top of page

Menunggu Kabar Repatriasi Al-Qur'an Teuku Umar dan Fosil Manusia Jawa

Dari repatriasi 472 benda bersejarah, Al-Qur'an Teuku Umar dan koleksi fosil Dubois belum termasuk di dalamnya. Ada apa gerangan?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Patok penanda lokasi temuan Pithecanthropus erectus oleh Marie Eugène François Thomas Dubois di Trinil. (Randy Wirayudha/Historia.ID).

2 Agu 2023
5 menit membaca

Diperbarui: 11 Feb

PEMERINTAH Indonesia dan Belanda memang sudah mencapai kata sepakat dalam repatriasi 472 benda bersejarah era kolonial. Peresmian serah-terimanya bahkan sudah bergulir 10 Juli 2023 lalu. Meski begitu, masih ada beberapa objek lain yang belum masuk daftar repatriasinya, di antaranya koleksi fosil Homo erectus atau “Java Man” temuan Eugène Dubois dan Al-Qur'an milik Teuku Umar.


Ketua Tim Repatriasi Koleksi Asal Indonesia di Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja mengungkapkan, ke-472 benda bersejarah yang masuk daftar repatriasi dan rencananya akan tiba di tanah air menjelang HUT RI ke-78 tahun ini baru “kloter” pertama. Isinya meliputi sebilah Keris Klungkung, empat arca Singhasari, 132 benda seni koleksi Pita Maha, dan 335 harta jarahan Lombok. Sementara “kloter” kedua yang masih akan ditentukan dan disepakati bersama terdiri dari sebuah regalia Kerajaan Luwu, tali kekang kuda Pangeran Diponegoro, Al-Qur'an Teuku Umar, dan koleksi fosil manusia purba Pithecanthropus erectus (kini Homo erectus) temuan Dubois.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page