- 8 Feb 2024
- 7 menit membaca
Diperbarui: 5 jam yang lalu
NEGERI Belanda permulaan musim semi 1949. Poorwo Soedarmo, lulusan Stovia tahun 1927, berdiri di dekat geladak kapal saat SS Polydorus memasuki Noordhollandsch Kanaal. Poorwo tak hendak pesiar. Dia bekerja sebagai dokter kapal barang SS Polydorus untuk trayek Jakarta- Amsterdam selama Februari sampai September 1949. Ketika melewati kanal itu, dia menatap anak-anak kecil bermain sembari mandi sinar matahari. Dia takjub.
“Mereka tampak gemuk, gembira, dan bergairah. Sungguh suatu gambaran ideal health. Betapa bedanya dengan anak-anak di Jakarta,” kenang Poorwo dalam otobiografinya, Gizi dan Saya.
Ketika mendarat di Amsterdam, Poorwo menemui beberapa dokter yang sebelum tahun 1940 pernah bertugas di Hindia Belanda, khususnya di bidang gizi. Dari Jansen B.C.P, yang pernah meneliti vitamin B1 di Hindia Belanda, Poorwo mengetahui anak-anak di Belanda gemuk dan sehat karena mendapat jatah susu di sekolah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















