Diperbarui: 13 Agu
SETELAH menandatangani surat penahanan yang diwarnai insiden “pulpen terbang”, Mayor Jenderal TNI Moersjid bergegas meninggalkan Markas Besar Angkatan Darat. Sebelum berangkat ke rumah tahanan, Moersjid meminta izin Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Umar Wirahadukusumah, perwira yang menyodorkan surat penahanan, untuk pulang ke rumah. Tujuannya mengambil pakaian dan pamitan dengan keluarga.
Hari itu, 8 Desember 1969. Aktivitas di kediaman Moersjid justru sedang menyambut hari sukacita. Dua hari lagi adalah hari ulang tahun Moersjid. “Saat itu Ibu sedang mempersiapkan masakan untuk tanggal 10,” kata Siddharta, putra keempat Moersjid, kepada Historia.ID.
Aneka masakan untuk hari raya keluarga itu disiapkan oleh Siti Rachma, sang nyonya rumah. Salah satu menu istimewa untuk hajatan tersebut adalah Chicken Kiev. Secara sederhana dia sama seperti ayam goreng mentega.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















