top of page

Hasil pencarian

9912 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Captain Marvel, Antara Nostalgia dan Isu Feminisme

    KEKALUTAN mengacaukan sebuah misi rahasia. Alih-alih menyelamatkan mata-mata, Vers (Brie Larson) dan rekan-rekan militer bangsa Kree justru disergap. Vers sempat ditangkap dan diinterogasi Talos (Ben Mendelsohn), pemimpin bangsa Skrull, tapi lantas bisa melarikan diri meski harus terdampar ke planet C-53 alias bumi. Adegan itu jadi pilihan duet sutradara Anna Boden dan Ryan Fleck untuk membuka film bertajuk Captain Marvel. Keduanya ingin lebih dulu menghadirkan asal-usul sang jagoan yang superhero perempuan terkuat di Marvel Cinematic Universe (MCU) yang berpusar pada rentang masa 1995. Kedatangan Vers di bumi tak pelak menarik perhatian bos agen SHIELD, Nick Fury (Samuel L. Jackson). Walau harus melewati “perkenalan” rumit, Vers dan Fury akhirnya bisa akur dan bertandem untuk meladeni Talos dan anak-anak buahnya yang juga mengejar Vers ke bumi.

  • Black Hole Terlalu Aneh untuk Dipercaya

    BERKAT Katie Bouman, astronom sekaligus ilmuwan komputer, gambar lubang hitam (black hole) bisa ditangkap untuk pertama kali oleh Teleskop Event Horizon. Gambar ini tak hanya mengonfirmasi teori Albert Einstein, tapi juga memberikan bukti tak terbantahkan kalau monster gravitasi itu ada. Menurut laman resmi NASA, lubang hitam bukanlah lubang sama sekali. Lubang hitam adalah wilayah di ruang angkasa di mana gaya tarikan gravitasi begitu kuat. Bahkan cahaya pun tak bisa lepas dari jeratannya. Jika bintang yang terang bersinar tepat di sebelah lubang hitam, lubang hitam itu akan menelan cahaya bintang selamanya. “Apa pun yang terlalu dekat dengan lubang hitam akan tertelan,” tulis laman itu. Gravitasi yang kuat terjadi karena materi telah ditekan ke dalam ruang kecil. Kompresi ini dapat terjadi pada akhir kehidupan sebuah bintang. Beberapa lubang hitam adalah hasil dari bintang yang sekarat.

  • Gundala Bukan Jagoan

    JAGAT Sinema Bumilangit telah merilis film pertamanya: Gundala (2019). Film arahan Joko Anwar ini bisa ditonton di bioskop tanah air mulai 28 Agustus 2019. Jagoan karya komikus Harya Suraminata atau Hasmi yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Tapi, dia malah membantahnya. “Aku bukan jagoan,” kata Sancaka. Dia menolak membantu para aktivis pasar melawan preman pasar. Lalu seseorang tiba-tiba memukul Sancaka dengan balok kayu dari belakang, berniat menjajal kekuatan Sancaka. Benar saja, seketika dia pingsan. Sancaka memang manusia biasa. Para aktivis pasar mengira Sancaka memiliki kekuatan super. Dia pernah sekali mengeluarkan petir dari tangannya ketika dikeroyok 30 preman. Namun ternyata itu tidak disengaja Sancaka. Lalu siapa Gundala jika bukan jagoan?

  • Lilik Sudjio, Gundala, dan Para Pahlawan

    DUNIA perfilman Indonesia kembali ramai dengan film-film pendekar dan pahlawan super. Sebelumnya, sutradara Angga Sasongko membuat Wiro Sableng 212 (2018). Kini, Joko Anwar akan segera merilis film pahlawan super Gundala (2019). Kabarnya, Bumilangit Studios juga sedang mempersiapkan film pahlawan fiksi Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Maza, Godam, Aquanus, Mandala, Si Buta dari Goa Hantu, dan Sri Asih. Tokoh-tokoh pendekar dan pahlawan super tersebut merupakan tokoh komik yang populer pada 1970-an sampai 1980-an dan beberapa pernah diadaptasi ke media film.

  • Gundala Main Film

    SUTRADARA Joko Anwar dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya mengumumkan niatnya menggarap film superhero Gundala. Penggarapan film Gundala adalah proyek yang tertunda. Rencana itu pernah menjadi bahan perbincangan pada 2014. Hanung Bramantyo, sutradara ternama, saat itu mengumumkan dirinya membesut film tersebut. Tapi film tersebut gagal diproduksi, karena tak ada kecocokan sang sutradara dengan Bumilangit Studios, yang kini memegang hak karakter komik Gundala. Gundala adalah karakter superhero yang diciptakan komikus Harya Suraminata atau lebih dikenal dengan nama Hasmi pada 1969. Jauh sebelum Hanung maupun Joko Anwar mengumumkan akan menyutradarai film ini, sebenarnya Gundala sudah difilmkan pada 1981.

  • Gundala, Ikon Superhero Indonesia

    GUNDALA, ikon komik superhero Indonesia, akan difilmkan oleh sutradara Joko Anwar. Sinyal itu disampaikan Joko saat mengunggah sebuah poster di akun Twitter pribadinya pada 4 April 2018 dengan keterangan: “New Journey. Film ketujuh saya. Mohon doa restu teman-teman. Gundala.” Gundala, yang mengenakan jubah dan topeng serba hitam, serta benda menyerupai sayap di masing-masing telinganya, bukanlah karakter baru dalam kebudayaan populer Indonesia. Tokoh ini diciptakan komikus Harya Suraminata atau lebih dikenal dengan nama Hasmi pada 1969. Karakter Gundala aslinya bernama Sancaka, seorang insinyur muda. Dia mendapat kekuatan super setelah disambar petir, kemudian diangkat menjadi anak Kaisar Cronz, raja petir. Dia diberi serupa ajimat berupa kalung leontin. Gundala tak bisa terbang. Namun, dia bisa berlari sangat cepat dan mengeluarkan petir dari tangannya.

  • Superhero Indonesia dari Komik ke Jagat Sinema

    JAGAT Sinema Bumilangit telah resmi diumumkan oleh Bumi Langit Studios, Minggu, 18 Agustus 2019. Tokoh-tokoh superhero dalam Jagat Sinema Bumilangit diadaptasi dari komik-komik Indonesia dari karya Ganes TH hingga Wid NS. Sutradara Joko Anwar, mengungkapkan bahwa film-film ini akan berbeda dengan garapan studio seperti Marvel maupun DC. “Ciri khasnya, latar belakang ceritanya sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini; kegelisahan dan topik-topik yang sedang dihadapi rakyat Indonesia. Indonesia banget,” kata Joko.

  • Serba-serbi Superhero Pertama Asia

    AJANG AvengerCon yang semarak dan disesaki para fans kumpulan superhero The Avengers berubah kacau. Sesosok ABG yang ber-cosplay ala Captain Marvel low-budget di atas panggung panik sendiri dengan kekuatan yang dimilikinya. Sosok di balik topeng (cosplay) Captain Marvel itu ternyata gadis belia berdarah Pakistan, Kamala Khan (diperankan Iman Vellani). Potongan adegan itu mengawali episode pertama seri waralaba bertajuk Ms. Marvel garapan penulis Bisha K. Ali. Penulis berdarah Pakistan itu sebelumnya tenar mengadaptasi karakter komik Marvel lain untuk dialihwahanakan ke seri waralaba Loki (2021). Kali ini, Bisha mengadaptasi salah satu versi karakter Ms. Marvel, yakni Kamala Khan. Karakter ini sebelumnya muncul di versi komik Captain Marvel edisi ke-14 terbitan 14 Agustus 2013 ciptaan komikus yang juga beradarah Pakistan, Sana Amanat. Namun, dari hasil diskusi dengan Amanat kemudian, Bisha mengubah premis tentang bagaimana Kamala mendapatkan kekuatannya.

  • Sabra, Superhero Israel Sarat Kontroversi

    BELUM juga tayang, film Captain America: Brave New World yang dijadwalkan rilis tahun depan sudah menuai kritik dari kalangan pro-Palestina maupun pro-Israel sejak tahun lalu. Perkaranya gegara kemunculan karakter Ruth Bat-Seraph alias Sabra, superhero Israel. Captain America: Brave New World yang rencananya dirilis pada 14 Februari 2025 itu digarap sineas Julius Onah sebagai film ke-35 dari semesta Marvel Cinematic Universe (MCU) sekaligus sekuel bagi miniseri televisi The Falcon and the Winter Soldier (2021). Mengisahkan Sam Wilson alias The Falcon (diperankan Anthony Mackie) yang melanjutkan tongkat estafet sebagai Captain America sepeninggal Steve Rogers (diperankan Chris Evans) sejak Avengers: Endgame (2019). Captain America: Brave New World turut memunculkan karakter Sabra yang punya alter ego Ruth Bat-Seraph. Karakternya pun dimainkan aktris asal Israel, Shira Haas. Sejak kemunculan pertamanya di komik Marvel pada 44 tahun lampau, Ruth Bat-Seraph alias Sabra punya latar belakang sesosok mutan yang jadi agen intelijen Israel, Mossad. Nama Sabra diambil dari nama sebuah tanaman kaktus pir berduri yang juga bermakna ganda merujuk pada sebutan orang Yahudi kelahiran tanah Palestina.

  • Black Widow Bukan Jagoan Biasa

    OHIO, Amerika Serikat di suatu malam tahun 1995. Rutinitas makan malam Natasha Romanoff kecil (diperankan Ever Anderson) dan adiknya, Yelena Belova (Violet McGraw), yang biasanya tenang mendadak berubah jadi kepanikan. Tak lama setelah ayahnya, Alexei Shostakov (David Harbour), pulang, kedua gadis kecil itu diajak bergegas meninggalkan rumah oleh ibunya, Melina Vostokoff (Rachel Weisz). Keberadaan Alexei dan Melina sebagai mata-mata Rusia telah diendus pemerintah Amerika dan agensi S.H.I.E.L.D (Strategic Homeland Intervention, Enforcement, and Logistic Division). Setelah menghindari kejaran secara heroik, mereka sukses meloloskan diri sampai ke Kuba. Di situlah Natasha baru tersadar akan banyak hal yang sebelumnya ganjil baginya. Alexei dan Melina bukanlah ayah dan ibu kandung mereka, melainkan dua agen Red Room yang dipimpin Jenderal Dreykov (Ray Winstone). Selama tiga tahun berperan sebagai “pasutri” dengan Natasha dan Yelena sebagai anak angkat, penyamaran Alexei dan Melina hanya untuk memata-matai dan mencuri sebuah teknologi dari S.H.I.E.L.D. Sejak tiba di Kuba, keempatnya terpisah dalam waktu sangat lama.

  • Black Adam Memburu Dendam

    EKSPRESI arkeolog Adrianna Tomaz (diperankan Sarah Shahi) yang menyunggingkan senyum seketika berubah pahit tak lama setelah ia mendapatkan Mahkota Sabbac dari sebuah gua. Ia dijebak rekannya sendiri, Ishmael Gregor (Marwan Kenzari), yang berkomplot dengan pasukan Intergang. Namun, Adriana tak patah arang. Kala sudah ditodong senjata, ia merapal mantra berbahasa Kahndaq kuno sembari memegang sebuah prasasti. Hasilnya, boom! Sesosok perkasa hadir usai terjadi ledakan ajaib itu dan membabi buta menghabisi nyawa pasukan Intergang. Adrianna mengenali sosok itu sebagai Teth Adam (Dwayne Johnson), eks-budak negeri Kahndaq dari 2.600 SM yang dahulu mendapat kekuatan super dari Penyihir Shazam (Djimon Honsou) untuk mengakhiri rezim tirani Raja Akh-Ton. Adrianna punya harapan besar dengan kembalinya Teth Adam yang –lantas punya sebutan baru Black Adam– bakal mengulang hal serupa di masa kini, yakni dibebaskannya rakyat setempat dari cengkeraman sindikat kriminal Intergang. Namun laiknya superhero Superman yang punya kelemahan dengan material Krypton, Black Adam pun punya kelemahan terhadap batu mulia Eternium. Ia terluka ketika seorang pasukan Intergang menembakkan roket yang mengandung Eternium.

  • Black Hawk dalam Oktober Kelabu

    HARI itu, 3 Oktober 1838, Ma-ka-tai-me-she-kia-kiak alias Black Hawk mengembuskan napas terakhirnya di usia 72 tahun. Panglima perang suku Indian Sauk itu tinggal nama bukan karena peluru atau pedang melainkan malaria yang menderanya sejak tiga bulan terakhir. Kapten James H. Jordan, veteran cum saudagar bulu hewan yang merupakan sahabat Black Hawk, membantu pemakamannya di tepi utara Sungai Des Moines, Iowa, Amerika Serikat. Black Hawk dikuburkan dengan ritual suku Sauk lengkap dengan seragam militer dan bendera Amerika dekat nisannya. “Jenazahnya mengenakan mantel militer yang ia terima di Washington enam tahun sebelumnya, ditambah epaulette emas, sabuk, dan sebilah pedang. Di kerahnya dikalungi sejumlah medali yang ia terima dari sejumlah tokoh: salah satu (medalinya) terukir gambar Presiden Andrew Jackson, medali lainnya terukir gambar Presiden James Madison, dan medali ketiga ia terima di Kanada dari pihak Inggris,” tulis Patrick J. Jung, sejarawan dan kurator Museum Grohmann, dalam The Black Hawk War of 1832.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bottom of page