- 9 Feb 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 19 Apr
JELANG peringatan Hari Bhayangkara 1 Juli 1959, Komisaris Besar Polisi Raden Mochammad Oemargatab, kepala Pengawas Aliran Masyarakat (PAM) dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, dapat tugas penting dari Menteri Muda/Kepala Kepolisian Negara Komisaris Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Tugasnya menjadi penanggung jawab pembuatan patung Gajah Mada yang ditempatkan di depan Markas Besar Polri.
Setelah bagian badannya selesai, si pematung bingung karena tak tahu bagaimana wajah Gajah Mada. Oemargatab juga tidak tahu pasti bagaimana muka Gajah Mada. Sementara itu, upacara peresmian tinggal satu minggu lagi.
“Sebagai penanggung jawab, dan supaya tidak ditegur Kepala Kepolisian Negara RS Soekanto, tanpa menjelaskan tujuannya, Pak Oemar meminta foto saya. Saya kira, foto saya digunakan untuk dokumentasi PAM. Ternyata tidak begitu,” kata Moehammad Jasin dalam Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang. Rupanya, Oemargatab yang panjang akal itu menjadikan wajah Jasin sebagai patokan si pematung membuat muka patung Gajah Mada.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















