top of page

Hasil pencarian

9630 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Kuliner Sebagai Alat Diplomasi

    “Tell me what you eat and I will tell what you are ” artinya   “Katakan padaku apa yang kamu makan dan aku akan mengatakan siapa dirimu”.

  • Jalan Sunyi Kecap Zaman Revolusi

    KABAR Proklamasi akhirnya sampai ke Bogor. Masyarakat menyambut gembira. Bendera merah putih berkibar. Pasar menjadi lebih ramai. Di tengah euforia kemerdekaan, Soedjono datang mengadu nasib ke Bogor, meninggalkan tanah kelahirannya di Juwana, Pati, Jawa Tengah. Modalnya cuma satu: keahlian membuat kecap manis.

  • Gagalnya Gerakan Rabu Pagi

    SEBAGIAN serdadu KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda) asal Ambon, yang menolak bergabung dengan APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat), menolak kedatangan pasukan TNI dari Jawa ke Makassar. Pemerintah RIS tentu tahu tuntutan itu. Namun, Batalion Worang dari Jawa Timur tetap dipaksakan datang ke Makassar. Sehingga serdadu KNIL pun mengambil tindakan.

  • Hartono Loyalis Sukarno

    SUATU waktu sekitar tahun 1967 di Solo, Jawa Tengah, kelompok Pemuda Marhaen dan Pemuda Muhamadiyah berseteru. Perkelahian fisik bahkan sampai terjadi. Polisi harus turun tangan melerainya. Mereka yang berkelahi lantas digelandang ke tahanan polisi. Ketua Pemuda Marhaen Hartomo juga ikut ditahan karena perkelahian yang tak jelas akar masalahnya itu. Pada hari ketiga, seorang polisi datang dan bertanya pada para tahanan.

  • Dijodohkan Bung Karno

    MEMPERLAKUKAN saudara sebagaimana biasa di tempat yang tak tepat bisa membawa masalah. Terlebih bila itu dilakukan di tempat resmi seperti Istana Negara. Brigadir Polisi (Purn.) Iswandari pernah mengalaminya dulu.

  • Berkaca dari Arie Hanggara

    KEMATIAN Engeline, gadis mungil berusia delapan tahun asal Bali, menjadi perhatian masyarakat. Dia meregang nyawa di tangan orang-orang terdekatnya. Polisi mengendus Margriet Christina Megawe, ibu angkat Engeline, sebagai dalang sekaligus eksekutor. Kendati Margriet berkelit, polisi tetap menetapkannya sebagai tersangka utama.

  • Andi Azis Habis Lawan Nazi

    WAKTU Perang Dunia II mengganas di Eropa, Andi Abdul Azis tidak sedang berada di Sulawesi Selatan. Dia di tempat yang jauh dari kampung halamannya. Dia sedang berada di Negeri Belanda.

  • Andi Azis di Tengah Serdadu Gelisah

    KEHIDUPAN Andi Azis sebenarnya baik-baik saja sebelum Maret 1950. Kala itu, dia sudah berumah tangga dengan Sabida binti Baso Daeng Marewa. Sabida mengaku masih terkait dengan keluarga Claproth. Keluarga berdarah Jerman ini sudah cukup lama hidup di Makassar. Keluarga cukup terpandang ini ada yang menjadi pejabat Negara Indonesia Timur (NIT). Negara federal yang disponsori Belanda ini dianggap mewakili wilayah-wilayah dan etnis di timur Indonesia.

  • Tuan Tanah Cakung Indo-Priangan

    NAIKNYA Godert Alexander Gerard Philip Baron van der Capellen menjadi gubernur jenderal Hindia Belanda (1819-1826) membawa “berkah” bagi saudara laki-lakinya yang bernama Robert Lieve Jasper van der Capellen. Robert dijadikan ajudan sang gubernur jenderal, yang merupakan orangnya Louis Banaparte, adik Napoleon Bonaparte.

  • Andi Azis Berakhir di Tanjung Priok

    PERISTIWA Andi Azis pada Rabu pagi, 5 April 1950, tentu memakan korban. Setidaknya tiga anggota polisi dan satu anggota pasukan Andi Azis tewas, serta empat orang luka-luka. Atasan Andi Azis di Jakarta memberikan teguran. Pada 7 April 1950, dia diperintahkan menghadap Sukarno selaku presiden Republik Indonesia Serikat (RIS).

  • Anak Papua dalam Ekspedisi Rusia

    SEORANG ilmuwan Rusia ikut memerangi perbudakan di Hindia Belanda. Ia juga menentang pandangan rasis mengenai superioritas kulit putih. Bahkan, untuk membuktikan kesetaraan manusia, ia melakukan ekspedisi untuk meneliti masyarakat adat yang terisolir dari dunia luar, termasuk ke kepulauan Nusantara. Dan salah satu pendampingnya adalah bocah asal Papua.

  • Keluarga Jerman di Balik Serangan Jepang ke Pearl Harbor

    BERNARD Julius Otto Kühn merupakan satu dari sejumlah orang asing yang tinggal di Hawaii ketika Pearl Harbor menjadi target serangan Jepang pada 7 Desember 1941. Bersama dengan istri dan dua anaknya, satu orang putri dan seorang putra, Kühn telah menetap di Hawaii sejak tahun 1935.

bottom of page