- 2 Jan 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 5 Mar
“HIDUPNYA padat; ia seorang ilmuwan, tentara, mata-mata, melakukan intrik-intrik, menyidik seperti polisi. Semua itu dalam satu sosok! Itulah yang memukau saya,” ujar Philip Dröge, penulis buku Pelgrim, Leven en reizen van Christiaan Snouck Hurgronje.
Philip Dröge, berusia 56 tahun, adalah seorang wartawan Belanda. Baginya, menulis buku adalah perpanjangan dari kerja wartawan. Sebelumnya, ia menulis In de schaduw van Tambora (Di Bawah Bayangan Tambora), terbit tahun 2015, tentang letusan dahsyat Gunung Tambora pada 1815.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












