top of page

Cerita dari Pengasingan Bung Karno di Rumah Batu Tulis

Setelah terusir dari paviliun di Istana Bogor, Bung Karno melipir ke Hing Puri Bima Sakti alias Rumah Batu Tulis sebagai tahanan rumah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Papan nama Rumah/Istana Batu Tulis di pagar luarnya (Repro: Srihana Srihani)

5 Nov 2025
10 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

MATAHARI belum lama menyapa kota Bogor pagi itu di bulan Desember 1967. Sarapan di Paviliun II Kompleks Istana Bogor pun masih disiapkan. Tetapi jam 8 pagi itu, tetiba datang sebuah surat dari Pangdam Jaya Mayjen Amir Machmud yang bikin Siti Soehartini alias Hartini, istri ketiga Sukarno, bak tersambar gledek. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page