- 18 Jun 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 5 hari yang lalu
ABDUL Malik bukanlah orang terkenal. Dia bukan berasal dari keluarga raden, sekalipun berada di lingkaran anggota-anggota keluarga terkemuka yang punya kaitan dengan Kesultanan Palembang. Dia seorang guru HIS (Hollandsch Inlandsche School) atau sekolah dasar Belanda untuk bumiputra, yang kemudian jadi kepala bagian pendidikan dan kebudayaan Keresidenan Palembang. Namun, ketika Belanda mendorong berdirinya negara federal Sumatra Selatan, namanya tiba-tiba mencuat.
“Recomba membutuhkan orang Palembang semacam dia yang dapat ‘dipakai’ untuk menghadapi tokoh-tokoh Republik di Palembang yang menurut Belanda didominasi ‘elemen asing’,” tulis Mestika Zed dalam Kepialangan Politik dan Revolusi: Palembang 1900–1950.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.







