top of page

Harakiri Jiwa Jenderal Oerip

Berawal dari Perjanjian Renville, Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo merasa patah arang kepada para pemimpin politik. Dalam situasi tekanan batin itulah, dia meninggal dalam kekecewaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jasad Oerip Soemohardjo saat dimakamkan. (IPPHOS).

8 Jul 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 22 Feb

AWAL November 1948. Sudah beberapa hari, Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo terbaring di tempat tidur. Kondisi kesehatannya menurun drastis. Penyakit jantung yang diidapnya sejak ditahan dalam kamp internir Jepang kembali kambuh. Lelah dan lesu kerap menghiasai wajah tuanya.


Di hari ke-17 bulan itu, senja baru saja singgah di Yogyakarta. Sang istri, Rohmah Soemohardjo, tengah mengambil segelas susu dari dapur, ketika pintu yang menuju ke sayap kiri rumah tetiba terbanting dengan sangat keras.


“Anehnya, tak ada orang dan tak ada angin yang bertiup,” ungkap Rohmah dalam Oerip Soemohardjo, Letnan Jenderal TNI (22 Februari 1893—17 November 1948).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
transparant.png
bottom of page