- 2 Okt 2017
- 7 menit membaca
ADA dua arus besar penafsiran dalam perdebatan sejarah ihwal peristiwa 1965. Kelompok penafsir pertama berpendapat peristiwa penculikan dan pembunuhan para jenderal Angkatan Darat 1 Oktober 1965 adalah puncak kekejaman PKI dalam sejarah politik Indonesia pascakemerdekaan. Dalam arus penafsiran itu, kekejaman tersebut melengkapi tabiat berontak sejak 1926, 1948 sampai 1965.
Buku Tragedi Nasional Percobaan Kup G30S/PKI di Indonesia (1978) karya Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh, dan buku putih terbitan Sekretariat Negara Republik Indonesia, Gerakan 30 September: Latar Belakang, Aksi dan Penumpasannya (1994) mewakili narasi kelompok penafsir pertama. Narasi tersebut diberlakukan secara resmi sebagai satu-satunya kebenaran selama Soeharto berkuasa, mengesampingkan adanya cara pandang dan fakta lain terhadap peristiwa yang sama.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












