- 2 Agu 2022
- 6 menit membaca
Diperbarui: 24 Mei
SUDAH dua abad lamanya Marmer Parthenon berdiam di Inggris. Sudah bertahun-tahun pula pemerintah Yunani berupaya merepatriasinya, namun hingga sekarang belum juga berbuah. Meski begitu, pihak Inggris bukan berarti tak mau membuka pintu kerjasama.
Marmer Parthenon atau acap disebut Marmer Elgin adalah kumpulan artefak kuno berupa 17 patung dan relief berbahan marmer hasil karya seniman Yunani, Phidias. Mulanya, Marmer Parthenon berada di Kuil Parthenon dan bangunan kuno lain di Kompleks Akropolis, Athena, Yunani yang berasal dari masa antara 447-438 SM. Di antara karya itu menggambarkan banyak kisah pertempuran kaum Lapith dan makhluk mitos Centaur.
Pada awal abad ke-19, ke-17 artefak itu dibawa Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Kesultanan Utsmaniyah Thomas Bruce, alias Lord Elgin, ke Inggris. Sejak 1816, artefak itu menjadi koleksi milik British Museum, London.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















