top of page

Preserving Indonesia's Flora and Fauna

Benjamin Galstaun, an Armenian Javanese man, devoted his life to Ragunan Zoo.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Little elephant Denta walks with Benjamin Galstaun (second left) and Jakarta Governor Ali Sadikin (right) accompanied by guests. (Repro of Sahabat Ragunan 001/September 2014).

19 Jan 2025
6 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

One night, as they were about to enter their bedroom, Benjamin Galstaun and his wife, Henriette Esche, were stunned. Their bed was in complete mess with its kapok in disarray, burying Nora, the little tiger. The couple eventually spread a mattress on the floor and slept with Nora.


Denta, the little elephant, did something else. Wanting to imitate his master's behavior, he sat on a rattan chair and... it broke! Meanwhile, Dora, an ape, destroyed all the kitchen cabinets. 


The antics of the little animals did not deter Galstaun. He still let the little animals roam the house before they grew up and were put in cages. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page