- 22 Mar 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 17 Feb
DITANDATANGANINYA Supersemar pada 11 Maret 1966 tak berdiri sebagai peristiwa tunggal. Rentetan peristiwa beberapa hari sebelumnya mendukung teori “kudeta merangkak” yang dilancarkan oleh klik Letjen TNI Soeharto.
Menurut sejarawan Asvi Warman Adam, sejak 9 Maret 1966 Sukarno telah didesak untuk menyerahkan kekuasaan. Dua pengusaha yang dekat dengan Bung Karno, yakni Dasaad dan Hasjim Ning, datang ke Istana Bogor. Kedua pengusaha yang diutus oleh Alamsyah Ratu Perwiranegara itu membawa surat dari Soeharto. Isinya, Sukarno diminta menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Soeharto. Peristiwa ini diakui Hasjim Ning dan Alamsyah dalam biografi masing-masing.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












