top of page

Kesaksian Tiga Eks Tapol 1965

Bagi para tahanan politik 1965, disiksa sudah biasa. Bertahan hidup dengan cara yang berbeda-beda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para Tapol di depan Barak 3 Unit XV Indrapura, Kamp Pengasingan Pulau Buru, Maluku. (10 Maret 1978). (visualdocumentationproject.wordpress.com)

7 Jun 2022
5 menit membaca

Diperbarui: 9 Jun

TUBA bin Abdurahim berasal dari keluarga miskin di Brebes. Demi mengubah nasib, dia merantau ke Jakarta bermodal ijazah Sekolah Rakyat. Itu terjadi pada titimangsa 1962, usianya baru 18 tahun. Saat itu, ibu kota sedang berdandan dengan pembangunan proyek mercusuar Presiden Sukarno. Pikir Tuba, ada banyak kesempatan kerja menantinya.  


Di Jakarta, Tuba gonta-ganti profesi. Sempat menjadi pegawai negeri Dinas Pekerjaan Umum tapi ia dipecat karena nyambi jadi tukang catut karcis bioskop. Ia kemudian menjadi pedagang kaki lima, tukang parkir, hingga akhirnya mantap bekerja sebagai loper koran. Dalam mendapatkan pekerjaan, Tuba banyak dibantu kakaknya, Tohar, seorang kader Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berkedudukan di Front Nasional.


Pada 1963, Tuba bergabung dengan organisasi Pemuda Rakyat yang secara politik berafiliasi dengan PKI. Setahun kemudian, ia masuk barisan sukarelawan Dwikora yang dipersiapkan untuk menggagalkan pembentukan negara federasi Malaysia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
transparant.png
bottom of page