- 22 Agu 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 22 Feb
SETELAH pelantikan pejabat teras Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 25 Mei 1946, Panitia Besar Reorganisasi Tentara yang dipimpin Letjen Oerip Soemohardjo mengadakan pertemuan dengan perwakilan laskar dan badan perjuangan, pimpinan tentara, dan Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin.
Pertemuan yang digelar di gedung Sekolah Guru Putri Jalan Lempuyangan, Yogyakarat ini berlangsung panas. Laskar dan badan perjuangan menolak bergabung ke dalam TRI, kendati mengakui pentingnya kerjasama dengan tentara.
“Menghadapi situasi panas semacam itu Pak Dirman tetap tenang. Beberapa kali nampak dia mengadakan pembicaraan dengan Pak Oerip. Pak Dirman seperti halnya Pak Oerip, menyadari bahwa kepentingan-kepentingan politik tertentu mulai menyusupi ruangan sidang,” tulis biografi Sudirman Prajurit TNI Teladan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












