Hasil pencarian
9630 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Ketika Jepang Tertipu Mata-mata Palsu
AKSI spionase Jepang di Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II tidak selalu berhasil. Dalam sebuah peristiwa, Jepang justru dengan mudah diperdaya oleh mata-mata gadungan yang berujung pada penangkapan sejumlah spion Jepang di Amerika.
- Orang Indonesia Pertama di Kabinet Belanda
ADA beberapa orang Indonesia jadi anggota Parlemen Belanda, seperti Roestam Effendi dan L.N. Palar. Namun, orang Indonesia yang pernah duduk dalam kabinet Belanda hanya seorang dan satu-satunya, yaitu Raden Adipati Ario Soejono. Anaknya, Irawan Soejono, tewas ditembak tentara Nazi-Jerman.
- Radius Prawiro Hapuskan SIAP yang Menghambat Pembangunan
KETIKA menjabat menteri keuangan, Radius Prawiro harus menghadapi masalah klasik dalam menyusun dan mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Apalagi kalau bukan rendahnya penyerapan anggaran. Memang sudah ada mekanisme untuk mengatur Sisa Anggaran Pembangunan atau disingkat SIAP. Masalahnya, setiap tahun SIAP selalu meningkat.
- Bung Hatta Sebagai Idola
PANDJI Pragiwaksono dikenal sebagai rapper , penyiar radio, pegiat stand up comedy , dan penulis buku. Tiga buku sudah lahir dari tangannya: Nasional Is Me , Merdeka dalam Bercanda , dan Berani Mengubah . Meski lebih dikenal sebagai komedian, dia justru mengidolakan Mohammad Hatta. Mohammad Hattalahir dari keluarga terpandang di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 12 Agustus 1902. Mengenyam pendidikan tinggi di Belanda, Bung Hatta kemudian jadi aktivis pergerakan, politisi, ekonom, dan negarawan. Bung Hatta dikenal sebagai proklamator dan wakil presiden pertama. Ditemui di bilangan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Pandji meluangkan waktu untuk bicara tentang idolanya. Kenapa Bung Hatta? Kebanyakan orang mengidolakan Bung Karno. Namun, dari sudut pandang saya, makin mengenal Bung Karno makin tahu kekurangannya. Sementara Bung Hatta, makin mengenalnya makin menarik. Dari mana Anda mengenal sosok Bung Hatta? Dari buku. Salah satunya biografi tiga jilid itu ( Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi ). Di buku itu ada hal-hal tentang dirinya yang menarik, seperti nempelin sepatu bally di tembok, waktu sidang di Belanda, kemudian pidato pembelaan Indonesia Vrij (Indonesia Merdeka). Selain ahli dalam bidang ekonomi, dia memperdalam ilmu tata negara juga kan. Nah, atas bekal pengetahuan itulah, dia membentuk jeroannya pemerintahan Indonesia. Di mata saya, dia selalu menarik. Upaya mengenal lebih dalam sosok Bung Hatta? Sebenarnya sejak sudah mengenal sosoknya. Namun bener-bener kena banget saat saya ke Bukittinggi pada 2009 dalam satu rangkaian syuting acara travelling dan berkunjung ke Museum Bung Hatta. Di sana saya lihat rumahnya, tempat lahirnya, ruang kerja, tempat baca buku tiap sore, lemari dan jendela di kamarnya. Di sana saya juga dapat cerita bahwaayahnya dekat dengan Belanda, misalnya suka ngasih ikan, dan atas sikap baik ini pula Bung Hatta dapat sekolah lebih tinggi. Nah, dari situ saya ngebayangin dan dia semakin menarik di mata saya. Adakah ucapan Bung Hatta yang menarik buat Anda? Ada satu kutipan menarik dalam salah satu pidatonya. Saat sidang di Belanda, dia membikin pledoi berjudul Indonesia Vrij . Dia mengutip ucapan Rene de Clerq (aktivis-cum penulis Belanda). Keren banget kutipannya. Dia mengatakan, “Hanya satu tanah yang menjadi tanah airku, ia tumbuh dengan perbuatan, dan perbuatan itu adalah perbuatanku.” Ini kan menarik. Dalam bahasa saat ini, kurang lebih berarti tanah air gue yang ngebangun ya gue . Jadi jangan ngaku orang Indonesia dulu kalo belum ngelakuin apa-apa buat Indonesia. Kata-kata ini nempel banget buat saya. Apa kelebihan dan kekurangan Bung Hatta? Plusnya, dia seorang pekerja. Bung Hatta lebih banyak bertindak daripada bicara. Dalam hal politik, dia menjaga integritasnya. Misalnya, waktu beliau mundur dari wakil presiden, karena capek dengan Bung Karno, sudah tidak sejalan. Demokrasi Terpimpin, bagi saya, kan agak aneh, keliatannya demokrasi namun agak otoriter. Sementara kekurangannya, ya saya pikir, beliau gak sekharismatik Bung Karno saat berpidato. Tapi bakat orang kan beda-beda. Kemudian di masa tuanya, dia juga agak menurun, tak segarang masa mudanya. Sejauh mana sosok Bung Hatta menginspirasi karya Anda? Kalo dalam buku Nasional Is Me , saya baru nulis kekaguman tentang Bung Hatta, karena saya menulis pengalaman saya ke rumah beliau. Di buku Berani Mengubah banyak pemikiran Bung Hatta masuk. Nah , soal kecintaan pada buku, Bung Hatta dan saya sama. Bung Hatta sebel kalo meminjamkan buku, lalu buku itu kelipet atau lecek saat kembali. Saya pun demikian. Saya sebel kalo ada orang punya buku saya, kemudian orang itu menyodorkan buku kepada saya untuk ditandatangani, sementara buku itu sudah lecek. Kemudian, Bung Hatta pernah bilang, jika saya dipenjara bersama buku-buku, saya merasa bebas.*
- Bohl Tuan Tanah Senayan dan Matraman
SENAYAN hari ini dikenal sebagai kompleks olahraga terbesar tanah air dan juga gedung DPR/MPR. Kawasan di Jakarta Selatan nan terkenal ini namanya sudah disebut lebih dari 140 tahun kendati tak dieja sebagai Senayan, tapi Senajan. Di era Hindia Belanda daerah ini merupakan tanah partikelir.
- Peran Radius Prawiro dalam Lobi-lobi Internasional
SUATU hari Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Pengawasan Pembangunan (Menko Ekuin) Radius Prawiro terlibat dalam jamuan makan malam bersama Ketua Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI) sekaligus Menteri Kerjasama dan Pembangunan Belanda Jan Pieter Pronk, Kwik Kian Gie, dan Pemimpin Redaksi The Jakarta Post Sabam Siagian.
- Jalan Radius Prawiro Sebagai Pengikut Jesus
TAK ada yang menduga peristiwa naas ini terjadi. Pada akhir 1956, Radius Prawiro bersama beberapa rekan menghadiri sebuah konferensi di Woudschoten, Zeist, Belanda. Sebagai sibuk kuliah di Nederlandsche Economische Hogeschool, Rotterdam, Belanda, Radius memang aktif dalam Perserikatan Kristen Indonesia (Perki) cabang Rotterdam, bahkan jadi ketuanya.
- Cerita di Balik Keriuk Keripik Kentang
KERIPIK kentang merupakan makanan ringan paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat di dunia. Popularitas keripik kentang terlihat dari beragam varian rasa. Makanan ringan favorit banyak orang ini ternyata muncul karena suatu kesalahan. Pada musim panas tahun 1853, koki George Crum bekerja seperti biasa di Moon Lake Lodge. Menurut Sharon Hernes Silverman dalam Pennsylvania Snacks , beberapa catatan menggambarkan Crum sebagai Indian-Amerika, Afrika-Amerika, atau keduanya. Kendati catatan tersebut memuat keterangan berbeda terkait garis keturunan sang koki, satu yang pasti Crum digambarkan sebagai pria yang mudah marah.
- I Nyoman Ngendon, Perupa Pita Maha yang Terjun ke Medan Perang
ASOSIASI seni Pita Maha, yang didirikan pada 29 Januari 1936 di Ubud, menaungi sekitar 150 seniman dari berbagai desa di Pulau Dewata. Salah satunya adalah I Nyoman Ngendon, pelukis yang menjadi ikon utama seni lukis aliran Batuan era 1930-an hingga 1940-an. Ngendon belajar melukis dari I Dewa Nyoman Mura. Menurut antropolog Amerika, Hildred Geertz dalam Storytelling in Bali , Ngendon membuat lukisan pertamanya pada 1933 ketika berusia sekitar 22 tahun. Selain aktif melukis, pria yang pernah terlibat dalam pertunjukan drama tari siang hari untuk orang asing itu juga seorang penjual ukiran kayu untuk turis. Ia juga disinyalir pernah bekerja di toko ukiran kayu yang dikelola oleh Brahmana Siwa, ayah dari teman dekatnya, Ida Bagus Putu Boen Sentoelan.
- Subak, Warisan Tradisi Austronesia
CUACA mendung. Langit mulai kelabu. Hawa di Jatiluwih, Tabanan, semakin dingin. Namun, turis-turis tak peduli, justru asyik berfoto. Mau bagaimana lagi, tempat ini terkenal. Sawahnya yang bertingkat-tingkat begitu menarik perhatian. Kalau bukan karena itu, ada subak, sebuah sistem irigasi kuno yang masih langgeng digunakan dan sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
- Belanda Tuan Tanah Cisarua
JURU gambar merupakan profesi penting dalam dokumentasi wajah sebelum ada fotografi. Itulah kenapa Adrianus Johannes Bik (1790-1872) dan Jannus Theodorus Bik (1796-1875) rela meninggalkan Belanda negerinya dan merantau ke Hindia Belanda. Adrianus yang pernah menjadi baljuw (pemangku hukum) di Batavia dan Jannus yang jago melukis kemudian menjadi juru gambar. Dalam Kuasa Ramalan , Peter Carey menulis Bik bersaudara adalah seniman paling terdidik di Hindia Belanda kala itu. Setelah Pangeran Diponegoro ditahan, wajah sang pangeran dilukis oleh Adrianus Bik.
- Moonlight Sonata dan Kisah Cinta Tak Sampai Ludwig van Beethoven
LUDWIG van Beethoven dianggap sebagai salah satu komponis terbesar di dunia. Perannya dominan dalam sejarah perkembangan musik dunia, khususnya pada periode transisi antara era klasik dan romantik. Melalui karya-karyanya, komponis yang lahir pada Desember 1770 itu mampu menjangkau semangat baru humanisme dan nasionalisme dalam dunia musik, di mana hal ini telah umum dilakukan oleh para pengarang di dunia sastra. Beethoven juga dikenal sebagai inovator andal. Ia memperluas cakupan sonata, simfoni, konser, dan kuartet. Dalam Simfoni Kesembilan yang digubahnya, Beethoven memadukan musik vokal dan instrumental dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.






















