- 8 Jul 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 22 Feb
AWAL November 1948. Sudah beberapa hari, Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo terbaring di tempat tidur. Kondisi kesehatannya menurun drastis. Penyakit jantung yang diidapnya sejak ditahan dalam kamp internir Jepang kembali kambuh. Lelah dan lesu kerap menghiasai wajah tuanya.
Di hari ke-17 bulan itu, senja baru saja singgah di Yogyakarta. Sang istri, Rohmah Soemohardjo, tengah mengambil segelas susu dari dapur, ketika pintu yang menuju ke sayap kiri rumah tetiba terbanting dengan sangat keras.
“Anehnya, tak ada orang dan tak ada angin yang bertiup,” ungkap Rohmah dalam Oerip Soemohardjo, Letnan Jenderal TNI (22 Februari 1893—17 November 1948).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












