top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sukarno’s Exile at the Batu Tulis House

After being expelled from the pavilion at the Bogor Palace, Bung Karno moved to Hing Puri Bima Sakti, also known as the Batu Tulis House, where he was placed under house arrest.

30 Des 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Signboard of the Batu Tulis House/Palace on the outer fence (Reproduction of Srihana Srihani)

  • 31 Des 2025
  • 11 menit membaca

THE sun had just risen over the city of Bogor that December morning in 1967. Breakfast was still being prepared in Pavilion II of the Bogor Palace Complex. But at 8 a.m. that morning, a letter suddenly arrived from Commander of the Jayakarta Military Command Major General Amir Machmud that shocked Siti Soehartini or Hartini, Sukarno's third wife.


The letter was an order, stating that President Sukarno was no longer allowed to stay at Pavilion II. In addition, the letter also contained an ultimatum that Hartini and Sukarno had to leave by 11 a.m.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Menikmati secangkir kopi di sebuah kedai yang dulunya berperan dalam penerangan kota. Bangunan ini menjadi perusahaan pemasok listrik sejak masa kolonial.
bottom of page