Penampilan Frans Meeng di Piala Dunia 1938 dipuji media Belanda. Perang membuat dia dan kakaknya yang bermain di klub yang sama harus menderita di Samudera Hindia dengan akhir berbeda.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Perjuangan Soedirman masih belum usai. Ketika sebagian pasukan Sekutu ke Magelang, mereka berjanji tak akan mengusik kedaulatan Indonesia, tetapi para eks tentara Belanda berulah kembali.
Pada masa senjanya NH Dini mengalami beberapa penurunan kesehatan. Namun ia tetap bangkit bahkan mendirikan pondok bacaan dengan bantuan teman-teman. Di akhir masa hidupnya NH Dini bahkan memenerima banyak sekali penghargaan yang membanggakan.
Pernikahan NH Dini dengan Yves Coffin seorang Diplomat Prancis membawanya mengembara ke berbagai negara. Dengan memiliki 2 anak tidak membuat kehidupan rumah tangganya mudah, namun sang sastrawan tetap menjadi jati dirinya.
After being expelled from the pavilion at the Bogor Palace, Bung Karno moved to Hing Puri Bima Sakti, also known as the Batu Tulis House, where he was placed under house arrest.
This recounts the story of the pavilion designed by Sukarno, which bore silent witness to the March 11, 1966 Decree (Supersemar). It was also one of Bung Karno's three “exile” homes in his final days.
Kisah di balik paviliun yang diarsiteki Bung Karno dan jadi saksi bisu Supersemar. Satu dari tiga rumah “pengasingan” Bung Karno di hari-hari terakhirnya.
Terdorong keinginan segera mewujudkan KAA, Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo mengundang lima perdana menteri ke Bogor. Sempat berdebat mengenai kehadiran Tiongkok.