- 1 Feb 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 7 hari yang lalu
PADA pertengahan 1983, Letnan Kolonel William Francis Buckley menjabat Kepala Stasiun CIA dengan menyamar (cover) sebagai pejabat urusan politik di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beirut, Lebanon. Dia ditugaskan untuk membantu Lebanon mengembangkan metode menghadapi terorisme.
Buckley juga berusaha membangun kembali intelijen Amerika Serikat setelah pengeboman Kedutaan Besar Amerika Serikat beberapa bulan sebelumnya. Serangan itu menewaskan 17 orang Amerika, termasuk Robert C. Ames, kepala analis CIA Timur Tengah, dan beberapa petugas CIA.
“Satu sumber mengatakan Buckley dipilih untuk tugas berbahaya karena dia tidak punya keluarga,” tulis Bob Woodward dan Charles R. Babcock di Washington Post, 26 November 1986.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












