Hasil pencarian
Cari di situs ini
10060 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Kekayaan Vatikan dan Perompakan
VATIKAN pernah terlibat dalam perebutan harta warisan salah satu uskupnya. Hal ini disebutkan dokumen yang baru-baru ini dikeluarkan untuk publik. Dokumen tersebut juga menyebutkan soal bajak laut yang mencoba merampas harta tersebut ketika dikirim dari Portugal ke Prancis. “Sebagian besar dari dokumen ini berkaitan dengan aktivitas rekening dan inventarisasi Camera Apostolica (lembaga keuangan kepausan). Dari dokumen ini kita bisa melacak aktivitas para pengumpul dana kepausan dan mengetahui berbagai ‘peninggalan’ yang mereka wariskan setelah wafat,” tulis Charles Donahue Jr. dalam The Spoils of the Pope and the Pirates, 1357: The Complete Legal Dossier from the Vatican Archives. Buku ini berisi dokumen-dokumen Vatikan yang baru saja diterbitkan. Seperti dilansir livescience.com (3/10), kisah tersebut bermula ketika kapal Sao Vicente berangkat dari Lisboa, Portugal, pada awal 1357 menuju Avignon, Prancis, tempat Paus Avignon VI menetap. Kala itu, pusat pemerintahan kepausan dipindahkan ke Prancis karena ketidakstabilan politik di Italia.
- Secuplik Jejak Paus Paulus VI di Jakarta
SRI Paus Fransiskus yang tiba di Jakarta pada Selasa (3/9/2024) tercatat jadi pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia ketiga yang mengunjungi Indonesia setelah Paus Paulus VI jadi pada akhir 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada 1989. Paus Fransiskus dalam agenda lawatannya (3-6 September 2024) memilih akomodasi sederhana. Ketimbang di hotel mewah, ia menginap di Kedutaan Takhta Suci Vatikan, Jakarta, sebagaimana Paus Paulus VI 54 tahun silam. Soeharto sendiri jadi presiden Indonesia kedua yang pernah bersua Paus Paulus VI. Adalah Presiden Sukarno yang pertamakali bertemu Paus Paulus VI seiring kunjungannya ke Takhta Suci Vatikan pada 12 Oktober 1964. Itu jadi lawatan ketiga Bung Karno setelah bersua Paus Pius XII pada 1956 dan Paus Yohanes XXIII tahun 1959 di Vatikan. “Pertemuan Presiden Indonesia Achmed Sukarno dengan Paus Paulus VI terjadi sekira 20 menit di perpustakaan pribadinya. Sri Paus mendoakan agar warga Indonesia terus hidup berdampingan dalam perdamaian dan kasih bersama negara-negara tetangga mereka dan masyarakat dunia,” tulis suratkabar The Catholic Northwest Progress, edisi 16 Oktober 1964.
- Di Balik Lawatan Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia (Bagian I)
SETIBANYA di Jakarta kemarin, Sri Paus Fransiskus hari ini, Rabu (4/9/2024), bersua Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Dalam pernyataannya, Bapa Suci umat Katolik sedunia itu mengaku terkesan dengan falsafah dan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” dan turut mengutip kata-kata pendahulunya, Sri Paus Yohanes Paulus II, ketika juga bertandang ke Jakarta 35 tahun lewat. “Saya ingin menjadikan kata-kata dari Santo Yohanes Paulus II dalam kunjungannya tahun 1989 di Istana ini sebagai perkataan saya. Beliau berkata dengan mengakui keanekaragaman yang sah dengan menghargai hak-hak manusia dan politik dari semua warga dan dengan mendorong persatuan nasional yang berlandaskan toleransi dan sikap saling menghargai, Anda, orang Indonesia, meletakkan fondasi bagi masyarakat yang adil dan damai untuk terus diwariskan kepada anak-cucu,” ujar Paus Fransiskus dalam bahasa Spanyol, di Istana Negara Jakarta, Rabu (4/9/2024). Setelah 35 tahun, Indonesia kembali kedatangan pemimpin tertinggi umat Katolik dunia. Paus Fransiskus bertamu sedari 3-6 September 2024. Sebelum itu, mendiang Paus Yohanes Paulus II melawat ke Indonesia pada 9-14 Oktober 1989. Itu jadi kali kedua Indonesia kedatangan Sri Paus setelah sebelumnya Paus Paulus VI menjadi pelopor yang bertandang ke Indonesia, yakni 3-4 Desember 1970.
- Di Balik Lawatan Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia (Bagian II)
MAUMERE penuh sesak dengan lautan manusia hari itu, 11 Oktober 1989. Begitulah yang lekat dalam ingatan sineas Yuda Kurniawan mengenang suasana kota kecil yang merupakan ibukota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu saat disinggahi Paus Yohanes Paulus II. “Seingat saya, Paus naik mobil terbuka semacam jip. Disambut sepanjang jalan dan ramai banget sampe hampir enggak bisa jalan mobil itu. Jadinya macet banget. Warga datang dari segala macam penjuru,” kenang pendiri rumah produksi Rekam Films yang filmnya Nyanyian Akar Rumput (2018) sukses menyabet Piala Citra di Festival Film Indonesia 2018 untuk kategori film dokumenter panjang terbaik itu kepada Historia. Meski beretnis Jawa, Yuda lahir di Ruteng, Manggarai, Pulau Flores, NTT pada 8 Oktober 1982. Pada medio 1985, ia sekeluarga pindah mengikuti ayahnya yang berdinas di perusahaan kontraktor, Hutama Karya, di Maumere.
- Di Balik Terpilihnya Paus Leo XIV
PULUHAN ribu orang yang berkerumun di Lapangan Santo Petrus, Vatikan pada Kamis (8/5/2025) petang waktu setempat bergemuruh saat mendengar bunyi lonceng dan melihat kepulan asap putih keluar dari cerobong Kapel Sistina. Tak berapa lama, Kardinal Protodiakon Dominique Mamberti muncul dari balkon Basilika Santo Petrus dan memproklamirkan, “Anuntio vobis gaudium magnum. Hebemus Papam!” (artinya, dengan senang hati saya umumkan pada Anda semua. Kita memiliki seorang Paus!). Sekira 30 menit pasca-pengumuman oleh sang kardinal protodiakon, sosok yang paling ditunggu pun melangkah ke balkon basilika sembari tersenyum serta melambaikan tangan untuk menyapa ribuan orang yang menyambutnya gembira. Dialah Kardinal Robert Francis Prevost, yang terpilih sebagai Bapa Suci ke-267 dan memilih nama Leo XIV. Sepanjang sejarah, ia jadi Paus pertama yang lahir di Amerika Serikat meski selama beberapa dekade mengabdikan dirinya di Peru. “Semoga damai menyertai Anda semua! Marilah tetap dengarkan kaum yang lemah namun selalu lantang seperti suara Paus Fransiskus yang telah memberkati Roma dan dunia pada pagi Paskah. Izinkan saya meneruskan berkat itu. Terima kasih Paus Fransiskus! Kepada Gereja Roma, sebuah sapa yang istimewa: Kita harus bersama-sama menjadi gereja misionaris, membangun jembatan, dialog, selalu terbuka menerima semua orang seperti di lapangan ini, terbuka untuk semua yang membutuhkan kepedulian kita, kehadiran kita, dialog, cinta kasih. Kepada Anda semua di Roma, Italia, di dunia, kami ingin menjadi gereja yang sinodal, berjalan dan selalu mencari kedamaian, kepedulian, keintiman, terutama kepada mereka yang menderita,” ujar Paus Leo XIV dilansir Vatican News, Kamis (8/5/2025).
- Lika-liku Peninjauan Kembali Sengkon-Karta hingga Kasus Vina
DELAPAN tahun sudah berlalu, kasus Vina Cirebon belum juga tuntas. Kasus “terlupakan” itu baru bikin heboh setelah dibuatkan film Vina: Sebelum 7 Hari. Lika-liku pengusutan kembali kasusnya menyajikan pada publik soal amburadulnya penegakan hukum, mulai dari salah tangkap Pegi Setiawan hingga rencana para terpidananya untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Kasus yang merenggut nyawa sejoli remaja Vina Dewi Arista (Vina) dan Rizky Rudiana (Eky) pada 27 Agustus 2016 tersebut mulanya melahirkan delapan terdakwa. Tujuh terdakwa lantas divonis hukuman penjara seumur hidup dan satu terpidana yang saat disidang masih di bawah umur, Saka Tatal, divonis delapan tahun penjara meskipun kini sudah menghirup udara bebas. Secara tidak langsung, sidang praperadilan Pegi Setiawan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada 8 Juli 2024 yang membuatnya terbebas dari status tersangka pelaku pembunuhan Vina, membuka harapan bagi delapan lainnya. Melalui kuasa hukum masing-masing, Saka Tatal dan tujuh terpidana lain yang merasa bukan pelaku berniat mengajukan PK.
- Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam Pusaran Kudeta
NAMA Panglima Besar Jenderal Soedirman dicatut ketika Jenderal Mayor Soedarsono “menodong” Presiden Sukarno dengan petisi untuk membubarkan Kabinet Sjahrir. Wakil Presiden Mohammad Hatta datang menginterupsi. Dia tak percaya pada ucapan Soedarsono. Buru-buru Hatta meraih saluran telepon menghubungi Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo, Kepala Staf Umum Tentara Republik Indonesi. Dalam ketentaraan Republik, Oerip adalah orang kedua setelah Jenderal Soedirman. “Sesudah aku kembali ke kamar tempat berunding itu, kukatakan bahwa aku baru saja bicara dengan Jenderal Oerip dan dia mengatakan, mustahil Panglima Besar Soedirman menulis surat semacam itu kepada Presiden,” kata Hatta dalam Memoir. Aksi koboy Soedarsono kemudian dikenal sebagai Peristiwa 3 Juli 1946. Peristiwa ini disebut sebagai kudeta pertama dalam sejarah Republik Indonesia. Alih-alih berhasil mendongkel Kabinet Sjahrir, para pelaku kudeta itu mendekam dalam penjara dengan masa tahanan bervariasi, tergantung kadar keterlibatan mereka.
- Membunuh Planet Pluto
MALAM, 18 Februari 1930. Langit di atas Observatorium Lowell, Flagstaff, Arizona, Amerika Serikat, cukup cerah untuk melakukan pengamatan astronomi. Di dalam observatorium Clyde William Tombaugh, seorang pemuda dari Kansas berusia 23 tahun yang direkrut Observatorium Lowell karena karya-karya gambar astronominya, sedang mengamati langit. Dia mencari apa yang oleh para astronom saat itu sebut dengan Planet X, sebuah planet lain di belakang Neptunus. Pencarian Planet X sudah dimulai Percival Lowell, pendiri Observatorium Lowell, sejak 1905. Namun pencariannya tidak membuahkan hasil, sampai kematiannya pada 1916. Berbekal hasil penelitian Lowell inilah Tombaugh melakukan penelitian intensif untuk menemukan Planet X. Dan malam itu dia berhasil. Dia menemukan sebuah benda langit menyerupai planet. Penemuan Tombaugh kemudian dipublikasikan.
- Siapa Hendak Turut ke Uranus? (Bagian II)
SEBAGAI bos manufaktur roket SpaceX, inovator Elon Musk berammbisi menjelajahi antariksa. Selain Mars, Musk berangan-angan ingin mengeksplorasi planet terdingin dalam tata surya, Uranus. Saat melakukan percobaan livestream di platform X (dulu Twitter) pada Minggu (9/6/2024), Musk menyatakan bahwa eksplorasi Planet Uranus dengan roket Space-X-nya sangat memungkinkan jadi tujuan jangka panjang berikutnya. Tentu saja itu akan dicanangkan setelah ia rampung menyelesaikan mimpinya mengirim pesawat luar angkasa ke Mars. “Mimpi saya adalah mencapai Uranus,” cuit Musk di akun X-nya, @elonmusk, Senin (10/6/2024). Planet Uranus sudah diamati sejak tahun 128 Sebelum Masehi walau saat itu masih dianggap objek antariksa sejenis bintang. Namun pasca-observasi astronom Inggris Sir William Herschel pada 1871, objek itu ditetapkan sebagai planet ketujuh.
- Siapa Hendak Turut ke Uranus? (Bagian I)
MILIARDER Elon Musk mengumbar mimpi baru. Usai “menggarap” planet Mars, bos provider internet Starlink, platform media sosial X (dulu Twitter), pabrikan mobil Tesla, dan manufaktur roket SpaceX itu membidik eksplorasi Uranus. Musk mengungkapkannya kala menjajal kapabilitas livestream di platform X pada Minggu (9/6/2024). Selain memastikan roket SpaceX-nya akan terus menjajal eksplorasi ke Mars, Musk juga menargetkan Uranus meski tidak dalam waktu dekat ini. “Saya pikir kami akan meluncurkan pesawat angkasa pertama ke Mars dalam waktu kurang dari tiga tahun dan dari situ segalanya akan eksponensial. Yang jelas kami ingin roket kami bisa mencapai Uranus. Sudah menjadi target (jangka) panjang untuk mencapai Uranus,” ujar Musk, dilansir Quartz, Senin (10/6/2024).
- Roket Rusia-Amerika Menembus Bintang-Bintang
KONFRONTASI Iran-Israel sudah sampai ke tahap yang mengkhawatirkan dan berpotensi menjadi perang terbuka. Kedua negara yang sama-sama memiliki nuklir itu sudah saling serang dengan roket jarak jauh sebagai salah satu “spin off” kebrutalan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Palestina sejak Oktober 2023. Israel jadi biang keroknya lewat pemboman Kedutaan Iran untuk Suriah di Damaskus pada 1 April 2024 yang menewaskan 14 diplomat dan dua jenderal Iran. Serangan balasan dengan sekira 300 misil balistik dan drone dilancarkan Iran ke basis militer Israel di Gurun Negev pada 13 April lalu. Itu jadi serangan frontal pertama Iran ke Israel sejak berkonflik proxy pada 1980-an. Terbaru, pada Jumat (19/4/2024) pagi, Israel bikin serangan balasan dengan roket-roketnya yang tak hanya menyasar ke Isfahan di Iran tapi juga ke Daraa, As-Suwayda di Suriah, serta Babil dan Baghdad di Irak. Kestabilan kawasan pun kian terancam sampai “baron” bisnis dan teknologi Elon Musk ikut berkomentar karena prihatin.
- Hadiah Juara untuk Mama
WAJAH Lius Pongoh, pebulutangkis era 1980-an, seketika berubah. Senyum yang menghiasi wajahnya menghilang berganti kesedihan ketika mengenang keikutsertaannya dalam Indonesia Open 1984. Sambil bercerita, mata Lius berkaca-kaca. “Ya, di ajang Indonesia Open (17-22 Juli 1984) itu momen manis-pahit buat saya. Di bulan yang sama, mama saya meninggal,” ujar Lius lirih saat ditemui Historia di PB Djarum, Kamis, 3 Januari 2019. “Mama saya namanya mirip pahlawan perempuan, Kartini, tapi enggak ada (huruf) ‘i’-nya, jadi namanya Kartin,” lanjut pria yang sejak 2011 bernaung di bawah PB Djarum sebagai Administration and Support Coordinator. Lius lahir dari pasangan Kartin dan Darius Pongoh di Jakarta 3 Desember 58 tahun lampau. Meski ayahnya pelatih bulutangkis klub PB 56, bukan berarti serta-merta Lius doyan olahraga tepok bulu. Lius kecil justru bercita-cita jadi tentara atau jadi praktisi beladiri.





















