top of page

Menumpas Pengikut Tan Malaka (1)

Tak bisa diatur dan kerap menentang kebijakan pemerintah, Lasjkar Rakjat Djawa Barat menjadi sasaran operasi militer TRI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dua pemimpin LR di tengah pasukannya (IPPHOS/Dok. Rushdy Hoesein).

24 Jul 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 21 Feb

YOGYAKARTA, 18 Maret 1947, Presiden Sukarno mengumumkan penyatuan nasional antara kekuatan tentara resmi yakni Tentara Republik Indonesia (TRI) dengan kekuatan lasykar langsung di bawah pimpinan Jenderal Soedirman. Hal itu dilakukan demi mengikat kekuatan dalam menghadapi ancaman agresi militer Belanda.


“Rumor bahwa Belanda akan menyerang kedudukan Republik memang sudah santer terdengar saat itu,” ungkap sejarawan Robert B. Cribb.


Namun dalam kenyataannya, seruan itu hanya diikuti oleh 5 lasykar terbesar. Masing-masing adalah Barisan Pemberontak Rakjat Indonesia (BPRI), Barisan Banteng Republik Indonesia (BBRI), Pemoeda Sosialis Indonesia (Pesindo), Lasjkar Boeroeh (LB) dan Markas Poesat Hizboellah Sabilillah (MPHS).

    Ingin membaca lebih lanjut?

    Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

    bg-gray.jpg
    Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
    bg-gray.jpg
    Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
    bg-gray.jpg
    Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
    bg-gray.jpg
    Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
    Persahabatan dan kerjasama manusia dan gajah di Burma semasa Perang Dunia II berperan penting dalam kemenangan Inggris atas Jepang.
    Persahabatan dan kerjasama manusia dan gajah di Burma semasa Perang Dunia II berperan penting dalam kemenangan Inggris atas Jepang.
    Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
    Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
    Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
    Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
    Dari 194 ribu koleksi, 817 benda bersejarah Museum Gajah mengalami kerusakan ringan hingga berat pasca-kebakaran.
    Dari 194 ribu koleksi, 817 benda bersejarah Museum Gajah mengalami kerusakan ringan hingga berat pasca-kebakaran.
    Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
    Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
    Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
    Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
    transparant.png
    bottom of page