top of page

Situasi Mencekam Sebelum Supersemar

Hiruk pikuk menjelang lahirnya Supersemar. Mulai masuknya pistol ke Istana Negara hingga aksi empat jenderal Angkatan Darat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno melantik anggota Kabinet Dwikora II pada 24 Februari 1966. (Repro 30 Tahun Indonesia Merdeka).

17 Mar 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 11 Mar

HARI Jumat, 11 Maret 1966, Presiden Sukarno mestinya memimpin rapat Kabinet Dwikora II atau Kabinet Dwikora yang Disempurnakan. Namun, sejak pagi, para demonstran telah menutup jalan menuju Istana Negara, tempat para menteri akan bersidang. Mereka menolak karena Sukarno masih menyertakan menteri-menteri yang dicurigai terlibat Gerakan 30 September 1965.


“Pagi-pagi sekali sebelum sidang dibuka ribuan mahasiswa datang berbondong-bondong menuju Istana. Mereka mendesak masuk ke halaman Istana,” tutur Soebandrio dalam Soebandrio: Kesaksianku tentang G30S. Saat itu, Soebandrio menjabat Wakil Perdana Menteri (Waperdam) I.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page