top of page

Kisah Chicken Kiev untuk Jenderal Moersjid

Menu istimewa kesukaan sang jenderal ini tidak pernah disajikan lagi oleh sang istri. Terselip peristiwa pahit.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 9 Des 2021
  • 2 menit membaca

Setelah menandatangani surat penahanan yang diwarnai insiden “pulpen terbang”, Mayor Jenderal Moersjid bergegas meninggalkan Markas Besar Angkatan Darat. Sebelum berangkat ke rumah tahanan, Moersjid meminta izin Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Umar Wirahadukusumah –perwira yang menyodorkan surat penahanan– untuk pulang ke rumah. Tujuan kepulangan itu hanya sekedar ambil pakaian dan pamitan dengan keluarga.   


Hari itu, 8 Desember 1969. Aktivitas di kediaman Moersjid justru sedang menyambut hari sukacita. Dua hari lagi adalah hari ulang tahun Moersjid.  


“Saat itu Ibu sedang mempersiapkan masakan untuk tanggal 10,” kata Siddharta, putra ke-4 Moersjid, kepada Historia.id.



Aneka masakan untuk hari raya keluarga itu disiapkan oleh Siti Rachma, sang nyonya rumah. Salah satu menu istimewa untuk hajatan tersebut adalah Chicken Kiev. Secara sederhana ia sama seperti ayam goreng mentega. Namun, mentega yang mengisi bagian dalamnya menggunakan mentega dingin yang sudah diramu bumbu rempah. Menu ini disebut pula “daging potong ala Kiev”. Entah sejak kapan Moersjid doyan makanan khas Eropa Timur ini.


“Mungkin belajar saat di Manila (ketika menjadi duta besar RI untuk Filipina). Atau ayah pernah coba waktu pergi ke Rusia,” sambung Siddharta. Kudapan lain yang disiapkan Siti Rachma adalah kue lapis legit yang dimasak dengan arang.  


Setiba di rumah, Moersjid tidak menghabiskan waktu lama. Sebentar dia bercengkrama dengan Siti Racmah di dalam kamar, menjelaskan apa yang terjadi. Begitu keluar dari kamar, Moersjid sudah menenteng sekoper pakaian. Makanan lezat yang sedang disiapkan di rumah itu mendadak berubah rasa menjadi asin. Bukan karena terlalu banyak garam tapi ia “asin” oleh sebab air mata Siti Rachma yang menitik kala melepas kepergian Moersjid.    

 


Moersjid beranjak meninggalkan rumahnya di bilangan Senayan menuju Rumah Tahanan Militer Boedi Oetomo. Tanpa pengawal, ia hanya ditemani seorang pengemudi sipil. Sebelum menyerahkan diri, Moersjid singgah sebentar ke Markas Corps Polisi Militer. Sepucuk revolver miliknya dia serahkan terlebih dahulu. Begitulah tutur Siddharta, ayahnya “cek in” sendiri ke rumah tahanan.


Pada 10 Desember, hari yang ditunggu tiba. Moersjid resmi menjadi penguni rumah tahanan. Hari yang seyogianya berbahagia itu berganti menjadi ratapan sekeluarga. Tidak ada pesta ulang tahun, acara tiup lilin, apalagi makanan enak-enak untuk disantap.


“Kami tidak jadi makan Chicken Kiev yang sedang disiapkan oleh Ibu. Padahal itu makanan kesenangan ayah. Sejak itu, Ibu tidak pernah mau lagi bikin Chicken Kiev, karena ada bad memory,” kenang Siddharta.


Empat tahun lamanya Moersjid ditahan tanpa diadili. Pada 1973, Moersjid dibebaskan sekaligus namanya direhabilitasi. Namun, sehari sesudah bebas, keluar keputusan Moersjid dipensiunkan dalam pangkat mayor jenderal pada usia 48 tahun.



Sepanjang hayatnya kemudian, tanda tanya terus menggelayut di benak Moersjid. Mengapa dirinya difitnah, dimasukkan penjara selama empat tahun tanpa diadili dan langsung dipensiunkan pada usia 48 tahun.


“Sampai kematian menjemput, dia tetap merasa difitnah, dituduh mendukung Bung Karno dan lain-lainnya lagi,” tulis Julius Pour dalam Kompas, 25 Agustus 2008.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Penampilan Frans Meeng di Piala Dunia 1938 dipuji media Belanda. Perang membuat dia dan kakaknya yang bermain di klub yang sama harus menderita di Samudera Hindia dengan akhir berbeda.
bg-gray.jpg
Sederet jabatan diemban Sudiro sejak Indonesia merdeka. Di Dewan Konstituante, Sudiro sudah menyuarakan isu HAM.
bg-gray.jpg
Sejak awal menjadi pejabat, Sudiro ditempatkan di daerah konflik. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
transparant.png
bottom of page