top of page

Hasil pencarian

9629 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Menyibak Warisan Pangeran Diponegoro di Pameran Repatriasi

    PANGERAN Diponegoro menjadi protagonis utama dalam Perang Jawa (1825-1830). Perang yang merepotkan dan menguras kas Belanda itu memiliki kompleksitas tersendiri karena menurut sejarawan Peter Carey dalam Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855 , Pangeran Diponegoro menganggap dirinya tidak hanya seorang raja untuk masa tertentu tapi juga pemimpin rohani bagi raja-raja Jawa yang mempunyai banyak persamaan dengan peran para wali sejak abad ke-15.

  • Sebelum Jenderal Symonds Tewas di Surabaya

    HARI ini, 10 November 1945, merupakan Hari Pahlawan. Hari tersebut diperingati untuk menghormati para pejuang yang telah mengorbankan jiwa-raga dalam menghadapi pasukan asing pertama pasca-kelahiran Republik Indonesia, Inggris, di Surabaya. Kendati tak terhitung jumlah darah yang tertumpah dan berapa banyak nyawa pejuang yang melayang di sana, Pertempuran Surabaya juga menjadi “neraka” buat pasukan raksasa Inggris yang baru menang perang. Tak hanya sampai meminta bantuan Sukarno-Hatta untuk menghentikan pertempuran, Inggris juga kehilangan jenderalnya. Namun, sejarah selama ini hanya memberitakan Brigadir AWS Mallaby sebagai perwira tinggi Inggris yang kehilangan nyawa di Surabaya. Padahal, ada juga nama Robert Guy Loder-Symonds.

  • Susu Indonesia Kembali ke Zaman Penjajahan

    DUKA sedang menyelimuti para peternak susu Indonesia. Sebab, pemerintah baru membatasi kuota produksi susu lokal masuk pabrik. Padahal, pemerintah katanya hendak membagi-bagikan susu gratis ke anak sekolah. Alhasil, puluhan ribu peternak sapi susu di Boyolali protes dengan mandi susu. Selain itu, ada pula peternak sapi susu yang ditagih pajak tak wajar hingga Rp671 juta.

  • Paris Palsu di Masa Perang Dunia I

    SEBELUM Perang Dunia I pecah, orang-orang Prancis begitu terpesona dengan pesawat terbang. Menyaksikan burung besi saling melintasi langit Paris menjadi hiburan yang begitu diminati para penduduk saat itu. Namun, perang menyadarkan orang Prancis bahwa pesawat terbang tak hanya memberi kesenangan dan hiburan tetapi juga dapat menyebabkan kematian serta kehancuran. Sebab ketika perang tengah berkecamuk, pesawat-pesawat Jerman terbang di atas negara itu untuk melancarkan serangan udara yang menyebabkan kehancuran pusat-pusat bisnis dan area permukiman di wilayah Prancis.

  • Dulu Tentara Kudeta di Medan

    KOMANDO Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan yang membawahi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau sedang jadi berita. Sekelompok tentaranya  pada 8 November 2024 mengganggu keselamatan warga Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang dengan menyerang desa tersebut. Akibatnya, tetua desa bernama Raden Barus kehilangan nyawa dan belasan warga lainnya terluka.

  • Memburu Kapal Hantu

    DI masa-masa awal Perang Dunia II, Inggris dihadapkan pada sebuah teka-teki yang berkaitan dengan nasib sejumlah pelautnya yang hilang secara misterius di lautan. Beberapa orang menganggap para pelaut itu tewas bersamaan dengan karamnya kapal yang mereka tumpangi. Namun, tak sedikit juga yang curiga bahwa awak kapal tersebut telah ditawan oleh Jerman.

  • Protes Sukarno Soal Kemelut Surabaya Diabaikan Presiden Amerika

    KENDATI pertempuran yang memakan korban ribuan jiwa terjadinya di Surabaya, bayangan penderitaan rakyat sangat memengaruhi nurani Presiden Sukarno di Jakarta. Setelah kawat-kawat protesnya terhadap para pemimpin Sekutu bertepuk sebelah tangan, Sukarno meluapkan amarahnya melalui corong-corong pers pada 12 November 1945 atau dua hari sejak Surabaya dibombardir Inggris.

  • Sejarah Gereja dan Seni Kristiani

    SETELAH pemerintah Belanda menggantikan VOC yang hancur, Raja William I menyatukan berbagai denominasi di Hindia menjadi satu organisasi bernama Indisch Kerk  atau Gereja Protestan Hindia Belanda. Pada 1835, jemaat Indisch Kerk  mulai membangun sebuah gereja yang kini berada di depan stasiun Gambir, Jakarta. Pembangunan rampung pada 1839 dan ditasbihkan dengan nama Willemskerk  (Gereja William) sebelum diganti namanya jadi Immanuelkerk  (Gereja Immanuel).

  • Merekatkan Sejarah Lakban

    VESTA Oral Stoudt merupakan satu di antara jutaan wanita Amerika Serikat yang berkontribusi pada upaya perang dengan bekerja di industri pertahanan atau pabrik komersial untuk menggantikan para pria yang sedang berperang. Meningkatnya semangat patriotisme penduduk Negeri Paman Sam seiring dengan masuknya Amerika ke dalam pusaran Perang Dunia II membuat para pria di negara itu berbondong-bondong mendaftarkan diri ke dinas militer untuk menjadi prajurit, dua di antaranya adalah putra Stoudt yang bertugas di angkatan laut.

  • Masa Kecil Radius Prawiro

    JAM belum menlunjukkan pukul 05.00 ketika Radius Prawiro sudah beranjak dari tempat tidur dan memulai aktivitas rutinnya. Menyaring susu dan memasukannya ke dalam botol-botol. Setelah itu menyusun botol-botol susu ke keranjang sepedanya.

  • Letnan Rachmatsyah Rais Gugur Saat Merebut Tank Belanda

    DI Kota Medan, sejumlah nama pejuang dijadikan nama jalan. Jl. Sisingamangaraja, misalnya, menjadi salah satu jalan protokol di mana terletak Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan. Berdekatan dengan Jl. Sisingamangaraja, ada Jl. Rachmadsyah yang menghubungakan Jl. Sisingamangaraja dengan Jl. Ismaliyah. Warga Medan pada umumnya lebih mengetahui sosok Sisingamangaraja yang telah menjadi pahlawan nasional ketimbang Rahmadsyah.

  • Seputar Prasasti Pucangan

    UNTUK kesekian kalinya pemerintah Indonesia mengusulkan repatriasi Prasasti Pucangan. Warisan kebudayaan Nusantara yang kadang disebut Calcutta Stone atau Airlangga Stone itu kini masih tertinggal di Kalkuta, India. Prasasti yang berasal dari pertengahan abad ke-11 itu berisi riwayat Raja Airlangga, penguasa Kerajaan Medang Kahuripan yang bertakhta kurun 1019-1043 Masehi (M).

bottom of page