top of page

Pengemis dan Kapten Sanjoto

Di zaman Belanda, pernah ada penampuangan tuna wisma di Malang, bernama Pangoengsen Gadang. Menarik perhatian istri gubernur jenderal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pengemis. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

14 Feb 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 7 Apr

SEBUAH rumah di Merbaboeparkweg alias Jalan Taman Merbabu, Malang ramai pada malam 27 September 1941. Sang tuan rumah, Kapten Raden Sanjoto Adi, punya hajat yang bukan kaleng-kaleng. Banyak dari para tamu yang datang merupakan petinggi militer maupun sipil.


Hajat itu merupakan syukuran Kapten Sanjoto atas penghargaan yang diterimanya dari pemerintah Hindia Belanda. Penghargaan itu didapat Kapten Sanjoto berkat kiprahnya dalam bidang sosial di daerah Gadang, Malang.


Gadang, disebut Soerabaijasch Handelsblad  tanggal 19 Februari 1938, menjadi tempat penampungan para tunawisma. Untuk mewujudkan aksi sosial itu, sebuah yayasan bernama Pangoengsen Gadang didirikan. Yayasan yang dimiliki seorang Tionghoa tersebut mendirikan rumah penampungan untuk para tunawisma dengan sewa sebesar 100 gulden setiap bulannya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Untuk memperbaiki pertanian rakyatnya, Mangkunegara VII dan Ir. Sedyatmo membangun jembatan air. Sukses meski ditentang Belanda.
Untuk memperbaiki pertanian rakyatnya, Mangkunegara VII dan Ir. Sedyatmo membangun jembatan air. Sukses meski ditentang Belanda.
Selepas dari penjara, Sukarno tak ingin disambut dengan perayaan. Dia hanya mendamba belaian istrinya.
Selepas dari penjara, Sukarno tak ingin disambut dengan perayaan. Dia hanya mendamba belaian istrinya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
transparant.png
bottom of page