top of page

Hasil pencarian

9916 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Roket Rusia-Amerika Menembus Bintang-Bintang

    KONFRONTASI Iran-Israel sudah sampai ke tahap yang mengkhawatirkan dan berpotensi menjadi perang terbuka. Kedua negara yang sama-sama memiliki nuklir itu sudah saling serang dengan roket jarak jauh sebagai salah satu “spin off” kebrutalan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Palestina sejak Oktober 2023. Israel jadi biang keroknya lewat pemboman Kedutaan Iran untuk Suriah di Damaskus pada 1 April 2024 yang menewaskan 14 diplomat dan dua jenderal Iran. Serangan balasan dengan sekira 300 misil balistik dan drone dilancarkan Iran ke basis militer Israel di Gurun Negev pada 13 April lalu. Itu jadi serangan frontal pertama Iran ke Israel sejak berkonflik proxy pada 1980-an. Terbaru, pada Jumat (19/4/2024) pagi, Israel bikin serangan balasan dengan roket-roketnya yang tak hanya menyasar ke Isfahan di Iran tapi juga ke Daraa, As-Suwayda di Suriah, serta Babil dan Baghdad di Irak. Kestabilan kawasan pun kian terancam sampai “baron” bisnis dan teknologi Elon Musk ikut berkomentar karena prihatin.

  • Hadiah Juara untuk Mama

    WAJAH Lius Pongoh, pebulutangkis era 1980-an, seketika berubah. Senyum yang menghiasi wajahnya menghilang berganti kesedihan ketika mengenang keikutsertaannya dalam Indonesia Open 1984. Sambil bercerita, mata Lius berkaca-kaca. “Ya, di ajang Indonesia Open (17-22 Juli 1984) itu momen manis-pahit buat saya. Di bulan yang sama, mama saya meninggal,” ujar Lius lirih saat ditemui Historia di PB Djarum, Kamis, 3 Januari 2019. “Mama saya namanya mirip pahlawan perempuan, Kartini, tapi enggak ada (huruf) ‘i’-nya, jadi namanya Kartin,” lanjut pria yang sejak 2011 bernaung di bawah PB Djarum sebagai Administration and Support Coordinator. Lius lahir dari pasangan Kartin dan Darius Pongoh di Jakarta 3 Desember 58 tahun lampau. Meski ayahnya pelatih bulutangkis klub PB 56, bukan berarti serta-merta Lius doyan olahraga tepok bulu. Lius kecil justru bercita-cita jadi tentara atau jadi praktisi beladiri.

  • Berlatih Ala Bruce Lee

    BULUTANGKIS bukanlah olahraga yang digemari Lius Pongoh, pebulutangkis era 1980-an, ketika kanak-kanak. Lius kecil yang bercita-cita menjadi tentara, justru menggemari kungfu, karate, hingga taekwondo. “Tapi enggak kesampaian. Jadinya paling hanya bisa nonton film (kungfu) saja. Saya paling senang film-filmnya Bruce Lee dan Chen Lung (Jackie Chan),” ujarnya kepada Historia. Sayang, ayahnya, Darius Pongoh, kurang mendukung cita-cita Lius menjadi atlet olahraga beladiri. Darius kekeuh ingin menyalurkan energi masa muda Lius di olahraga tepok bulu. Lius pun masuk PB Tangkas sejak usia delapan tahun hingga akhirnya masuk Pelatnas PBSI pada 1979.

  • Bruce Lee dalam 10 Fakta (Bagian II)

    RUMAH Pemakaman Kowloon di Maple Street, Hong Kong dan sekitarnya disesaki lautan manusia pada 25 Juli 1973. Tiga ratus aparat kepolisian mengerahkan penjagaan ekstra ketat saat sekira 30 ribu pelayat berdesakan untuk masuk demi melihat kerabat, sahabat, hingga idola mereka, Bruce Lee, yang terbujur kaku di peti mati terbuka. Di sekitar peti mati itu ada keluarga dan kerabat terdekat, anak dan istri: Linda, Brandon, dan Shannon Lee, serta ibunda Grace Lee dan kakak-adik Bruce. Mereka, yang berpakaian putih tradisional upacara pemakaman, meratap. Hampir semua masih tak percaya lima hari sebelumnya Bruce mengembuskan napas terakhirnya. Pada 20 Juli 1973 malam, aktris Betty Ting Pei panik saat mendapati Bruce tergolek tak sadarkan diri di lantai sebuah apartemen di Beacon Hill Road, Hong Kong. Betty mendatangi apartemen itu karena Bruce sudah ditunggu dua koleganya, Raymond Chow dan George Lazenby, di Hotel Miramar untuk mendiskusikan film Game of Death.

  • Bruce Lee dalam 10 Fakta (Bagian I)

    KIPRAHNYA memang tidak panjang, kematiannya pun sudah nyaris setengah abad. Namun, warisan yang ditinggalkan Bruce Lee masih bertahan hingga kini. Bruce Lee telah menjadi ikon beladiri modern dan film laga di berbagai penjuru dunia. Visinya yang jauh ke depan membuka banyak pintu inspirasi bagi banyak orang untuk lebih membuka pemikiran baik urusan beladiri maupun perfilman. Kepeloporan dan kiprah Bruce Lee itulah yang mendorong “Talk to Crew” Historia mengangkat tema “Anak Silat Ngomongin Bruce Lee” pada Kamis (21/7/22) lalu untuk memperingati 49 tahun wafatnya (20 Juli 1973) sang legenda. Ada banyak warna yang membentuk “lukisan” kehidupan pribadi maupun karier Bruce Lee. Berikut empat di antara 10 fakta figur sang “Naga” yang dicintai beragam lapisan masyarakat dunia itu:

  • Sandyakala Andalusia

    DI Kordoba, 1198, Ibnu Rusyd, ulama-cum-dokter yang di Barat dikenal sebagai Averous dan dianggap tokoh filsuf Rasionalisme, mengembuskan napas penghabisan dalam kondisi mengenaskan. Banyak karyanya dibakar. Ajaran filsafatnya menjadi barang haram. Ramalannya mulai menuju kebenaran bahwa masa depan negaranya takkan ramah untuk orang-orang yang tercerahkan seperti dirinya. Di tempat yang sama dan waktu hampir bersamaan, dokter, juru tulis, dan filsuf Yahudi Musa Ibn Maymun atau Maimonides harus angkat kaki dari kampung halamannya. Kordoba, yang dikuasai kerajaan-kerajaan kecil dan saling berperang, mulai menutup pintu bagi kaum Yahudi. Bahkan ketika kaum Muwahidun berkuasa, mereka membantai ribuan orang Yahudi. Musa Ibn Maymun pindah ke Mesir. Di sana dia mendapatkan tempat terhormat dengan menjadi penasihat Salahuddin al-Ayubi, kelak dikenal sebagai penakluk Yerusalem, hingga meninggal dunia pada 1204. Seiring kematian dua filsuf besar itu, Kordoba, tempat yang pernah menelurkan peradaban tinggi yang dikenal dengan Peradaban Andalusia, perlahan masuk liang lahat. Padahal, dua abad sebelumnya, tepatnya pada abad ke-9, Kordoba merupakan prototipe modernitas. Dari jendela istananya yang megah, Hisyam dan putra sekaligus penggantinya, al-Hakam I, menyaksikan kemajuan dan kemakmuran masyarakatnya.

  • Jejak Silam di Tepian Wadi el Kabir

    NAMA resmi kompleks bangunan lambang kota Kordoba, Spanyol itu Catedral de Nuestra Señora de la Asunción atau dalam bahasa Indonesia kira-kira: “Katedral Santa Perawan Maria Yang Diangkat ke Surga”. Tapi cobalah Anda tanya orang di jalanan Kordoba di mana letak Catedral de Nuestra Señora de la Asunción. Kemungkinan besar akan menimbulkan kebingungan. Tapi tanyalah di mana La Mezquita, yang dalam bahasa Spanyol berarti masjid. Semua orang pasti tahu dan akan menunjuk ke gereja katederal itu. Tak aneh jika ada dua warga lokal yang saling berpapasan dan tegur sapa, “mau ke mana?,” akan terdengar jawaban yang tidak cocok untuk kuping kita: “Voy a la Mezquita a oír misa”. Artinya, “Saya mau misa di masjid”. Catedral La Mezquita atau Katedral Masjid adalah surga arsitekur, sejarah, dan budaya yang tiada duanya. Terletak di Kordoba, Spanyol, yang pernah menjadi salah satu ibu kota kekhalifahan Islam. Lebih tepatnya kekhalifahan Bani Ummayah periode kedua, setelah kudeta oleh Bani Abbasiyah di Damaskus, Syria. La Mezquita adalah lokasi wajib kunjung bagi wisatawan yang datang ke Spanyol. Ada dua hal yang harus diperhatikan ketika kita berkunjung ke kompleks bangunan seluas 23.400 meter persegi itu.

  • Jejak Komponis Mochtar Embut

    NAMA Mochtar Embut barangkali jarang disebut dalam sejarah musik Indonesia. Ia meninggal dunia pada usia yang relatif muda, 39 tahun, ketika karier musiknya sedang naik. Namun, karya-karyanya meninggalkan jejak sejarah tersendiri bagi pencipta lagu Di Wajahmu Kulihat Bulan ini. Mochtar Embut lahir pada 5 Januari 1934 di Makassar, Sulawesi Selatan. Sejak usia lima tahun, ia sudah belajar musik dari ayahnya. Kemudian pada usia sembilan tahun, ia menciptakan lagu anak-anak berjudul Kupu-Kupu di Tamanku. Bakat musiknya semakin terasah ketika remaja, menginjak usia 16 tahun ia mulai belajar piano dan menggubah lagu Percakapan dengan Alam. Mochtar Embut pernah mengenyam pendidikan formal di Europeesche Lagere School (ELS) di Makassar. Namun, musik tampaknya telah menjadi panggilan jiwanya. “Setelah menyelesaikan Lagere School di Makasar, ia pindah ke Jakarta, dan memperdalam musik,” tulis Ensiklopedi Musik Volume 1.

  • Misteri Gunung Kawi

    MESKI tanahnya dapat menghasilkan ketela berkualitas bagus, Gunung Kawi justru terkenal sebagai tempat mencari peruntungan. Entah sejak kapan tradisi itu bermula. Yang terang, pada 1990-an orang pergi ke Gunung Kawi identik dengan tujuan ngalap berkah hingga ritual mistik pesugihan. “Sudah sejak lama Gunung Kawi (2.651 meter) yang terletak 49 km sebelah barat kota Malang, dikenal sebagai tempat ziarah untuk ngalap berkah. Makam yang dikeramatkan itu dipercaya sebagai makam Kanjeng Panembahan Djoego dan Raden Mas Iman Soedjono,” lansir Harian Ekonomi Neraca, 2 Oktober 1992. Gunung Kawi memang menyimpan banyak misteri. Menurut berita Pewarta Soerabaia, 30 November 1957, di Gua Kemanten Gunung Kawi bersemayam seorang putri yang awet muda bernama Raden Tjekluk. Disebut tjekluk karena penampakan makhluk ini seperti tak bertulang, sehingga berdirinya macam orang peot.

  • Menteri Cantengan

    SOEBANDRIO barangkali satu-satunya menteri luar negeri yang memakai sandal dalam suatu perundingan formal bilateral. Ceritanya bermula ketika Soebandrio berangkat ke Amerika Serikat pada 18 Juli 1962. Presiden Sukarno mengutus Soebandrio berunding dengan pihak Belanda agar menyerahkan wilayah Irian Barat. “Sudah jelas Presiden Sukarno berulang-ulang berkata bahwa: ‘Penyerahan kekuasaan Irian Barat harus berlangsung pada tahun 1962, sebelum ayam jantan berkokok tahun 1963’,” kenang Soebandrio dalam Meluruskan Sejarah Perjuangan Irian Barat. Soebandrio memimpin delegasi Indonesia. Turut mendampinginya Letnan Jenderal TNI Hidayat Martaatmadja dan Juru Bicara Depertemen Luar Negeri, Ganis Harsono. Sementara pihak Belanda diwakili oleh Herman van Rooijen, duta besar Belanda untuk PBB.

  • Dion (Seolah) Diselamatkan Angka

    BRONX adalah bagian kemiskinan dari gemerlapnya kota New York. Acapkali kemiskinan di sana mendorong tindak kejahatan. Beberapa pesohor dunia hiburan dan olahraga pernah tinggal di Bronx. Petinju Jake LaMotta (1922-2017) pernah tinggal di sini dan setelah sangar di atas ring dia dijuluki The Bronx Bull. Pesohor keturunan Italia lain asal Bronx adalah pemusik Dion Francis DiMucci. “Lahir di Bronx pada 18 Juli 1939, DiMucci pertama kali rekaman pada 1957 sebagai Dion & the Timberlanes di Mohawk Label,” catat Steve Sullivan dalam Encyclopedia of Great Popular Song Recordings Volume 1. Dion adalah nama panggungnya. Selain dalam Dion & the Timberlanes, pada 1958 dia pernah bergabung dalam band berisi tiga musisi baru asal Bronx, Dion & Belmonts. Boy band yang pernah rekaman di bawah label Laurie ini sohor dengan lagu “I Wonder Why”.

  • Bukan Sekadar Perjalanan Rohani

    PAGI, 18 Juli 1955. Lapangan Terbang Kemayoran ramai. Ribuan orang menanti untuk melepas keberangkatan Presiden Sukarno bersama rombongan (31 orang) ke Tanah Suci. Setiba di Kemayoran, Sukarno menyampaikan amanatnya. “Hari ini saya minta pamit dari seluruh lapisan rakyat di manapun saudara-saudara berada di tanah air kita. Saya minta doa selamat dari saudara-saudara sekalian.” ujar Sukarno, dikutip harian Merdeka, 19 Juli 1955. “Saya ingin minta dari saudara-saudara semua, supaya selama saya tidak ada di Tanah Air, saudara-saudara semuanya bersama-sama menjaga dan memelihara ketentraman dan keselamatan negara kita.”

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bottom of page