Hasil pencarian
9632 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Emilia Contessa Tinggalkan Panggung Selamanya
KABAR duka mewarnai dunia musik Indonesia. Penyanyi kondang Emilia Contessa tutup usia pada hari Senin, 27 Januari 2025, lalu. Dia wafat dalam usia 67 tahun setelah menjalani perawatan medis di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Sebelum meninggal dunia, Emilia diketahui memiliki riyawat penyakit diabetes. Sepanjang hidupnya, Emilia sangat mencintai dunia musik dan tarik suara.
- Cerita Penderita Kusta Jadi Mata-mata di Perang Dunia II (Bagian I)
JOSEFINA “Joey” Guerrero berjalan terseok-seok di jalanan Manila ketika ibu kota Filipina itu diduduki Jepang pada 1940-an. Sebagai bagian dari gerakan bawah tanah menentang pendudukan Jepang, Joey mendapat tugas untuk mengumpulkan informasi tentang gerak-gerik prajurit dan fasilitas militer Jepang. Selain itu, ia juga berperan sebagai kurir yang menghubungkan informasi rahasia di antara gerilyawan.
- Penemuan Nikel di Kolaka
BEBERAPA hari terakhir, Kabupaten Kolaka dan sekitarnya digoyang gempa dengan magnitudo 5,1. Getarannya sampai ke Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara yang berjarak sekitar 167 km. Kolaka dikenal sebagai penghasil nikel, yang ditambang di Kecamatan Pomalaa. Sudah lebih dari seabad nikel ditemukan di sana. Kendati Penemuan nikel di Kolaka kalah tua dari penemuan nikel di Saroako, kisah nikel di Kolaka cukup menarik.
- Kopral Cohen Dua Kali Dapat Bintang Penghargaan Militer
LAJU tentara Jepang yang kian garang membuat eks sersan KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indische Leger) Miechiel Cohen geram. Dia lalu memutuskan untuk kembali menggunakan seragam yang telah lama ditanggalkannya alias kembali aktif berdinas meskipun mendapat tantangan dari Evelina van Leeuwen istrinya.
- Cerita Penderita Kusta Jadi Mata-mata di Perang Dunia II (Bagian II-Selesai)
PADA suatu malam di bulan Desember 1944, Joey sedang berbaring di tempat tidur ketika tiba-tiba terdengar suara kendaraan yang semakin dekat. Wanita yang terlahir dengan nama Josefina Veluya –lalu dikenal sebagai Josefina Guerrero setelah menikah dengan mahasiswa kedokteran bernama Renato Maria Guerrero– di Filipina pada 5 Agustus 1917 itu terkejut saat mengintip dari jendela, sebuah mobil perwira Jepang berhenti di depan rumahnya di Ermita. Jantungnya berdegup kencang. Sejak beberapa waktu lalu ia menjadi buruan Kempeitai yang terkenal sangat kejam karena dicurigai sebagai mata-mata yang membantu gerilyawan Filipina dan militer Amerika Serikat.
- Nestapa Pekerja Migran Indonesia di Negeri Jiran
KASUS aparat Malaysia yang menembak mati pekerja migran Indonesia (PMI) jadi “kado” kecut bagi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Negeri Jiran itu. Kendati begitu, kasus itu tak disebut dalam pertemuan Prabowo dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dan Yang di-Pertuan Agong XVII Sultan Ibrahim.
- Perselingkuhan Para Perwira
SEBUAH kasus perselingkuhan menghebohkan Makassar pada akhir 2024 lalu. Sebab, pelakunya bukan semarang orang. Yang lelaki adalah Komandan Kodim 1408/Makassar Letnan Kolonel (Letkol) Lizardo Gumay, sedangkan yang perempuan drg. Irma Awalia binti Amin Syam.
- Seputar Kanker yang Merongrong Sejak Dahulu Kala
MEMPERINGATI Hari Kanker Sedunia yang jatuh hari ini, Selasa (4/2/2025), lembaga internasional Union for International Cancer Control (UICC) yang terafiliasi dengan WHO mendorong solidaritas bagi para pengidap kanker sekolong langit dengan tema “#UnitedByUnique”. UICC menggelorakan kampanye #UnitedByUnique untuk peringatan Hari Kanker Sedunia 2025-2027 dengan latar belakang dan pendekatan yang lebih personal. Kampanyenya mengeksplorasi dimensi-dimensi berbeda dan cara-cara baru demi membuat perbedaan di antara para pengidap kanker dan orang-orang di sekitarnya.
- Ketika Pram Dipenjara Gegara Membela Etnis Tionghoa
SEBUAH beleid yang diskriminatif dan rasialis pada akhir 1959 memicu gejolak di kalangan masyarakat Tionghoa. Beleid yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1959 (PP 10/1959) tentang Larangan Bagi Usaha Perdagangan Kecil dan Eceran yang Bersifat Asing Diluar Ibu Kota Daerah Swatantra Tingkat I dan II serta Karesidenan yang ditetapkan pada masa awal Demokrasi Terpimpin, 16 November 1959.
- Pramoedya Melancong ke Negeri Belanda
PRAMOEDYA Ananta Toer suatu hari jalan-jalan menyusuri Taman Vondel di Kota Amsterdam. Di taman yang indah itu, Pram melihat banyak orang lalu-lalang menikmati udara hangat. Hari itu sedang musim panas. Pram sendiri sedang butuh tempat untuk merenung. Gara-gara mengidap sikap minder dalam dirinya, Pram susah bergaul dengan orang-orang Belanda.
- Mimpi Pilkada Langsung
TERLEPAS dari segala kekurangan selama pelaksanaannya, pilkada langsung adalah proses demokrasi yang penting bagi Indonesia. Jauh sebelum reformasi bergulir, gagasan pilkada langsung pernah dicanangkan. Ini terjadi ketika pemerintah menerbitkan Undang-Undang (UU) No. 1/1957 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah. UU ini dirumuskan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil pemilu 1955 dan mengacu pada Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950 yang berlaku saat itu.
- Masa Belia Sang Pujangga
PANDANGANNYA yang dibantu kacamata terpaku pada lembar kertas yang terselip di sebuah mesin tik tua. Kedua tangannya “melayang” di atas tuts-tuts mesin ketik yang bergantian ditekan jari-jemarinya. Serius. Begitulah penampilan Pramoedya Ananta Toer saat bekerja menyelesaikan naskah-naskah yang seolah tak pernah berhenti keluar dari kepalanya.





















