top of page

Hasil pencarian

9912 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Bertahan Hidup di Tanah Bencana

    LIANGAN, berjarak 8 km dari Puncak Sindoro. Menyimpan jejak peradaban yang tumbuh fase demi fase sejak abad ke-6. Namun, erupsi hebat Gunung Sindoro menguburnya pada abad ke-11. Liangan merupakan kompleks permukiman di lereng timur laut Gunung Sindoro, tepatnya di Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Situs arkeologi ini terdiri dari permukiman luas dan kompleks. Di dalamnya ditemukan hunian, peribadatan, dan pertanian. Sugeng Riyanto, arkeolog Balai Arkeologi Yogyakarta dalam “Situs Liangan: Ragam Data, Kronologi, dan Aspek Keruangan”, Berkala Arkeologi Vol. 35 Edisi No. 1 Mei 2015, menjelaskan erupsi Gunung Sindoro menyebabkan Situs Liangan terkubur oleh aliran piroklastik bercampur dengan awan panas dan aliran lava yang terus berlangsung itu kemudian disusul dengan aliran lahar dingin dan membentuk Kali Langit yang akhirnya memisahkan bangunan-bangunan di Situs Liangan yang awalnya satu kesatuan.

  • Bermukim di Tanah Bencana

    KISAH hilangnya sebuah desa di wilayah yang kini bernama dusun Liangan terpatri di benak Istiarso, juru jaga Situs Liangan. Dia mendengar kisah turun-temurun kalau di wilayah itu pernah ada sebuah desa, bahkan pasar yang ramai, sebelum akhirnya terkubur bencana letusan gunung berapi. Berdasarkan kajian geologi yang dilakukan Isa Nurnusanto, geolog dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, materi vulkanik Gunung Sindoro adalah faktor utama yang mengubur permukiman Liangan Kuno. “Untuk sementara disimpulkan ada dua bencana yang pernah melanda Situs Liangan dengan tingkat rendah-sedang hingga tingkat tinggi,” tulis Isa dalam artikelnya, “Catatan Geologis Geologi Situs Candi Liangan” yang dimuat di Liangan, Mozaik Peradaban Mataram Kuno di Lereng Sindoro suntingan Novida Abbas.

  • Menggali Liangan, Peradaban yang Hilang

    MENDUNG bergelayut di atas Liangan, sebuah dusun di Temanggung, Jawa Tengah. Di tengah lahan pertanian, di sebuah lahan seluas sekira 6.000 meter persegi, terhampar kotak-kotak galian dengan pembatas semacam garis polisi. Tak ada aktivitas penambang pasir yang biasanya ramai. Tak ada pula aktivitas penggalian arkeologis yang mencoba menyibak misteri kejayaan masa lalu dusun itu. Sejak beberapa tahun belakangan ini, warga dusun dibuat penasaran dengan penemuan sisa-sisa rumah panggung, candi, dan artefak lainnya. Bayangan tentang desa yang hilang akibat gunung meletus, yang pernah mereka dengar turun-temurun, kembali muncul. Dahulu kala, di lereng timur laut Gunung Sindoro, berdirilah sebuah keraton yang diperintah seorang penguasa yang dikenal dengan sebutan Gopati –di masa kini mungkin merujuk pada bupati. Menurut kisah, hidup Sang Gopati begitu tercela. Ia gemar main perempuan.

  • Nasi dalam Centhini

    DIET mengurangi konsumsi nasi sedang tren belakangan ini. Banyak yang meyakini, mengurangi karbohidrat dari nasi membuat tubuh semakin sehat. Ahli Gizi UGM Rahadyana Muslichah mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan karbohidrat saat diet tidak hanya bisa didapat dari nasi putih saja. “Variasikan dengan bahan pangan lain seperti singkong, ubi, atau beras merah yang mengandung serat,” kata Rahadyanan, dilansir dari berita ugm.ac.id, 11 Januari 2022. Pada 2012, Pemerintah Kota Depok bahkan mengeluarkan peraturan, SK wali kota Depok No. 010/27-um, yang menganjurkan warganya tidak mengonsumsi nasi setiap hari Selasa. Melalui program ber-tagline “One Day No Rice”, warga Depok diharapkan mencari alternatif makanan mengandung karbohidrat seperti umbi-umbian. Konon, peraturan itu terinspirasi dari kesuksesan program serupa di Korea Selatan.

  • Nasi Sejak Dulu Kala

    SAAT itu pukul enam pagi. Penduduk Desa Rukam bergerak ke tempat upacara, duduk berkeliling di halaman menghadap batu sima dan kulumpang. Pagi itu, acara peresmian desa sebagai penerima augerah sima digelar. Beragam penganan sudah siap. Ada skul paripurna timan dan beragam lauk pauk. Semua dipersilakan mencicipi. Begitu Prasasti Rukam mengisahkan pesta rakyat yang terjadi ribuan tahun lalu (829 saka/907 M). Bukan cuma mencatat bagaimana jalannya upacara penetapan sima, prasasti itu juga menyebutkan beragam penganan yang disediakan ketika acara berlangsung. Yang paling menarik adalah penyebutan skul paripurna timan. "Skul paripurna atau nasi paripurna kalau di prasasti itu seperti nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauknya," jelas Titi Surti Nastiti, arkeolog Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, ketika ditemui di kantornya.

  • Antara Kartu Merah Balogun dan Garrincha

    MIMPI tuan rumah Amerika Serikat (AS) untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 kandas. Senasib dengan dua co-host lainnya, Kanada dan Meksiko, Timnas AS gugur di babak 16 besar. Kendati tetap memainkan bintangnya yang sempat diprotes banyak pihak karena sebelumnya terkena kartu merah, Folarin Balogun, AS tetap dipecundangi Belgia, 1-4. Kala AS meladeni Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar di San Francisco Bay Area Stadium, 2 Juli 2026 (WIB), Balogun dikartu merah di menit ke-62. Wasit Raphael Claus asal Brasil mengganjar striker yang berkarier di klub Prancis, AS Monaco, tersebut dengan kartu merah setelah menginjak engkel kanan bek Bosnia-Herzegovina Tarik Muharemović. Dengan kemenangan 2-0 atas Bosnia, AS mestinya meladeni Belgia di perdelapan final –di Seattle Stadium, 7 Juli 2026 (WIB)– tanpa Balogun. Sebagaimana aturan kartu merah, si terhukum otomatis dilarang tampil di laga berikutnya. Namun, Presiden AS Donald Trump yang tak terima –menganggap kartu merah kepada Balogun tidak adil– langsung mengintervensi dengan menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino.

  • Kriuk Sejarah Kerupuk

    MENTERI Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu memastikan Indonesia akan membeli sebelas unit pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia senilai Rp15 triliun. Pembelian ini dengan cara barter berbagai komoditas. Menariknya, salah satu produk yang akan dibarter adalah kerupuk. Mungkin ini kali pertama alutsista dibarter dengan kerupuk . Kerupuk merupakan makanan ringan yang disukai banyak orang. Selain bisa dimakan langsung, kerupuk biasanya melengkapi berbagai jenis makanan. Menurut sejarawan kuliner Fadly Rahman kerupuk sudah ada di Pulau Jawa sejak abad ke-9 atau 10 yang tertulis di prasasti Batu Pura. Di situ tertulis kerupuk rambak (kerupuk dari kulit sapi atau kerbau) yang sampai sekarang masih ada dan biasanya jadi salah satu bahan kuliner krecek.

  • Penemuan Kota Emas yang Hilang

    TAHUN lalu, tim peneliti yang dipimpin oleh arkeolog Zahi Hawass memulai penggalian di daerah antara kuil Ramses III dan Amenhotep III dekat Luxor, sekira 500 km di selatan ibu kota Mesir, Kairo. Pencarian ini dilakukan dengan harapan menemukan kuil bagi Firaun Tutankhamun. “Tim memilih untuk mencari di wilayah ini karena kuil Horemheb dan Ay ditemukan di daerah ini,” kata Zahi Hawass yang juga mantan menteri negara urusan barang antik Mesir, sebagaimana dikutip Live Science, 10 April 2021. Namun, para peneliti justru dikejutkan oleh temuan hebat ketika formasi bata lumpur mulai bermunculan dari bawah tanah yang mereka gali. Mereka menyadari baru saja menemukan sisa-sisa kota besar yang kondisinya masih sangat baik. Tampak jalan-jalan kota diapit oleh rumah-rumah. Beberapa tempat dindingnya setinggi 3 m. Rumah-rumah itu memiliki ruangan yang dipenuhi pernak-pernik dan perkakas kehidupan sehari-hari orang Mesir Kuno.

  • Emas untuk Perjuangan Republik

    PEMERINTAH Indonesia tak punya banyak anggaran untuk membiayai pemerintahannya ketika merdeka pada 1945. Pendapatan negara saat itu berasal dari dana kemerdekaan (Fonds Kemerdekaan Indonesia) yang digalang sejak 1944. Bentuknya berupa uang dan perhiasan dari masyarakat. Indonesia menggunakannya untuk biaya pengamanan Sukarno dan Hatta, mencari atau merampas senjata dari Jepang, pengiriman kurir, pencetakan bendera dan kertas, dan modal kerja kepada Poesat Bank Indonesia (PBI, pendahulu Bank Negara Indonesia). Karena itulah, pemerintah berupaya mencari pendapatan dari sumber lain dari yang halal sampai yang haram seperti jual candu. Lama-kelamaan fonds kemerdekaan makin sedikit. Sementara sumber pendapatan lain dari produksi perkebunan belum bisa berjalan. Oey Beng To dalam Sejarah Kebijakan Moneter Indonesia menyebut masa itu sebagai “kehancuran di sektor produksi”. Cara lain untuk mendapatkan pendapatan adalah dengan menjual emas.

  • Huru-Hara 27 Juli 1996 dalam Ingatan Wartawan

    MENJELANG tanggal 27 Juli 1996, kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat selalu tampak ramai. Sejak seminggu sebelumnya, basis PDI kubu Megawati Sukarnoputri itu selalu dipenuhi gelombang massa. Lukas Luwarso menggambarkan suasana saat itu. Siang hari suasana kantor sangat meriah, seperti festival demokrasi; mimbar bebas untuk menumpahkan aspirasi demokrasi. Tokoh-tokoh politik oposisi dan aktivis bergiliran pidato di panggung, menyuarakan demokrasi. “Saya ditugaskan memantau kantor PDI. Jadi, hampir setiap malam selalu stand by di kantor PDI,” ujar Lukas kepada Historia. Lukas saat itu bertugas sebagai wartawan majalah Forum.

  • Asal-Usul Setan Gundul

    MAKHLUK halus kembali muncul dalam politik terkini. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut genderuwo untuk politisi yang suka menakut-nakuti. Kali ini, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief, yang beberapa kali menjadi pemberitaan, menyebut setan gundul. “Dalam Koalisi Adil Makmur ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya, muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi, dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen,” kata Andi Arief dalam akun Twitter-nya, Senin (6/5/2019). Dalam cuitan berikutnya, Andi Arief menyebut “Partai Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan Gerindra, PAN, PKS, Berkarya dan Rakyat. Jika Pak Prabowo lebih memilih mensubordinasikan koalisi dengan kelompok setan gundul, Partai Demokrat akan memilih jalan sendiri yang tidak hianati rakyat.”

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bottom of page