top of page

Balada Jenderal Tahi

Dalam tugasnya meng-Orba-kan kan Jawa Timur, panglima Brawijaya ini sampai diumpat anak-anak Korps Komando AL. Insiden itu hampir saja menyebabkan perang saudara.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 22 Sep 2021
  • 3 menit membaca

Selesai berdinas di Moskow sebagai duta besar, Mayor Jenderal Mochamad Jasin dapat tugas baru. Ia diangkat Pejabat Presiden Jenderal Soeharto sebagai panglima Kodam VII Brawijaya yang membawahi wilayah operasi Jawa Timur. Pengangkatan itu menjadi cara yang diambil Soeharto untuk melenyapkan pengaruh Sukarno di Jawa Timur.


“Akar-akar paham Orde Lama dan kultus individu masih kuat di masyarakat. Dan ini menjadi tantangan yang harus saya hadapi,” tutur Jasin dalam memoarnya M. Jasin: Saya Tidak Pernah Minta Ampun Kepada Soeharto.


Jasin memang tipikal perwira tegas. Waktu jadi panglima Kodam di Aceh, dia berhasil memadamkam pemberontakan pimpinan Daud Beureuh. Pada 15 April 1967, Jasin mengadakan serah terima jabatan panglima Brawijaya dengan Mayor Jenderal Soemitro.



Setelah menjabat panglima Brawijaya, Jasin menggebrak Jawa Timur dengan serangkaian kebijakan radikal. Orang-orang PKI ditangkapi, terutama di daerah Blitar Selatan. Sejumlah pejabat pemerintah yang dicurigai “Sukarnois” masuk target “pembersihan”. Selain itu, Jasin juga menindak mereka yang berafiliasi dengan PNI kubu Ali Sastroamidjojo-Surachman (PNI-ASU).


Kebijakan Jasin menuai pro-kontra di mana-mana. Namun yang paling serius, ketegangan terjadi antara Angkatan Darat dengan Korps Komando (KKO) AL. Panglima KKO Letjen Hartono dikenal sebagai pendukung setia Sukarno. Bukti loyalitas Hartono ini kemudian melahirkan semboyan “Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO. Putih kata Bung Karno, putih kata KKO.” KKO tentu geram dengan langkah-langkah yang ditempuh Jasin dalam “operasi desukarnoisasi” sekaligus meng-Orde Baru-kan Jawa Timur.


Hingga suatu ketika pada pertengahan 1967, pasukan KKO nekat mengumpat Jasin sewaktu mengawal beberapa truk yang membawa mayat seorang anggota PNI-ASU. Ketika melewati rumah Jasin di Jalan Darmo No. 100 Surabaya, prajurit KKO itu melontarkan cemoohan kepada Jasin.



Panglima Jenderal Jasin Tahi! Panglima Jenderal Jasin Tahi!” begitu bunyi yel-yel umpatan para anggota KKO itu yang ditujukan kepada Jasin.  


Jasin langsung keluar dari rumahnya begitu mendengar teriakan itu. Meski menyulut emosi, Jasin mencegah pasukan pengawalnya yang ingin bertindak. Kabar penghinaan itu sampai kepada bawahan Jasin, yakni Komandan Korem Kolonel Acub Zainal. Mengetahui panglimanya dihina, Acub tidak terima.  


“Dasar saya sebagai bawahan, Pak Jasin sebagai Panglima saya. Jadi buat saya, kalau ada orang luar yang menghina atasan saya, jiwa saya berontak. Dan ini menyangkut soal Sumpah Prajurit,” kata Acub dalam biografi Acub Zainal: I Love The Army karya Nurinwa Ki S. Hendrowinoto, dkk.



Acub Zainal, dalam biografinya mengakui sudah menyiapkan pasukan untuk menyerang markas KKO. Namun, sebelum pasukan itu digerakkan, Jasin terlebih dahulu ingin menghadapi langsung para petinggi Angkatan Laut di Surabaya. “Jasin segera bisa menyelesaikan masalah ini lewat diplomasi,” kata Acub.


Keesokan harinya, Jasin mengundang panglima AL, panglima Armada, komandan AL, dan KKO. Dalam pertemuan itu, Jasin memperkarakan peristiwa penghinaan oleh pasukan KKO yang ditujukan kepada dirinya selaku panglima Brawijaya. Jasin memperingatkan, apabila terjadi lagi, komandan Brigade dan komandan Koremnya akan mengambil tindakan.


Menurut Jasin, perang dingin antara AD dan KKO mulai berakhir setelah terjadi saling pengertian dengan Panglima Daerah Maritim V Laksamana Laut Suyatno. Perwita tinggi dari dua matra yang berbeda ini sama-sama setuju untuk memenangkan Orde Baru di Jawa Timur. “Kami juga bersepakat untuk menghantam kelompok yang berusaha mengembalikan Sukarno ke posisi semula,” ungkap Jasin dalam memoarnya.



Dengan adanya kesepahaman tersebut, keadaan di Surabaya relatif agak tenang. Perbedaan pendapat dapat diselesaikan tanpa harus memakan korban. Jasin pun diakui sebagai salah satu jenderal yang berjasa dalam memancangkan tonggak kekuasaan rezim Orde Baru.


Namun, seiring waktu, Jasin bersimpang jalan dengan Soeharto. Bersama kelompok oposisi Petisi 50, Jasin mulai kritis menyoroti penyimpangan kekuasaan dan korupsi yang dilakukan pemerintahan Soeharto. Aktivitas Jasin dalam Petisi 50 menyebabkan hidupnya, termasuk keluarga, dipersulit. Pemerintah mencekal Jasin hingga rezim Orde Baru akhirnya tumbang pada Mei 1998.


“Saya yang ikut mendirikan Orde Baru, tapi karena koreksi-koreksi yang saya lakukan terhadap Orde Baru, kemudian saya disebut sebagai ‘pengkhianat’ Orde Baru,” kenang Jasin.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
transparant.png
bottom of page