top of page

Dutch East Indies Through the Lens of Onnes Kurkdjian

Onnes Kurkdjian was suspected at his home country, recognized in Europe, and spent the rest of his life in the Dutch East Indies.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kurkdjian photo studio on Tunjungan street, Surabaya. (dewey.petra.ac.id)

16 Jan 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

THE annual fair and market were a big hit. Not only locals, but also Europeans came to see the handicraft products and performances. During the event, Onnes Kurkdjian was busy taking pictures. He occasionally directed them so the pictures would turn out the way he wanted them to. In his studio, he also made pictures with a similar theme.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page