- 6 Okt 2023
- 8 menit membaca
Diperbarui: 3 jam yang lalu
PERSETERUAN Henk Sneevliet dengan kaum sosialis moderat di Belanda membuatnya kehilangan pekerjaan. Dia dicopot sebagai ketua Serikat Buruh Kereta Api Belanda (NVSTP) yang berada di bawah kendali SDAP (Partai Buruh Sosial Demokrat) karena bergabung dengan pecahannya, SDP (Partai Sosial Demokrat) –kemudian menjadi Partai Komunis Belanda.
Sneevliet meninggalkan SDAP karena kaum sosialis moderat itu menolak mendukung demonstrasi kaum buruh pelabuhan di Amsterdam. Tak ada lagi pekerjaan sejenis yang ditemukannya di Belanda. Kebanyakan swasta enggan mempekerjakan seorang penyulut api tersohor seperti dirinya. Dia memutuskan mencari peruntungan ke Hindia Belanda.
“Sneevliet datang ke Indonesia hanya sekadar mencari pekerjaan, tetapi rasa panggilan revolusionernya membuatnya tak terhindarkan bahwa kegiatan utamanya ialah memberikan khotbah akan keyakinan politiknya,” tulis sejarawan Ruth T. McVey dalam Kemunculan Komunisme Indonesia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















