top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kajoran Makar

Luka batin membuat Kajoran melawan. Bersama Trunajaya membentuk barisan sakit hati dan memberontak terhadap Mataram.

Oleh :
19 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Lukisan (1890) menggambarkan Amangkurat II menghukum mati Trunajaya, sekutu dan menantu Kajoran, dengan cara ditusuk dengan keris. (KITLV).

  • 20 Nov 2024
  • 8 menit membaca

Diperbarui: 26 Nov 2025

ALUN-alun Keraton Pleret, satu pagi di tahun 1670. Lapangan besar di depan keraton disesaki ulama beserta sanak keluarga. Mereka, sekira berjumlah 5.000 orang, berkumpul di alun-alun atas undangan Amangkurat I, raja Mataram. Di tepi alun-alun, satu legiun tentara bersiap dengan senjata terhunus.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page