top of page

Penculikan Kepala Stasiun CIA

Pernah melatih agen intelijen Indonesia. Kepala stasiun CIA ini diculik dan dibunuh.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Letnan Kolonel William F. Buckley, Kepala Stasiun CIA di Lebanon yang diculik dan dibunuh. (arlingtoncemetery.net).

  • 1 Feb 2020
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 16 Mar

PADA pertengahan 1983, Letnan Kolonel William Francis Buckley menjabat Kepala Stasiun CIA dengan menyamar (cover) sebagai pejabat urusan politik di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beirut, Lebanon. Dia ditugaskan untuk membantu Lebanon mengembangkan metode menghadapi terorisme.


Buckley juga berusaha membangun kembali intelijen Amerika Serikat setelah pengeboman Kedutaan Besar Amerika Serikat beberapa bulan sebelumnya. Serangan itu menewaskan 17 orang Amerika, termasuk Robert C. Ames, kepala analis CIA Timur Tengah, dan beberapa petugas CIA.


“Satu sumber mengatakan Buckley dipilih untuk tugas berbahaya karena dia tidak punya keluarga,” tulis Bob Woodward dan Charles R. Babcock di Washington Post, 26 November 1986.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Lagu-lagu yang mengabadikan media komunikasi populer di eranya.
Lagu-lagu yang mengabadikan media komunikasi populer di eranya.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Tak hanya menjaga kedaulatan, heli TNI AU juga digdaya dalam uji skill di udara.
Tak hanya menjaga kedaulatan, heli TNI AU juga digdaya dalam uji skill di udara.
Film Gundala berbeda dengan versi komiknya. Tak ada kesan Yogyakarta, latar belakangnya sangat Jakarta.
Film Gundala berbeda dengan versi komiknya. Tak ada kesan Yogyakarta, latar belakangnya sangat Jakarta.
transparant.png
bottom of page