goa Lascaux tak dapat dikatakan tulisan. Sebab, gambar atau lambang di sana tak mewakili bunyi seperti dalam hieroglif. Dalam hieroglif, misalnya, lambang tiga burung melambangkan bunyi “baiu”. Penelitian terbaru yang diumumkan pada 2021 menemukan gambar babi kutil Sulawesi di gua kapur Leang Tedongnge di Sulawesi Selatan. Gambar berumur 45.500 tahun ini menjadi karya seni paling awal di dunia sejauh ini yang diketahui. Peneliti tidak menganggap gambar itu sebagai komik tapi gambar cadas. Baca juga:  Gambar Cadas Tertua Ditemukan di Sulawesi Selatan Superhero Pertama dalam Komik Karakter Superman (manusia super) hadir kali pertama dalam buku komik berjudul Action Comics #1 yang diterbitkan Detective Comics (kini DC Comics) pada Juni 1938. Penulis Jerry Siegel dan seniman Jos Shuster, keduanya asal Cleveland, menciptakan tokoh Superman lima tahun sebelumnya. Superman adalah pahlawan super dengan kostum unik dan ikonik: mengenakan sempak di luar beserta renda huruf S besar di dada. Diceritakan dia lahir di planet Krypton dan dikirim ke bumi saat masih bayi oleh orangtuanya karena Krypton akan meledak. Di bumi, dia ditemukan dan dibesarkan keluarga Kent yang kemudian menamaninya Clark Kent. Sehari-hari, dia berprofesi sebagai wartawan. Dia punya sifat tak percaya diri yang juga menutupi identitas aslinya. Clark Kent berubah menjadi Superman untuk menolong orang dan menumpas kejahatan. Superman yang merupakan superhero pertama di dalam komik. (wikimediacommons) Baca juga:  R.A. Kosasih Bapak Komik Indonesia Action Comics #1 yang menjual kisah kepahlawanan Superman sukses besar di pasaran. Superman kemudian dijadikan buku komik tersendiri dan menembus penjualan 1.300.000 eksemplar tiap bulannya. Hingga kini, Superman masih digandrungi lewat berbagai serial dan film layar lebar. Pada 2021, ComicConnect.com mengumumkan telah berhasil melelang buku komik Action Comics #1 yangterjual seharga US$3,25 juta atau setara Rp47,335 miliar. Penjualan ini memecahkan rekor penjualan pada 2014 sebesar US$3,2 juta atau setara Rp46,630 miliar. Tokoh Pencipta Tintin Hergé, nama pena dari Georges Remi, adalah pencipta tokoh fiktif Tintin. Hergé lahir di Brussels, Belgia pada 1907 dari sebuah keluarga kelas menengah. Hergé muda lebih gemar berpetualang dan bermain bersama teman-temannya. Dia masuk kepanduan dan di sinilah bakat menggambarnya mulai tampak. Hergé kemudian memulai kariernya bekerja di majalah kepanduan pada 1927 sebagai ilustrator komik strip. Dia menciptakan Tintin tak lama setelah memulai karier. Pada 10 Januari serial Tintin kali pertama diterbitkan pada Le Petit Vingtième , yakni suplemen anak-anak pada surat kabar Belgia, Le Soir . Serial ini lantas dibukukan. Pada 1950 Hergé membuat Studios Hergé dan dia mampu menghasilkan 24 seri The Adventures of Tintin yang kisah-kisahnya kerap diadaptasi untuk radio, televisi, pertunjukan teater, dan film. Dalam salah satu serinya diceritakan Tintin mendarat di Bandara Kemayoran, Jakarta. Karakter Tintin yang pernah mampie ke bandara Kemayoran Jakarta. (Unsplash/Omid Roshan) Baca juga:  Pelopor Jurnalisme Komik di Indonesia Komik Bertema Kehidupan Masyarakat Indonesia Put On , serial komik strip yang dimuat surat kabar terbitan Jakarta, Sin Po , sejak 2 Agustus 1930. Komik ini karya Kho Wan Gie yang juga redaktur Sin Po .Tokoh utamanya seorang jejaka keturunan Tionghoa bertubuh gemuk bernama Put On, yang baik hati tapi bodoh, sok pintar tapi selalu gagal. Menurut Marcel Bonneff dalam disertasinya yang kemudian diterbitkan dengan judul Komik Indonesia , Kho Wan Gie ingin menggambarkannya sebagai seorang Tionghoa yang rendah hati, atau sebagai tokoh yang mewakili rakyatkecil di ibu kota. Ia berbicara dengan dialek Jakarta dan hidupnya sederhana. Baca juga:  Komik Strip Panji Koming Merekam Zaman “Put On betul-betul ditampilkan sebagai warga yang baik... namun ia juga sering menjadi korban dari berbagai peraturan yang simpang siur,” tulis Bonneff. Put On sempat berhenti terbit ketika Jepang menduduki Indonesia. Kho Wan Gie menghidupkannya lagi tapi dengan nama Oh Koen di majalah Star Weekly pada 1949 tapi tak bisa menandingi popularitas Put On . Nama Put On kembali dipakai dalam komik strip yang dimuat di berbagai surat kabar seperti Sin Po , Pantja Warna , dan Warta Bakti hingga 1965.

  • Elon Musk, X.com, dan PayPal

    Jagad maya tengah ramai menyorot kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang memblokir sejumlah platform  digital besar karena belum daftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat. Salah satunya PayPal. Kebijakan ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Tagar blokir Kominfo pun ramai digaungkan di media sosial. Kritik yang terus berdatangan membuat Kominfo mencabut sementara blokir terhadap PayPal sejak Minggu (31/7/2022) hingga Jumat (5/8/2022) untuk memberi kesempatan bagi para pengguna melakukan migrasi sistem pembayaran yang digunakan. PayPal merupakan wujud dari perkembangan teknologi dan digitalisasi kebutuhan hidup manusia. Pertumbuhan pesat bisnis digital membuat PayPal kian diminati masyarakat. Alfa Hartoko dalam Kupas Tuntas PayPal  menyebut PayPal didirikan untuk memudahkan setiap orang dalam membayar dan dibayar secara online . Layanan yang berpusat di San Jose, California, Amerika Serikat ini mendukung e-commerce  global dengan pembayaran melintasi berbagai lokasi, mata uang, dan bahasa. PayPal memberikan peluang bagi siapapun dengan alamat e-mail  untuk mengirim dan menerima pembayaran online  dan membayar dengan cara sesuai kehendak mereka, termasuk melalui kartu kredit, rekening bank, kredit pembeli atau saldo rekening. Baca juga:  Dari BBS hingga Facebook Setelah diakuisisi eBay pada 2002, PayPal telah mendukung lebih dari 230 juta rekening di seluruh dunia dan tersedia di 190 pasar dan 24 mata uang. Syarat menggunakan PayPal terbilang sederhana dan tidak memiliki persyaratan khusus. Layanan ini hanya mensyaratkan pengguna berusia minimal 18 tahun dan berada dalam salah satu daftar 190 negara yang ada di PayPal. Selain itu, untuk bisa menggunakan PayPal pengguna wajib memiliki e-mail yang valid dan kartu kredit atau rekening bank. Proses pembuatan akun yang tidak rumit, karena tak memerlukan teknologi khusus dan tak perlu izin usaha untuk melakukan transaksi, membuat PayPal menjadi pilihan banyak orang dari berbagai negara. “Berkat kemudahan dan pelayanannya, PayPal berhasil meraup lebih dari 99 juta pengguna dan mendapatkan penghargaan sebagai situs layanan keuangan terbaik pada 2006,” tulis Alfa. Meski proses pembuatan akun PayPal terbilang mudah dan sederhana, bukan berarti platform digital ini mengabaikan privasi dan keamanan penggunanya. PayPal memegang kerahasiaan penuh atas data keuangan nasabahnya. Layanan ini bertindak sebagai perantara pemegang uang, sehingga tak bisa sembarang orang dapat melihat data kartu kredit maupun rekening bank pengguna. Selain itu, PayPal juga telah merancang banyak pemeriksaan sistem operasinya untuk meminimalkan kesalahan dan penipuan. Berbicara mengenai PayPal tak bisa lepas dari sosok Elon Musk, seorang jenius paling cemerlang di abad 21 hingga dijuluki The Real Iron Man . Dia dikenal sebagai pebisnis dan inovator teknologi yang berada di balik Tesla Inc., SpaceX, The Boring Company, Neuralink and OpenAI, dan Solar City. Dengan kekayaan bersih sekitar US$242 miliar per 25 Juli 2022, Musk adalah orang terkaya di dunia menurut Bloomberg Billionaires Index dan daftar miliarder real timeForbes . Baca juga:  Mesin ATM Pertama di Indonesia Elon Reeve Musk lahir pada 28 Juni 1971 di Pretoria, Transvaal, Afrika Selatan. Pada usia 17 tahun dia pindah ke Kanada.Dia meraih bachelor degree dalam bidang ekonomi dan fisika dari University of Pennsylvania. Musk kemudian pindah ke California untuk kuliah di Stanford University tapi keluar untuk membangun bisnis. Pada 1995, dia dan saudaranya, Kimbal Reeve Musk, mendirikan perusahaan perangkat lunak Zip2. Perusahaan rintisan pertamanya ini diakuisisi oleh Compaq sebesar US$307 juta pada 1999. Musk kian percaya diri mengembangkan bisnisnya di bidang teknologi usai Zip2 terjual dan membuatnya menjadi jutawan. Menurut Ashlee Vance dalam Elon Musk: Pria di Balik PayPal, Tesla, SpaceX, dan Masa Depan yang Fantastis , sebelum Zip2 terjual, Musk telah merencanakan untuk membangun sebuah institusi keuangan online dengan layanan penuh: sebuah perusahaan yang memiliki rekening tabungan dan akun cek juga layanan perdagangan dan asuransi. Inspirasinya muncul ketika dia menjadi pegawai magang di Bank of Nova Scotia pada awal 1990-an. Musk mendiskusikan gagasan mengenai bank internet sewaktu magang di Pinnacle Research pada 1995. Dia menceramahi para ilmuwan tentang transisi tak terelakkan dalam dunia finansial ke arah sistem online , namun mereka merendahkannya dengan alasan butuh waktu bertahun-tahun agar keamanan web cukup bagus untuk menarik minat konsumen. Baca juga:  Alam Semesta Menjemput Stephen Hawking Pada Januari 1999, ketika dewan Zip2 mencari pembeli, Musk mulai mewujudkan rencana bank digitalnya. Kesepakatan dengan Compaq diumumkan di bulan selanjutnya. Pada Maret 1999, Musk mendirikan X.com . “ Start-up keuangan dengan nama yang terdengar porno,” tulis Vance. Tak butuh waktu lama bagi Musk untuk meraup keuntungan. Vance mencatat, kurang dari satu dekade, dia telah menjadi miliarder di usia 27 tahun. Dengan uang US$22 juta, Musk yang dulu tinggal di apartemen bersama tiga temannya, kemudian membeli apartemen baru dengan ukuran 167 meter persegi lalu merenovasinya. Dia juga membeli sebuah moil balap F1 McLaren seharga US$1 juta dan membeli pesawat kecil untuk belajar terbang. Selain bergelimang kemewahan, dia juga mulai menjadi selebritas yang diburu awak media. Musk menginvestasikan sekitar US$12 juta untuk X.com . Ini mengejutkan untuk sesuatu yang dianggap tidak pasti seperti bank online . “Dia bersedia mengambil risiko pribadi yang sangat besar dan gila. Ketika kau melakukan hal semacam itu, pilihannya adalah dua: kau akan mendapatkan bayaran yang setimpal atau kau akan berakhir di sebuah halte bus di suatu tempat,” kata Ed Ho, mantan eksekutif Zip2. Baca juga:  Mengelola Dana di Dunia Maya Untuk memulai X.com , Musk membentuk sebuah tim yang terdiri dari orang-orang hebat, seperti Ed Ho, seorang insinyur yang memiliki kemampuan pemrograman dan manajemen tim, serta Harris Fricker dan Christopher Payne, dua orang Kanada yang berpengalaman dalam bidang perbankan. Namun, dalam perjalanannya terjadi perseteruan antara Musk dengan Fricker. Sehingga Fricker bersama Ho dan sejumlah insinyur penting meninggalkan X.com . Musk melanjutkan perusahaan dengan mengumpulkan dana dan merekrut orang-orang baru. Di bawah arahannya, X.com mencoba berbagai konsep bank yang radikal. X.com membangun sistem pembayaran yang memungkinkan seseorang mengirim uang hanya dengan memasukan alamat e-mail pada halaman web . Sistem pembayaran itu disebut revolusioner karena berbeda dengan sistem bank yang membutuhkan waktu cukup lama untuk memproses pembayaran dan membuat akun rekening. Sistem pembayaran yang diusung X.com memberikan kepraktisan bagi pengguna karena cukup beberapa klik tetikus dan alamat e-mail maka mereka bisa melakukan transaksi keuangan. Baca juga:  Kematian Steve Jobs Penemu Apple Tak berselang lama, X.com menghadapi pesaing besar, yaitu Confinity yang didirikan oleh Max Levchin dan Peter Thiel. Sama seperti X.com , Confinity juga memfokuskan perhatian pada pembayaran berbasis web dan e-mail dengan layanan yang disebut PayPal. Kedua perusahaan ini bersaing sengit hingga akhirnya bergabung pada Maret 2000. Kendati telah meger, menurut Vance, Musk sebagai pemegang saham terbesar, terus mengunggulkan X.com . Sementara hampir semua orang menyukai PayPal. Perkelahian lebih banyak terjadi akibat perdebatan rancangan infrastruktur teknologi. Musk mengunggulkan perangkat lunak Microsoft, sementara tim Confinity yang dipimpin Levchin ingin bergeser ke perangkat lunak dengan sistem terbuka seperti Linux. Akibatnya Thiel mengundurkan diri dan Levchin juga mengancam pergi. “Yang terjadi setelahnya adalah salah satu kudeta terparah di sepanjang sejarah kudeta Silicon Valley yang buruk dan panjang,” tulis Vance. Sekelompok kecil karyawan X.com mengkudeta Musk ketika dia tengah bulan madu di Sydney. Mereka meminta dewan pengawas perusahaan untuk mengembalikan Thiel sebagai CEO. Pada Juni 2001, pengaruh Musk di perusahaan memudar. Thiel mengubah merek X.com menjadi PayPal. Akhirnya, Musk mendukung Thiel dan menerima peran sebagai penasihat perusahaan. Baca juga:  Einstein: Genius Pengubah Dunia Menurut Vance, berawal dari sebuah mimpi yang dianggap sulit untuk direalisasikan, PayPal membuktikan mampu bertahan dari ledakan perusahaan-perusahaan dot-com , dan menjadi IPO ( Initial Public Offering )di pasar modal yang meledak pertama kali setelah serangan 11 September 2001. Pada Juli 2002, eBay menawarkan US$1,5 miliar kepada PayPal yang disetujui Musk dan dewan pengurus perusahaan. Dari penjualan PayPal ke eBay, Musk menghasilkan sekitar US$250 juta atau US$180 juta setelah dipotong pajak. Vance menyebut PayPal merupakan representasi salah satu kumpulan terbesar yang terdiri dari orang-orang berbakat di bidang bisnis dan terknologi dalam sejarah Silicon Valley. Musk dan Thiel memiliki mata yang tajam untuk menemukan insinyur-insinyur muda dan brilian. Para pendiri start-up seperti YouTube , Palantir Technologies , dan Yelp , semuanya pernah bekerja di PayPal. Beberapa yang lain, termasuk Reid Hoffman, Thiel, dan Botha, menjadi investor teratas di industri teknologi.Staf PayPal juga memelopori teknik-teknik yang digunakan dalam melawan kecurangan secara online dan menjadi dasar dari perangkat lunak yang digunakan oleh CIA dan FBI untuk melacak teroris dan dari perangkat lunak yang digunakan oleh bank-bank terbesar dunia untuk melawan kriminalitas. “Sekumpulan karyawan-karyawan pandai tersebut dikenal sebagai Mafia PayPal –yang saat ini berkuasa di Silicon Valley– dan Musk adalah anggotanya yang paling terkenal dan berhasil,” tulis Vance. *

  • Enam Hal Terkait Medis

    Simbol Profesi Medis Pentungan dan ular yang melilitmenjadi simbol profesi medis. Asclepius, seorang ahli pengobatan pada masa Yunani kuno, adalah sang empunya pentungan dan ular keramat itu. Atas kemampuannya di dunia medis, dia menjadi dewa pengobatan dan penyembuhan dalam mitologi Yunani. Orang mulai memujanya sebagai dewa sejak abad ke-5 SM. Ular keramat yang meliliti pentungannya selalu dia bawa ketika melakukan pengobatan dan penyembuhan. Untuk mengenang apa yang dilakukan Asclepius, pentungan dan ular kini jadi simbol profesi medis. Baca juga:  Pekerjaan Paling Buruk di Dunia Awal Mula Apotek Ini bermula dari pendirian sekolah farmasi pertama di Baghdad pada abad ke-8. Sekolah ini mencetak apoteker, sebuah profesi baru yang masih berkelindan dengan dokter. Tapi tak seperti dokter, apoteker dibekali kemampuan meracik obat, mengetahui efek obat sederhana atau campuran, dan menakar komposisi dosis. Memasuki abad ke-9, apoteker menjadi profesi terpisah dari dokter. Sebagian dari mereka kemudian mendirikan apotek. Pemerintah Abbasiyah, penguasa Baghdad, juga merekrut mereka untuk bekerja di rumahsakit membantu para dokter. Pemerintah lalu mendirikan apotek di tiap rumahsakit. Untuk menjamin mutu obat yang diproduksi apotek maka dibentuk Al-Muhtasib, badan pengawas obat. Setelah itu, apotek mulai dikenal di Eropa pada abad ke-14. Baca juga:  Pengobatan Tradisional di Nusantara Larangan Eksperimen Bedah Hewan Tidak seperti daftar panjang kejahatannya terhadap kemanusiaan, rezim Nazi Jerman menjadi negara pertama di dunia yang secara legal melarang eksperimen bedah hewan. Pelarangan total dijalankan sejak April 1933, tak lama setelah Nazi berkuasa. Tidak hanya itu, rezim Nazi gencar mengkampanyekan kebijakan konservasi. Tahun 1935, undang-undang konservasi hewan dirilis untuk melindungi spesies satwa asli Jerman. Memang banyak petinggi Nazi dikenal sebagai enviromentalis. Adolf Hitler seorang vegetarian. Heinrich Himmler penentang kegiatan berburu satwa liar. Hermann Goring seorang konservasionis dan dia menegaskan posisinya sebagai penentang eksperimen bedah hewan. “Pelakunya akan dikirim ke kamp konsentrasi sebagai hukuman jika tertangkap,” tuturnya dalam siaran radio pada 28 Agustus 1933 di Prussia. Baca juga:  Hermann Goering, Sang Tiran Angkasa Nazi Jerman Inseminasi Buatan pada Manusia Inseminasi buatan merupakan penempatan sperma ke dalam uterus melalui bantuan manusia. Semula praktik ini hanya diterapkan pada hewan. Menurut R.H. Foote dari Program Studi Peternakan New York State College of Agriculture and Life Sciences, Cornell University, dalam “The History of Artificial Insemination”, ada kisah masyhur tentang seorang Arab yang menempatkan sperma seekor kuda jantan ke dalam uterus kuda betinanya pada abad ke-14. Hasilnya kuda betina itu bunting dan melahirkan. Tapi kisah ini tak punya sandaran data yang sahih. Foote menyebut catatan tertulis mengenai inseminasi buatan berasal dari abad ke-18. Kala itu Spallanzani, ahli fisiologi berkebangsaan Italia, berhasil menempatkan sperma anjing jantan dalam uterus anjing betina. Setelah 62 hari, anjing betina itu melahirkan tiga anak anjing. Setelah itu, teknologi inseminasi berkembang pesat. Ini mendorong John Hunter, ilmuwan Inggris, menerapkannya pada manusia pada 1800-an. Usahanya berhasil meski menuai kecaman. Baca juga:  Robert G Edwards Bapak Bayi Tabung Orang Berani Mencangkok Jantung Ini hasil keputusan berani dari dokter Christiaan Barnard dan pasiennya, Louis Washkansky, pada 3 Desember 1967. Padahal banyak orang meragukan pencangkokan jantung, yang sebelumnya hanya dilakukan pada binatang, dipelopori Norman Shumway pada 1958. Operasi itulah yang akhirnya mendorong Barnard untuk mengujinya pada manusia. Washkansky menjadi pasien pertamanya. Mulanya dia ragu. Tapi penjelasan Barnard membuatnya luluh. Operasi pun digelar di Cape Town, Afrika Selatan. Untuk pencangkokan, Barnard mengambil jantung seorang perempuan muda yang tewas karena kecelakaan. Jantung itu bekerja dengan baik di tubuh Washkansky. Media setempat menyebut ini sebagai keberhasilan. Kekhawatiran banyak orang pun terpatahkan. Baca juga:  Nasib Tragis Dokter Pembawa Metode Bedah Sistem Golongan Darah Bermula Sejak berabad-abad lalu manusia mencari kemungkinan transfusi darah dari satu orang ke orang lain. Alih-alih menyelematkan nyawa, kematian menghampiri lantaran butiran darah menjadi pecah atau menggumpal. Seorang ilmuwan Austria, Karl Landsteiner dan rekan-rekannya di akhir abad ke-19 menemukan jawaban atas “kecocokan dan ketidakcocokan” reaksi darah satu orang dengan orang lainnya. Penelitian inilah yang membawa Karl Landsteiner menciptakansistem golongan darah ABO pada 1900-an. Setelah itu ditemukan pula sistem golongan darah lain. Dengan adanya sistem golongan darah kita tak perlu khawatir ketika melakukan transfusi. Kecocokan kini dapat terdefinisikan dan terdeteksi. Baca juga:  Sukarno dan Donor Darah Haram

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page