top of page

Histori Kampung Bali

Suku yang paling besar jumlahnya menetap di Jakarta. Sebagian besar budak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Oknum Brimob memukuli A alias Andri Bibir (30) di lokasi ini di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Muhammad Lutfan Darmawan/Kumparan).

  • 26 Mei 2019
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 10 Jun 2025

Video kekerasan oknum Brimob kepada seorang pria beredar di media sosial. Sempat diviralkan pria bernama Harun Rasyid (15) itu mati syahid. Ternyata hoaks. Polisi angkat bicara bahwa korban masih hidup, berinisial A atau Andri Bibir (30). Dia dipukuli karena mengumpulkan batu untuk para perusuh. Tindakan brutal aparat tentu saja tidak bisa dibenarkan. Polri berjanji akan menindaknya.


Lokasi di video sempat ada yang menduga di Thailand. Ternyata, di dekat Masjid Al-Huda Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.


Dari namanya, Kampung Bali, awalnya dihuni oleh orang-orang Bali. Namun kini kampung itu dihuni oleh penduduk dari berbagai suku dan daerah. Bahkan mungkin identias Bali sudah tak ada lagi.


Padahal, menurut sejarawan Alwi Shahab dalam Betawi Queen of the East,nama Kampung Bali, sebagaimana nama kampung lainnya, pada abad ke-17 dan 18 merupakan pemukiman berdasarkan etnik yang diatur oleh pemerintah kolonial. Seperti Kampung Bandan, Kampung Ambon, Kampung Bugis, Kampung Makassar, Kampung Melayu, Kampung Jawa, Kampung Cina (Pecinan), dan Kampung Arab (Pekojan/Krukut). Bahkan Petojo berasal dari nama tokoh masyarakat Makassar yang tinggal di kampung ini.


Setelah berkuasa, Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterszoon Coen, membangun kota Batavia (kini Jakarta) dengan mendatangkan tawanan dari daerah-daerah taklukan. Mereka dijadikan budak. Di antaranya dari Bali.


Menurut Ratnawati Anhar, di antara suku-suku bangsa Nusantara yang menetap di Batavia yang paling banyak jumlahnya adalah suku Bali. Pada 1683 jumlah orang Bali yang tinggal di Batavia sebanyak 14.259 orang –kala itu penduduk Batavia berjumlah 47.217 jiwa. Dari jumlah itu, hanya 981 orang yang merdeka. Selebihnya, 13.378 adalah budak.


Mengapa jumlah orang Bali paling banyak? Ratnawati memperkirakan mereka ditawan bajak laut atau dijual oleh rajanya. Pada waktu itu, raja-raja di Bali sering berperang dengan kerajaan-kerajaan lain. Akibatnya banyak orang Bali yang tertawan dan banyak yang dijual sebagai budak.


“Karena orang Bali yang menetap di Batavia banyak jumlahnya, maka mereka tinggal berkelompok di beberapa tempat sehingga nama kampung Bali pun terdapat di pelbagai tempat,” tulis Ratnawati Anhar dalam biografi Untung Suropati. Untung Suropati merupakan budak Bali yang memimpin pemberontakan terhadap VOC. Dia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1975.


Menurut Alwi Shahab awalnya VOC menempatkan masyarakat Bali di daerah Angke, setelah dipindahkan dari kasteel (benteng) di Sunda Kelapa. Setelah 90 tahun, masyarakat Bali yang semula hanya berdiam di Angke, menyebar ke berbagai tempat. Hingga kini, Kampung Bali tak hanya di Tanah Abang, tapi ada juga Kampung Rawa Bali, Bali Mester, Bali Matraman, dan masih banyak lagi. Bahkan nama Manggarai ada yang menyebut berasal dari nama seorang tokoh Bali.


Dalam De Baliers van Batavia karya C. Lekkerkerker disebutkan bahwa masyarakat Bali mempengaruhi perkembangan bahasa. Banyak kata-kata yang menjadi dialek Betawi sekarang berasal dari Bali. Misalnya jidat (dahi), bianglala (pelangi), lantas (lalu), menyungkur (tersungkur), iseng (tidak sungguh-sungguh atau sambil lalu), ngebet (sangat ingin), dan masih banyak lagi kata lainnya.


“Bahkan kata-kata seperti tolongin, ngapain, besarin, dan pulangin, merupakan bukti kuat pengaruh bahasa Bali,” kata Alwi Shahab.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
Dalam perjalanan menuju Belanda, Ki Hajar Dewantara yang semangat perjuangannya belum padam, menulis surat untuk teman-temannya agar terus menolak perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda.
Dalam perjalanan menuju Belanda, Ki Hajar Dewantara yang semangat perjuangannya belum padam, menulis surat untuk teman-temannya agar terus menolak perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Lilik Sudjio menggarap film pahlawan super, komedi, hingga mistik. Sutradara terbaik yang kurang dilirik.
Lilik Sudjio menggarap film pahlawan super, komedi, hingga mistik. Sutradara terbaik yang kurang dilirik.
transparant.png
bottom of page