top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10058 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Kolonialis Belanda Membuka Pertambangan Pertama

    DALAM pidato sambutannya di pembukaan Indo Defence 2025 Expo & Forum pada Rabu (11/6/2025) lalu, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pertahanan jadi jaminan terhadap kesejahteraan dan kedaulatan. Sejarah sudah membuktikannya. Saat masih dijajah, bangsa Indonesia kehilangan lebih dari Rp500 kuadriliun. “Baru ada suatu riset beberapa minggu lalu yang menceritakan bahwa selama menjajah kita, Belanda telah mengambil kekayaan kita senilai –dengan uang sekarang– 31 triliun dolar Amerika (setara Rp505 kuadriliun, red.). Produksi domestik bruto kita sekarang 1,5 triliun dolar (setara Rp24,4 triliun). Berarti kekayaan yang diambil dari bangsa Indonesia sama dengan mungkin 18 kali produksi bangsa Indonesia, 18 kali GPD kita, atau sama dengan kurang lebih 140 tahun anggaran kita. Dan selama menduduki Indonesia, Belanda menikmati GPD per kapita nomor satu di dunia,” ujar Presiden Prabowo dalam salinan pidatonya, dilansir laman resmi Sekretariat Negara, Rabu (11/6/2025). Namun, Presiden Prabowo tak menguraikan lebih jauh riset yang dikutipnya. Atau setidaknya, riset periode kapan. Apabila dikaitkan dengan fakta historis, pernyataannya bisa melenceng dari kebenaran. Terlebih, beberapa waktu belakangan terdapat keraguan bahwa bangsa Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun. Sebab, hitungan itu diambil dari awal kedatangan bangsa Belanda, yakni ekspedisi De Houtman Bersaudara pada 1596.

  • Perlawanan Muhammadiyah terhadap Penyelenggaraan Haji Kolonial

    MUSIM haji 1926 baru saja berakhir dan haji dari Hindia Belanda mulai pulang ke tanah air. Salah satunya adalah Haji Muhamad Sudjak (1885-1962) dari Yogyakarta. Selain terkenal dalam dunia perdagangan dan industri di Yogyakarta, ia juga terkenal intelek. Faktor terakhir inilah yang kemudian ikut membuat pengalamannya berhaji dikorek. Pasalnya, kekritisannya di masa karantina membuat pemerintah kolonial Hindia Belanda selaku penyelenggara haji “kebakaran jenggot”. Di masa itu, para haji dikarantinakan di Pulau We (Sabang) di Aceh dan Pulau Onrust di Teluk Jakarta sebelum mencapai daerah masing-masing. Pelayanan administrasi, makanan dan lain-lainnya selama di karantina itu dianggap buruk oleh Haji Soedjak. Baik di Sabang maupun di Onrust.

  • Para Pionir Wasit Perempuan

    SOSOK bersenjata peluit dengan jersey biru sendiri di dalam duel dua tim di lapangan hijau itu pasti memiliki fisik dan stamina prima. Selain mesti berlari mengikuti ke mana bola pergi dengan jarak maksimal 20 yard (18 meter) dari bola sepanjang laga, ia berani dan tegas. Itulah Stéphanie Frappart, wasit yang memimpin laga terakhir Grup E antara Kosta Rika kontra Jerman pada 1 Desember 2022. Kehadiran Frappart di Ahmad bin Ali Stadium itu jadi momen bersejarah bagi kaum perempuan. Untuk pertamakalinya dalam 92 tahun dan 942 pertandingan dalam catatan sejarah Piala Dunia, wasit perempuan memimpin pertandingan. Di momen bersejarah itu, Frappart tak hanya sendiri. Wasit kelahiran Le Plessis-Bouchard, Prancis pada 38 tahun silam itu ditemani duet hakim garis yang juga perempuan, Neuza Ines Back dari Brasil dan Karen Díaz Medina asal Meksiko.

  • Awal Mula Wasit Meniup Peluit dalam Pertandingan Sepakbola

    WASIT memainkan peran penting dalam pertandingan sepakbola. Selama pertandingan berlangsung, sang pengadil melakukan tugasnya mulai dari memulai, menghentikan, menunda, sampai mengakhiri pertandingan. Wasit harus memastikan pertandingan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam sejarah sepakbola, wasit pertama kali hadir di lapangan diperkirakan pada 1841 kala klub Body-Guards berhadapan dengan Fear-Noughts di kota Rochdale, Inggris. Luciano Wernicke dalam Mengapa Sebelas Lawan Sebelas? Dan Serba-Serbi Sejarah Sepak Bola Lainnya menyebut kedua tim tersebut memutuskan untuk bertaruh segentong jenewer dan sejumlah uang. Sebelum pertandingan digelar, masing-masing tim menunjuk seorang wasit ditambah orang ketiga yang dianggap netral.

  • Wasit yang Tak Mempan Digoda Suap

    SEJAK dibentuk Polri pada pertengahan Januari 2019, Satgas Antimafia Sepakbola sudah menetapkan 16 tersangka match fixing alias pengaturan skor. Selain para pengurus PSSI dan klub, enam di antaranya merupakan perangkat pertandingan, baik wasit maupun Komite Wasit hingga Direktorat Penugasan Wasit PSSI. Hampir di semua skandal suap dan pengaturan skor yang terjadi dalam sepakbola di berbagai penjuru dunia, keterlibatan perangkat pertandingan senantiasa hadir. Di Indonesia, perkara yang berembus kencang pascaprogram “Mata Najwa” akhir tahun lalu itu sejatinya bukan barang baru. Makanya, Kosasih Kartadiredja geleng-geleng kepala kendati tidak kaget. “Dari dulu itu mah. Di zaman saya juga sudah marak pengaturan skor, tapi cukong-cukong orang Tionghoa itu pelakunya,” ujar Kosasih saat ditemui Historia di kediamannya di Cikole, Sukabumi pada 12 Februari 2019.

  • Wasit Pemberani Bernama Tjen A. Kwoei

    KEBANYAKAN orang tentu tak asing dengan permainan basket yang setiap regu beranggotakan lima pemain. Pertandingan olahraga ini diselenggarakan terpisah untuk putra dan putri. Meski begitu, ada olahraga yang serupa dengan basket namun di setiap regu terdapat pemain pria dan wanita. Cabang olahraga itu adalah bola keranjang atau korfball. Sesuai namanya, korf dalam bahasa Belanda berarti keranjang, dan bal berarti bola, cabang olahraga ini berasal dari Negeri Kincir Angin yang diperkirakan munculawal abad ke-20. Adrian Room, ahli toponimi dan onomastik dari Inggris, menulis dalam Dictionary of Sports and Games Terminology, permainan asal Belanda yang menyerupai bola basket itu dimainkan oleh dua tim beranggotakan delapan orang, dengan tujuan mencetak gol ke dalam keranjang gantung yang terbuat dari anyaman rotan.

  • Besi dan Nama Sulawesi

    DALAM wilayah Republik Indonesia, Sulawesi termasuk satu dari lima pulau terbesar. Kini ada enam provinsi di dalamnya: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Di zaman Hindia Belanda, pulau ini tak disebut sebagai Sulawesi oleh penguasa. Pemerintah Hindia Belanda menyebutnya Celebes. Penggunaan sebuatan itu terus meluas hingga perkumpulan pemuda asal Sulawesi semasa pergerakan nasional menamakan dirinya Jong Celebes (Pemuda Celebes atau Sulawesi). Secara biodiversity, Sulawesi dianggap sebagai daerah peralihan antara daerah berfauna Asia dan daerah berfauna Australia. Adalah Max CW Weber, zoologis Jerman, yang –meneliti setelah Afred Russel Walace– mengkategorisasikannya demikian.

  • Orang Hokian di Pusat Borneo

    KOTA Sampit dibekap mendung senja itu. Air Sungai Mentaya berwarna kecoklat-coklatan, tanda hujan sudah mulai turun di hulu. Beberapa bocah yang sedang berenang segera merapat ke pinggir. Di Pelabuhan Sampit, orang-orang yang tengah berniaga masih saja ramai. Sekelompok pedagang nampak masih asyik beradu harga dengan para pembelinya. Mereka sebagian besar adalah orang Tionghoa. Menurut Wahyudi Kaspul Anwar, orang-orang Tionghoa sudah ada di Sampit sejak ratusan tahun yang lalu. Bahkan kata salah satu tokoh masyarakat kota yang masuk dalam wilayah provinsi Kalimantan Tengah tersebut, istilah “sampit” sendiri sejatinya berasal dari kata “sam” dan “it” yang bermakna angka “31”. Itu merujuk kepada 31 perantau Tionghoa asal Hokian (Fujian) yang kali pertama datang ke Sampit. “Mereka datang ke sini tadinya hanya untuk sekadar mencari penghidupan yang lebih baik, namun malah akhirnya membuat loji sendiri,”ungkap mantan Bupati Kotawaringin Timur itu.

  • Kenapa Kalimantan Disebut Borneo?

    ALKISAH, berlayarlah sebuah kapal bernama Borneo dengan kapten kapalnya bernama De Barito. Namun dalam perjalanannya, kapal itu karam di pulau bernama Kambang (kini terletak di tengah Sungai Barito, Kalimantan Selatan). Dari situlah kemudian nama kapal itu dijadikan nama pulau tempat karamnya kapal tersebut, Borneo. Lalu, sungai tempat Pulau Kambang berada, yang melintas di Pulau Borneo atau Kalimantan, dinamakan pula Sungai Barito. Begitulah cerita rakyat yang beredar secara turun-temurun. Beberapa ahli menyebut Borneo justru berasal dari kata “Brunei” atau “Burney”. Brunei adalah daerah yang terletak di sisi utara Kalimantan, yang kini merupakan sebuah negara berdaulat dengan nama Brunei Darussalam. Slamet Muljana dalam Sriwijaya mencatat bahwa Brunei terkait dengan kata “Porunai”. Nama ini terkait dengan kisah koloni dari orang India Selatan di sekitar daerah tersebut. Di daerah asalnya, ada sungai bernama Travancore, belakangan disebut Tamiraparani. Slamet Muljana kurang setuju dengan pendapat GTM McBryan bahwa Brunei berasal dari kata “Burni", bahasa Sansekerta yang artinya kesibukan.

  • Asal Nama Wakatobi

    WAKATOBI dikenal sebagai kawasan yang memanjakan mata para penyelam. Dengan taman lautnya, Wakatobi punya pemandangan bawah laut nan elok. Sebagai daerah kepulauan yang bukan “baru kemarin dibuka”, Wakatobi tentu punya sejarah. Bahkan, sudah ratusan tahun sejarahnya. Namun, jangan berharap bisa menemukan nama Wakatobi dalam teks sejarahnya lantaran nama Wakatobi bukan nama awal kepulauan ini. Sejarah kepulauan tersebut terkait dengan negeri bernama Hitu di daerah Leihitu, Pulau Ambon. Pada tahun 1643 hingga 1646, Hitu berperang melawan maskapai dagang Belanda Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Namun Hitu kalah.

  • Asal Nama Bengkulu

    MINIM pemberitaan tak berarti Bengkulu, salah satu provinsi di pantai barat Sumatra, tak punya berita. Tentu ada berita yang positif, ada pula yang negatif. Salah satu berita positif dari Bengkulu baru-baru ini adalah industri batik khas Bengkulu yang terus menggeliat. Batik Besurek, demikian nama batik khas Bengkulu, kini kian berkembang baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Dari segi corak (kualitas), misalnya, motif yang ada pada batik besurek terus berkembang. Tak lagi bunga rafflesia semata, motif-motif baru terus bermunculan pada desain batik besurek sehingga variatif dan menarik minat orang.

  • Siapakah Kakek Menpora Dito Ariotedjo?

    PADA 3 April 2023 lalu, Presiden Joko Widodo melantik Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang baru, Ario Bimo Nandito Ariotedjo, atau biasa disapa Dito Ariotedjo, untuk menggantikan Zainudin Amali yang mengundurkan diri setelah terpilih sebagai wakil ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) berusia 32 tahun tersebut menjadi menteri termuda dalam Kabinet Indonesia Maju setelah sebelumnya disandang Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Menristekdikti) Nadiem Makarim (35). Dito memiliki beberapa rekam jejak dan pengalaman di bidang olahraga, di antaranya sebagai Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia pada gelaran Youth Olympic Games 2018 di Buenos Aires, Argentina, serta bekerja sama dengan artis Raffi Ahmad membentuk RANS Sport dan menjabat sebagai chairman RANS Nusantara FC dan RANS PIK Basketball. Keluarga Dito pun tak luput dari sorotan setelah diketahui bahwa ia adalah putra bungsu dari Arie Prabowo Ariotedjo, mantan direktur utama PT Aneka Tambang (Antam) dan cucu dari Marsekal Madya TNI (Purn.) Sri Bimo Ariotedjo.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page