- 7 Jun 2022
- 5 menit membaca
Diperbarui: 9 Jun
TUBA bin Abdurahim berasal dari keluarga miskin di Brebes. Demi mengubah nasib, dia merantau ke Jakarta bermodal ijazah Sekolah Rakyat. Itu terjadi pada titimangsa 1962, usianya baru 18 tahun. Saat itu, ibu kota sedang berdandan dengan pembangunan proyek mercusuar Presiden Sukarno. Pikir Tuba, ada banyak kesempatan kerja menantinya.
Di Jakarta, Tuba gonta-ganti profesi. Sempat menjadi pegawai negeri Dinas Pekerjaan Umum tapi ia dipecat karena nyambi jadi tukang catut karcis bioskop. Ia kemudian menjadi pedagang kaki lima, tukang parkir, hingga akhirnya mantap bekerja sebagai loper koran. Dalam mendapatkan pekerjaan, Tuba banyak dibantu kakaknya, Tohar, seorang kader Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berkedudukan di Front Nasional.
Pada 1963, Tuba bergabung dengan organisasi Pemuda Rakyat yang secara politik berafiliasi dengan PKI. Setahun kemudian, ia masuk barisan sukarelawan Dwikora yang dipersiapkan untuk menggagalkan pembentukan negara federasi Malaysia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















