top of page

Hasil pencarian

9741 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Perwira Indonesia di Kapal Selam Belanda

    SEKITAR awal tahun 1942, Karkono Soetardjo sudah sekolah di Yogyakata. Waktu itu, kota Yogyakarta sering diancam bom oleh pesawat udara Jepang. Tetapi kereta api dari arah Surabaya masih sering melintas. “Ada seorang kurir mengantar surat kakak memberitahukan bahwa hari itu kakak melintas Yogya menuju Cilacap,” kata Karkono Soetedjo dalam album keluarga. Untuk beberapa tahun, Karkono tidak bertemu kakaknya itu yang bernama R. Subyakto. Dari Cilacap, Subyakto berlayar ke tempat yang jauh. Di zaman itu, dengan modal ijazah SMA, ia bisa menjadi lebih dari seorang kelasi. Sejak tahun 1942, Subyakto berstatus calon perwira cadangan di Koninklijk MarinealiasAngkatan Laut Kerajaan Belanda. Tahun berikutnya, ia benar-benar menjadi perwira cadangan Angkatan Laut Kerajaan Belanda.Sekitar tahun 1943, Angkatan Laut Kerajaan Belanda kekurangan cadangan awak kapal selam.

  • Kapal Selam Mini Buatan Ginangan

    BELANDA mengerahkan Angkatan Laut untuk melakukan blokade terhadap Republik Indonesia. Armada Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pun harus lebih cerdas dan berhati-hati dalam memilih jalur pelayaran. Mereka bisa berada dalam bahaya jika bertemu kapal Belanda yang lebih canggih. Upaya agak gila pernah dicoba, yaitu membuat kapal selam mini untuk melawan kapal Belanda. Dengan modal 5 ribu ORI (Oeang Republik Indonesia), kapal selam mini dibuat di sekitar Yogyakarta. Indroyono Soesilo dan Budiman dalam Kapal Selam Indonesia  mencatat, Djadoe Ginangan dibantu oleh M. Susilo, pegawai perencanaan kapal, untuk merancang desain kapal selam tersebut. Setelah perancangan di sebuah pabrik besi di Yogyakarta, pada Juli 1947 mereka mulai mengerjakan kapal selam mini berukuran 7x1 meter, bobot mati 5 ton, dan memakai mesin mobil Fiat 5 PK.

  • Alibi Kapal Bocor Ala Inggris

    SETELAH tentara Jepang menyerah kalah pada 15 Agustus 1945, kawasan pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dikuasai para pendukung Republik Indonesia. Sekitar 25 Oktober 1945, terlihatlah kapal AL Inggris selaku wakil Sekutu di perairan Surabaya. Pemerintah pusat yang masih di Jakarta menyetujui pendaratan tentara Sekutu. Menurut Moehkardi dalam Peran Surabaya dalam Revolusi Nasional 1945 , pemerintah pusat meminta pemerintah RI di Surabaya membantu tugas-tugas tentara Sekutu dalam melucuti tentara Jepang, memulangkan tentara Jepang ke negeri, dan menjaga keamanan dan ketertiban. Meski pemerintah pusat berharap orang-orang Indonesia mau bekerjasama dengan tentara Sekutu yang sangat kuat itu, rasa tidak suka “arek-arek” Surabaya kepada tentara Sekutu terlihat jelas. Jika di Jakarta tentara Inggris masih merasakan keramahan, di Surabaya tidak. Mereka tampak tak ingin berurusan dengan penguasa asing.

  • Duel Pertama Kapal Berpelat Besi

    PERAIRAN Selat Hampton Roads di dekat Semenanjung Sewell’s Point, Virginia, Amerika Serikat pada pukul enam pagi   9 Maret 1862   diselimuti kabut tebal. Letnan John   Lorimer Worden, nakhoda kapal besi Angkatan Laut (AL) Union   USS Monitor , dengan sabar menanti musuhnya yang bakal datang dari arah selatan. Di hari kedua   Pertempuran Hampton Roads (8-9 Maret 1862), Worden siap mengejutkan lawannya dengan kekuatan sepadan. Sejak dini hari, Worden sudah “gatal” untuk menuntut balas. Pasalnya, di hari pertama   sejumlah frigat kayu bertenaga uap Armada Union dibantai lawan yang tak seimbang, yakni CSS Virginia , kapal besi milik armada Konfederasi. Setelah dua jam ditunggu di pagi 9 Maret itu, pukul delapan perlahan kabut mulai buyar. Jarak pandang pun kian jelas. Dari anjungan Monitor , Worden segera mendengar dentuman meriam yang mengarah ke koleganya, frigat USS Minnesota . Letnan Samuel Greene, komandan meriam Monitor , mulai tak sabar untuk balas menembak. Mengingat tabung komunikasi antara ruang meriam dan anjungan sedang rusak, permintaan itu disampaikan secara relay  melalui perwira perantara William F. Keeler.

  • Ketika Rahib Katolik Bertamu ke Majapahit

    BAPA Suci umat Katolik, Paus Fransiskus, dijadwalkan melawat ke Indonesia awal September ini. Paus Fransiskus menjadikan Indonesia, negara dengan penduduk mayoritas muslim, sebagai destinasi pertama dalam perjalanan apostoliknya ke kawasan Asia Pasifik. Selain Indonesia, pemimpin Takhta Suci Vatikan itu juga akan ke Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.  Paus Fransiskus dijadwalkan bertandang ke Jakarta kurun 3-6 September dengan aneka agenda, mulai dari bersua presiden beserta para pejabatnya dan para tokoh masyarakat lintas agama di Istana Negara, hingga pertemuan dengan para agamawan Katolik di Gereja Katedral Jakarta. Tak ketinggalan, Paus juga akan memimpin misa akbar terbuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Indonesia sendiri sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Takhta Suci Vatikan sejak 1950. Pun sudah pernah dua kali kedatangan sang pemimpin Katolik. Pertama , kunjungan Paus Paulus VI pada Desember 1970. Kedua , Paus Yohanes Paulus II yang melawat pada Oktober 1989. Keduanya sama-sama disambut Presiden Soeharto.

  • Ozzy Osbourne Ditolak Jadi Tentara

    DISLEKSIA tak hanya membuat John Michael Osbourne alias Ozzy Osbourne merasa menjadi bocah terbodoh dan jadi bahan olok-olok di kelasnya. Dia juga sampai putus sekolah hinggga masa remajanya menjadi kacau. Ozzy yang dari keluarga kelas pekerja itu tumbuh menjadi bocah bandel. Kendati begitu, dia terpikir untuk membuat ayahnya senang. “Umurku 17 tahun dan uring-uringan waktu mencoba masuk tentara. Aku ingin melihat dunia dan tembak orang sebanyak mungkin,” aku Ozzy seperti dicatat Harry Shaw dalam Ozzy Talking Ozzy Osbourne in His Own Words . Namun, asa Ozzy pupus. Pada 1965, militer Inggris menolak remaja bermasalah yang pernah tiga minggu dipenjara itu.

  • Mitologi Toar-Lumimuut, Malesung, dan Minahasa

    PADA suatu hari di zaman dahulu, Putri Rumimoto alias Lumimuut mesti menyeberangi lautan demi mencapai sebuah tempat. Maka, dengan kawalan Panglima Tumura alias Toar dan pasukannya, Lumimuut pun mengarungi lautan. Ombak sedang besar dan arus laut begitu kuat saat itu karena badai sedang “pentas”. Nahas pun tak bisa ditolak. Lumimuut beserta para pengawalnya hanyut dibawa ombak ke arah selatan. Mereka akhirnya menemukan sebuah pulau yang dinamakan Luzon dan Luzon Baru. Pulau Luzon kemungkinan Pulau Luzon yang di Filipina. Pulau Luzon Baru itu disebut pula sebagai Molusan. “Moluson kemudian disebut Malesung oleh keturunannya,” tulis A.E. Sinolungan di artikelnya di Majalah Maesan  nomor 10, September 1986, hingga ada istilah zaman Malesung.

  • Gula dari Tulang-Belulang Prajurit di Waterloo

    HINGGA detik ini, baru dua sisa kerangka manusia yang ditemukan tim sejarawan dan arkeolog yang bekerjasama dengan yayasan Waterloo Uncovered di situs Pertempuran Waterloo yang kondang itu. Puluhan ribu lainnya masih menimbulkan pertanyaan besar sampai jawabannya diungkap tim. Pertempuran Waterloo, 18 Juni 1815, jadi momen penentuan bagi petualangan Napoléon Bonaparte menaklukkan Eropa. Namun, pasukan koalisi gabungan Inggris, Prussia, Belanda, Kerajaan Hanover, Nassau, dan Brunswick berhasil menghabisi pasukan Prancis dalam pertempuran yang menewaskan lebih dari 60 ribu prajurit baik di pihak Prancis maupun pasukan koalisi itu. Dari puluhan ribu prajurit yang tewas itu, sebuah kerangkanya ditemukan pertama kali pada medio Juli 2012. Kerangka itu terpendam di dekat parkiran mobil salah satu situs memorial Waterloo, Lion’s Mound di Wallonia, Belgia. Menukil   Independent , 5 April 2015, kerangka prajurit itu bahkan teridentifikasi bernama Friedrich Brandt, berusia 23, dan merupakan kombatan dari Kerajaan Hanover yang bersekutu dengan Inggris.

  • Kala Napoléon Dianggap Putra Nabi

    LUKISAN cakrawala yang didominasi terik mentari perlahan membiru berhias gradasi jingga saat Brigjen Jean-Pierre Doguereau bersama detasemen artilerinya tiba di desa sekitar Rahmanieh (kini El Rahmaniya), Mesir, 19 Juli 1798. Ia bersyukur perjalanan pasukannya tak menemui gangguan kala berangkat dari Wardan di pagi buta. Sebaliknya, penduduk desa justru berbaik hati dengan berbagi makanan dengan pasukannya yang kelelahan plus perlengkapan dan pakaian yang sama sekali tak ramah cuaca ekstrem Mesir yang panasnya menyengat. “Kami berangkat bersama (pasukan infantri) Demi-Brigade ke-13 pada 19 Juli sebelum fajar dan melewati beberapa desa yang cocok untuk istirahat. Kami beristirahat di bawah pohon saat mengetahui Jenderal Bonaparte tidak jauh dari posisi kami dan diharapkan bisa bertemu dengannya malam ini juga setelah menikmati telur dan persediaan lain dari para penduduk,” tulis Brigjen Doguereau dalam catatannya, Journal de l’Expédition d’Égypte  ( Guns in the Desert: General Jean-Pierre Doguereau’s Journal of Napoleon’s Egyptian Expedition ). Jenderal Napoléon Bonaparte malam itu memang sudah mengaso di kampnya di Rahmanieh. Meski begitu, isi kepala sang panglima tertinggi militer Republik Prancis terbagi antara dua hal. Pertama, kabar tentang perselingkuhan istrinya, Joséphine, dengan Hippolyte Charles di Paris. Kedua, kabar pendaratan pasukan Kesultanan Utsmaniyah di Aboukir.

  • Napoleon Mati Muda di Bonjol

    DI BAWAH pimpinan Kapten Kraft, sepaasukan kecil tentara Hindia Belanda bergerak ke arah Semawang, tempat 500 orang pasukan Padri berada. Kubu kaum Padri itu sendiri dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol.   Perang Padri bukan hal mudah bagi Belanda. Terlebih, Perang Jawa membuat fokus dan finansial pemerintah kolonial jadi bermasalah Hindia Belanda. Maka setelah Perang Jawa (1825-1830) selesai, Perang Padri kembali menjadi lebih fokus pemerintah lagi.   Pada 27 April 1835, Kapten Kraft menyerang benteng pertahanan orang Padri, namun gagal. Kemalangan Kapten Kraft berlanjut. Pada 3 Mei 1835, Kapten Kraft sedang bersana prajurit peniup terompet ( Hoornblazer ) bernama Valour. Mereka bertarung melawan tiga orang Padri. Salah satunya berhasil melukai Valour, namun Kapten Kraft berhasil membunuhnya.

  • Ketika Napoleon Kena Batunya di Rusia

    SEBAGAI seorang presiden dari satu-satunya negara Uni Eropa yang memiliki nuklir, Emmanuel Macron membuka opsi deterrence  atau penggentar untuk menangkal Rusia yang dianggap sebagai ancaman bagi Eropa. Rusia kini masih bertahan dengan invasinya ke Ukraina sejak Februari 2022.  Pada Rabu (5/2/2025) lalu, Presiden Macron akan membuka opsi dan pembahasan untuk memperluas program penangkalan nuklir. Tidak hanya dengan para sekutunya di Eropa, Macron juga berharap Amerika Serikat mendukungnya untuk “mengeroyok” Rusia.  Presiden Rusia Vladimir Putin yang dituding sebagai ancaman bagi Eropa mencoba meresponsnya dengan kepala dingin. Dengan setengah menyindir, Putin mengingatkan Prancis dan siapapun tentang kegagalan memalukan Napoleon Bonaparte yang kondang itu di tanah Rusia pada 213 tahun lampau.

  • Strategi Napoleon di Balik Kabut Austerlitz

    HUJAN salju dan kabut menyamarkan persiapan La Grande Armée, pasukan tersohor Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte (diperankan Joaquin Phoenix) di Desa Telnitz, wilayah Kekaisaran Austria pada pagi 2 Desember 1805. Sesaat setelah pengintai melihat pergerakan pasukan Austria, Napoleon segera menyiagakan para jenderalnya. Napoleon sengaja hanya menempatkan satu resimen di Dataran Tinggi Pratzen. Pasukannya yang lebih besar plus meriam-meriamnya bersembunyi di balik pepohonan di lembah Goldbach di sisi kanan desa. Tak berapa lama, infanteri dan kavaleri musuh menyerbu kubu pertahanan pasukan Prancis yang berkemah di desa. Pertempuran Austerlitz pun dimulai.

bottom of page