top of page

Hasil pencarian

9798 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • MS Kaban, Cheng Ho, dan Buruh Cina

    JUMAT (11/1), M.S. Kaban selaku bekas menteri kehutanan era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini menjabat Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang, berkicau begini –dengan pengubahan redaksional seperlunya– dalam akun twitter pribadinya: “Cheng Ho pernah membawa puluhan kapal lengkap dengan pasukan untuk menyerang Majapahit karena tidak mau tunduk membayar upeti kepada kaisar China. Di era Presiden Jokowi, mendarat dengan aman dan tenang ribuan orang RRC di Morowali pakai pesawat China Airlines.” Di tengah sentimen anti-Cina yang acap dijadikan komoditas politik belakangan ini, ada tiga hal yang perlu diluruskan dalam kicauan tersebut.

  • Kenangan yang Tertinggal di Tanamur

    SEBUAH pahatan bertulis Tanamur di sisi kanan atas bangunan itu masih terbaca jelas. Pagarnya tertutup rapat. Hampir tak ada celah untuk mengintip. Tak ada juga tanda-tanda aktivitas manusia di dalamnya. Sepi. Hanya keadaan sekitar yang ramai pedagang makanan dan warung asongan. Kontras dengan suasana 40 tahun lalu saat hentakan musik disko memenuhi Tanamur, diskotek pertama dan tertua di Jakarta. “Kuping saya sampai pengang seharian setelah mengunjungi Tanamur malam itu,” kenang Firman Lubis. Firman, kini lebih dikenal sebagai penulis buku tentang sejarah Jakarta, saat itu baru menjadi dosen muda di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia dan kawan-kawannya mengunjungi Tanamur pada 1971. “Waktu itu saya ingin tahu seperti apa diskotek Tanamur,” kata Firman.

  • Sejarah Klub Malam di Indonesia

    PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta memberikan penghargaan kepada diskotek Colosseum pada malam Anugerah Adikarya Wisata 2019 di Jakarta, 6 Desember 2019. Pemberian penghargaan itu diwakilkan oleh deputi gubernur DKI Jakata. Adikarya Wisata adalah penghargaan dari pemerintah DKI Jakarta untuk penggiat pariwisata di Jakarta. Tim juri Adikarya Wisata memandang Colosseum berkontribusi mempromosikan pariwisata di Jakarta sehingga layak menerima penghargaan. Mengalahkan 30 nominator lain dalam kategori serupa. Di samping kategori diskotek dan klub malam, Adikarya Wisata mempunyai 30 kategori penghargaan lain. Antara lain bar, restoran, maskapai penerbangan, dan hotel. Keputusan tim juri menuai celoteh minor dari banyak kalangan. Mereka menilai Colosseum tak pantas menerima penghargaan lantaran pernah menjadi tempat transaksi narkoba. Sebagian lainnya berkeberatan karena melihat keberadaan diskotek dan klub malam tidak sesuai dengan norma agama.

  • Jenderal Disko

    MENTERI Pertahanan Prabowo Subianto, yang juga calon presiden, ingin memakmurkan petani di Indonesia. Bahwasanya petani bukanlah profesi yang menyusahkan, bahkan bisa membanggakan. Dengan demikian, jumlah petani produktif akan terus meningkat; anaknya petani mau jadi petani. Isu tersebut disampaikan Prabowo dalam acara “Dialog Capres bersama Kadin”, pada 12 Januari 2024 silam. Prabowo mencontohkan kehidupan petani di desa-desa di Jerman. “Saya pernah ke desanya Jerman. (Petaninya, red.) bau tai sapi, tapi mobilnya Golf. Rumahnya bagus. Dia kerja di ladang, sore-sore sudah langsung ganti baju. Malam-malam dia dansa di disko. Anak-anak muda mau jadi petani di Jerman. Kita harus bikin anak-anak muda Indonesia mau jadi petani di Indonesia,” imbuhnya. Gara-gara pernyataan visioner sekaligus kontroversi itu, lema disko sempat ramai mewarnai linimasa sosial media. Disko merupakan irama musik dari piringan hitam yang membuat penikmatnya bakal berajojing ria. Ia biasanya disajikan di diskotek atau klub malam dengan fasilitas musik piringan hitam. Di Indonesia, alunan musik disko mulai menggeliat sejak dekade 1970-an, seiring menjamurnya diskotek di kota-kota besar.

  • Sejarah Musik Dugem

    CERITA ini tentang musik kaum muda. Musik yang mampu membawa mereka ke dunia lain. Dunia tanpa waktu kemarin dan esok. Dunia yang cuma punya waktu sekarang. Kaum muda menikmati musik ini sembari bergoyang di bawah lampu kelap-kelip. Sekarang mereka menyebutnya musik ajeb-ajeb atau dugem (dunia gemerlap). Tapi dulu ia bernama disko. Semua bermula dari kerisauan generasi baby boomers di Amerika Serikat dan Eropa. Mereka lahir seusai Perang Dunia II dan tumbuh besar dengan hasrat menata ulang kehidupan secara lebih tertib. Mereka sekolah, bekerja, menikah, lalu punya anak. Lama-lama kehidupan begitu membosankan dan melelahkan bagi baby boomers. Stres menyerang dan pikiran terkekang. Mereka butuh hiburan setelah bekerja keras. Di negeri Barat sana, “bersantai adalah produk dari kerja keras,” tulis Erwin Ramedhan dalam “Gaya Hidup Disco di Jakarta” termuat di Prisma, 6 Juni 1977.

  • CIA dalam Gerakan Buruh Indonesia

    HARRY Goldberg dan istrinya, Rose, tiba di Jakarta pada September 1951. Dia ditugaskan oleh Jay Lovestone untuk memasuki gerakan buruh di Indonesia. Sebelumnya, dia dan Irving Brown, membantu memecah gerakan buruh di Italia. Tak lama setelah tiba di Indonesia, Goldberg mengabarkan kepada Lovestone bahwa kehadirannya diketahui oleh Presiden Sukarno. “Kami diberitahu bahwa Sukarno tahu kami ada di sini dan apa yang kami lakukan. Kami harus memperhatikan langkah kami,” kata Goldberg sebagaimana dikutip Ted Morgan dalam A Covert Life: Jay Lovestone, Communist, Anti-Communist, and Spymaster. Awalnya, Lovestone seorang pemimpin komunis. Dia menjabat sekretaris eksekutif Communist Party USA (CPUSA) pada 1920-an. Namun, dia kemudian keluar dan mendirikan Lovestoneite, gerakan oposisi terhadap komunis, pada 1930-an. Para anggotanya sering menyebut organisasinya Communist Party (Opposition) atau CPO.

  • Peristiwa G30S di Kota Salatiga

    PADA 1962, Mia Bustam, istri pelukis Sudjojono, diminta menjadi anggota penilai lomba kebersihan dan keindahan kota. Tugasnya keliling kota-kota di Jawa Tengah. Dalam bukunya Dari Kamp ke Kamp: Cerita Seorang Perempuan, Mia menceritakan tentang apa saja yang ia jumpai dalam tiap kunjungannya. Ketika bercerita tentang Salatiga, Mia tak ingat apa saja yang ia nilai terkait perlombaan itu. Mia justru mengenang bahwa penduduk Salatiga dan sekitarnya banyak yang berpendirian kiri. Ia juga menyebut walikota Salatiga saat itu merupakan anggota PKI. Walikota yang dimaksud Mia adalah Bakri Wahab, yang menjabat sejak 1961. Menurut laporan Majalah Lentera Nomor 3/2015, Bakri Wahab berasal dari Pekalongan. Badanya agak gemuk, rambutnya keriting, wajahnya seperti orang Arab. Ia menempati rumah tak jauh dari kantor CS PKI Salatiga.

  • Balada Patung Buruh Tani Pertama di Salatiga

    SEBIDANG tanah di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga itu ditumbuhi semak belukar yang mulai meninggi. Sulur-sulur tanaman liar juga mulai merambati pagar seng tebal yang tergembok rapat. Inilah lokasi bekas kantor Comite Seksi PKI Salatiga, tempat patung buruh tani pertama di Indonesia pernah berdiri. Menjelang ulang tahun ke-45 PKI pada 23 Mei 1965, sejumlah monumen kebesaran komunis dibangun di berbagai kota. Tugu palu arit menjadi yang paling menonjol. Di Cililitan, Jakarta, tugu putih setinggi kira-kira 12 meter berdiri dihiasi palu arit berwarna keemasan. Sementara di Palembang, tugu palu arit menghiasi Jalan Jenderal Sudirman dan Monumen Banting Stir dibangun dekat Jembatan Ampera. Tugu palu arit raksasa dengan tinggi sekitar lima meter juga dibangun di Surabaya, sekaligus menjadi podium rapat umum ulang tahun ke-45 partai merah itu. Tugu serupa juga didirikan di Medan melengkapi rapat raksasa PKI yang dihadiri 15.000 massa.

  • Pendidikan Seks dalam Serat Nitimani

    KENDATI masih dianggap tabu oleh banyak kalangan masyarakat, pendidikan seks dianggap oleh sebagian kalangan perlu diberikan sedini mungkin agar anak-anak paham. Banyak media memberitakan tentang itu saat ini. Banyaknya kasus pelecehan atau bahkan pemerkosaan membuat urgensi pendidikan seks semakin tinggi. Pendidikan untuk remaja atau dewasa juga tak kalah penting. Banyak juga orang dewasa yang belum paham seks. Dalam kebudayaan Jawa, pendidikan seks sudah ada sejak dahulu. Umumnya ditulis dalam bentuk karya sastra melalui serat-serat. Pada 1816 sebuah materi ajar tentang seks muncul dalam serat berjudul Serat Nitimani, tanpa diketahui nama penulisnya. Serat yang ditulis di wilayah Surakarta ini berupa karya sastra dalam bentuk piwulang (nasihat) yang berisi ajaran dalam melakukan hubungan seks.

  • Menengok Sejarah Gowok

    “…Maksud kedatanganku kemari adalah ingin menyerahkan anakku Bagus Sasongko kepada Nyai Lindri. Dia akan nyantrik di sini beberapa waktu lamanya. Kuserahkan anakku sepenuhnya ke tanganmu, Nyai, supaya dia nanti memperoleh bekal kehidupan ketika akan memasuki alam kedewasaan,” kata Wedana Randu Pitu ketika mengantarkan putranya kepada seorang wanita dewasa yang dikenal dengan sebutan gowok dalam novel Nyai Gowok karangan Budi Sardjono. Di masa silam, tradisi memberikan pendidikan berumah tangga, termasuk di dalamnya pendidikan seks, kepada calon suami yang tengah mempersiapkan diri menuju jenjang pernikahan dilakukan oleh masyarakat di wilayah Jawa, salah satunya di daerah Banyumas. Tradisi ini dinamakan gowokan. Minimnya informasi mengenai seluk-beluk kehidupan rumah tangga, serta pandangan bahwa membicarakan pendidikan seks merupakan hal yang tabu, membuat para orang tua khawatir anak mereka tak bahagia dalam berumah tangga. Kekhawatiran itu mendorong lahirnya gagasan agar laki-laki yang hendak menikah dididik terlebih dahulu oleh orang yang telah berpengalaman.

  • Jenderal Ibrahim Adjie Tembak Mati Perampok

    LETJEN TNI (Purn.) Ibrahim Adjie menuju rumahnya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia pulang usai menghadap Menteri Kehutanan Hasjrul Harahap membicarakan urusan bisnis. Sejak pensiun dari TNI, Adjie menggeluti usaha kontraktor infrastruktur dan menjabat sebagai Presiden Direktur PT Kurnia Jaya Alam. Menjelang petang, Adjie memasuki halaman rumahnya yang terletak di Jl. Gedung Hijau II/5 Kompleks Pondok Indah. Turun dari mobil Mercy putihnya, Adjie terlihat mengenakan setelan jas berikut dasi layaknya bos-bos parlente. Tiba-tiba, Adjie yang saat itu berusia 66 tahun disergap orang tak dikenal. Satu orang mendekap lehernya dengan sebilah golok sementara seorang lainnya menempelkan pisau ke bagian perut. “Mantan Pangdam Siliwangi ditodong,” demikian Kompas, 16 Januari 1989 memberitakan insiden yang terjadi pada 13 Januari 1989 itu.

  • Terites dari Kotoran Hewan yang Pahit Jadi Penganan Nikmat

    HENDRIK Cornelis Kruyt seorang misionaris Belanda pertama yang dikirim untuk mengabarkan Injil di Tanah Karo, Sumatera Utara. Dia datang ke sana pada tahun 1890. Pada suatu hari, Kruyt ikut serta dalam pesta jamuan makan besar masyarakat setempat. Siapa nyana pemandangan yang disaksikan Kruyt malah membuatnya jadi frustasi. Seekor kerbau disembelih. kental dari darah tubuh hewan itu menyembur ke mana-mana. Kruyt kemudian melihat orang-orang menyendok dan menyimpan sisa-sisa rumput yang dicerna dalam perut kerbau. Perasan rumput itu dijadikan kuah yang disebut terites, atau dalam bahasa lokal yang lain juga disebut pagit-pagit yang artinya agak pahit. Meski terlihat menjijikkan, Kruyt mencoba memasang ekspresi muka datar. Namun, dalam hati, dia meringis. “Memakan makanan kerbau yang masih ada di perut dan isi kedalaman setengah dan hampir seluruhnya empuk, sudah cukup untuk mengubah omnivora menjadi vegetarian selama satu menit. Aku benar-benar muak, tapi aku mampu tampil tenang sepenuhnya” tutur Kruyt seperti dikisahkan ulang Rita Smith Kipp dalam The Early Years of a Dutch Colonial Mission: The Karo Field .

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
bottom of page