Hasil pencarian
Search this site
10003 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Elizabeth Ida dan Gambar yang Bicara
GAMBAR beringin, mozaik orang baris-berbaris, lelaki berpeci dengan mata menyalang, monumen Lubang Buaya, yang terbingkai dalam satu poster foto, menyambut pengunjung di ruang pamer Kedai Tempo, Jalan Utan Kayu 68 H-Jakarta. Poster foto itu tidak sendiri, masih ada empat instalasi video dan sepuluh karya fotografi di sana, yang tersaji dalam pameran tunggal Elizabeth Ida Mulyani dengan tajuk "De/Re Konstruksi 1965, Sejarah Siapakah?" yang dikuratori oleh Joachim Naudts. Pada sudut ruangan, terpampang 24 potongan foto seukuran kartu pos dari film Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C. Noer, mulai dari penjemputan jenderal, tentara yang menembak, hingga ekspresi pada jenderal yang akan dieksekusi.
- Kunjungan Ratu Elizabeth II ke Indonesia
RATU Inggris Elizabeth II meninggal dunia pada 8 September 2022 di usia 96 tahun. Dia bertakhta selama 70 tahun sejak 1952. Penggantinya sebagai raja Inggris adalah anak tertua, Charles III yang berusia 73 tahun. Ratu Elizabeth II menjadi kepala negara Inggris pertama yang berkunjung ke Indonesia. Kunjungan kenegaraan ini untuk memperbaiki hubungan Indonesia dan Inggris. Pasalnya, pada 1960-an, hubungan Indonesia dan Inggris memburuk setelah Presiden Sukarno melancarkan konfrontasi karena menolak pembentukan Federasi Malaya yang didukung Inggris. Kedutaan Besar Inggris di Jakarta sampai dibakar massa yang berdemonstrasi. Setelah merebut kekuasaan dari Sukarno, Jenderal TNI Soeharto mengakhiri konfrontasi. Presiden Soeharto kemudian menerima kunjungan kenegaraan Ratu Elizabeth II pada 1974.
- Ratu Elizabeth II Mengundang Bung Karno Ke London
SEPANJANG masa kepresidenannya, Sukarno telah melakukan kunjungan kenegaraan ke berbagai belahan dunia. Tapi, ada dua negara Eropa yang belum disambanginya: Belanda dan Inggris. Keengganan Sukarno ke Belanda jelas perkara prinsip dan harga diri. Ia tak sudi menginjakkan kaki ke negeri penjajah tersebut. Sementara Inggris, belum kesampaian saja. “Aku sudah ke mana-mana kecuali ke London, sekalipun Ratu Inggris sudah dua kali mengundangku untuk berkunjung,” kata Sukarno dalam otobiografinya yang disusun Cindy Adams, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Ada kisah di balik undangan Kerajaan Inggris terhadap Bung Karno. Bermula ketika Sukarno berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-15 pada 30 September 1960. Dalam pidatonya berjudul To Build The World Anew (Membangun Dunia Kembali), Bung Karno mempromosikan Pancasila untuk dianut dalam piagam PBB. Ia juga menyentil PBB yang lebih condong terhadap kepentingan adikuasa daripada negara-negara dunia ketiga. Tak luput pula kecaman dilayangkannya terhadap kuasa penjajahan Belanda di Irian Barat (kini Papua).
- Ratu Elizabeth II yang Dihujat dan Dicinta
ERA Ratu Elizabeth II resmi berakhir. Setelah tujuh dekade dan melewati 15 masa pemerintahan perdana menteri (PM) Inggris, perempuan paling powerful yang pernah memimpin 33 negara (kini 15 negara) sekaligus itu menghembuskan nafas terakhirnya pada 8 September 2022 di usia 96 tahun. Takhtanya diteruskan putranya, Pangeran Charles, yang memilih nama Raja Charles III. Ratu Elizabeth II wafat di Istana Balmoral di Aberdeenshire, Skotlandia sekira pukul 18.30 waktu setempat karena kondisi kesehatannya terus memburuk. Padahal, dua hari sebelumnya sang ratu masih muncul di depan publik dengan wajah berseri diiringi senyum kala bertemu PM Inggris yang baru, Liz Truss, di Istana Balmoral. “Baru awal pekan ini ia masih menjalankan tugasnya saat ia menunjuk saya sebagai PM-nya yang ke-15. Hari ini jadi kehilangan besar buat kita tetapi Ratu Elizabeth II meninggalkan warisan yang besar…dan dengan berakhirnya era Elizabeth II, sekarang kita menyongsong era baru dalam sejarah luar biasa negara kita yang besar,” demikian potongan pidato PM Truss di laman resmi pemerintahan Inggris, Kamis (8/9/2022).
- Lyndon LaRouche, Capres Abadi AS
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sebagai pemenang Pilpres 2024, pada Rabu (20/3/2024) malam. Prabowo-Gibran menang di 36 provinsi dari 38 provinsi dengan meraup suara terbanyak, yakni 96.214.691 suara dari total 164.270.475 suara sah. Akhirnya Prabowo menjadi presiden setelah empat kali mengikuti pilpres. Pilpres 2009 sebagai cawapres, sedangkan Pilpres 2014 dan 2019 sebagai capres. Prabowo yang berkali-kali mencalonkan diri mengingatkan kepada Lyndon LaRouche yang delapan kali mencalonkan diri menjadi presiden Amerika Serikat. Surat kabar The New York Times menyebut LaRouche, kelahiran 8 September 1922, sebagai pemimpin organisasi politik yang eksentrik. Dia dikenal memiliki pemikiran apokaliptik yang berkaitan dengan kehancuran dunia pada akhir zaman atau kiamat.
- Adam Malik Tebus Lukisan Trubus
TIGA lukisan karya Trubus menjadi koleksi yang memikat mata di Museum Seni Rupa dan Keramik. Lukisan itu sarat ikatan personal bagi sang pelukis karena menggambarkan potret istri dan kedua anaknya. Tapi, lukisan itu justru bukan milik keluarga Trubus. Sejak 1976, ketiga lukisan itu menjadi koleksi pribadi Adam Malik. “Karya Trubus, itu ada tiga lukisan. Kecil-kecil tapi manis sekali. Potret Samsiah dan kedua anak mereka. Dan sepertinya pada 1976, Trubus pastinya sudah dinyatakan hilang,” ujar Farah Wardani, kurator dan konsultan seni budaya independen, dalam pameran koleksi lukisan Adam Malik beberapa waktu silam. Lukisan “Potret Ibu” dilukis Trubus pada 1953. Lukisan ini menggambarkan sosok Samsiah. Potret istri Trubus tersebut dilukis dengan cat minyak di atas kanvas ukuran 60x70 cm. Samsiah memang sering menjadi model bagi lukisan-lukisan potret suaminya. Seperti lukisan “Gadis Depan Jendela”, yang juga dilukis pada 1953, kini koleksi Istana Kepresidenan.
- Gila Gula di Eropa
GULA pertama kali muncul di Eropa pada abad pertengahan. Mulanya dianggap sebagai rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai pengawet, bumbu, hingga obat untuk beragam penyakit. Namun, jumlahnya yang terbatas menyebabkan harga gula mahal, sehingga hanya dapat dibeli oleh penguasa dan pedagang kaya. Tak heran bila gula dipandang sebagai barang mewah dan penanda status sosial. Ketertarikan bangsawan Eropa terhadap gula dapat terlihat dari beragam manisan serta patung-patung rumit dan artistik, yang terbuat dari gula di atas meja makan dalam jamuan mewah.
- Sejarah Islam di Inggris yang Terlupakan
ISLAM telah menjadi bagian dari sejarah Inggris lebih lama daripada yang dibayangkan banyak orang. Pada abad ke-16, Ratu Elizabeth menjalankan kebijakan luar negeri dan ekonomi dengan menjalin kerjasama negara-negara Islam. “Saat ini, saat seruan anti-muslim semakin menggelora, sangat perlu untuk mengingat, masa lalu kita lebih memiliki keterikatan (dengan Islam, red) daripada yang sering disadari,” tulis Jerry Brotton, profesor dalam studi tentang Renaisans di Queen Mary University of London, dikutip laman New York Times (17/9). Sejak mahkota ratu resmi disandangnya pada 1558, Elizabeth memulai kerjasama diplomatik, baik secara militer maupun komersial dengan negara-negara Islam, seperti Iran, Turki, dan Maroko. Terutama ketika pada 1570, keyakinannya kepada Kristen Protestan semakin jelas dan mempengaruhi pemerintahannya. Akibatnya, dia dikucilkan oleh penguasa Katolik. Semua pedagang Inggris tak diperbolehkan melakukan hubungan dagang dengan negara-negara Katolik, terutama dengan Spanyol.
- Menghias Sejarah Tata Rias
PRODUK kecantikan tidak hanya memperindah penampilan dan meningkatkan kepercayaan diri, tetapi juga menyimpan beragam cerita yang menggambarkan cara pandang masyarakat. Tren kecantikan di Indonesia terkait erat dengan kolonialisme. Penggolongan masyarakat pada zaman Belanda berperan dalam melanggengkan superioritas kulit putih. Golongan Eropa di puncak hierarki tidak hanya memiliki hak istimewa mendapatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan, tetapi juga menguasai pemerintahan dan menyusun kebijakan. Produk-produk kecantikan yang dipasarkan pun untuk memenuhi kebutuhan orang kulit putih. Misalnya, produk kecantikan yang diproduksi adalah kosmetik untuk rona kulit atau complexion karena kulit yang cerah dan putih menjadi standar ideal kecantikan.
- Paul Breitner Si Pemain Kiri
PASCA-wafatnya Ricky Yacobi pada Sabtu, 21 November 2020, hampir semua media serempak menyematkan julukan “Paul Breitner dari Indonesia” kepadanya dalam obituari-obituari mereka. Namun, julukan yang populer di publik sepakbola Indonesia itu tak berlaku bagi eks-pemain dan pelatih Persiba Balikpapan berdarah Jerman, Timo Scheunemann. “Dia (Breitner) gelandang, beda dengan Bang Ricky. Tidak mirip sama sekali. Mungkin karena (gaya) rambut panjang,” ujar Timo singkat kepada Historia.ID. Menurut Irfan Sudrajat, pemerhati sepakbola dari TopSkor, publik mendekatkan Ricky Yacobi dengan Paul Breitner tak lain karena sama-sama punya spesialisasi tendangan jarak jauh. Utamanya lewat gol ikonik Ricky lewat tendangan voli ke gawang Uni Emirat Arab di perempatfinal Asian Games 1986. Breitner juga acap menorehkan gol dari jarak jauh semasa membela Bayern Munich, Real Madrid, serta Timnas Jerman Barat sepanjang kariernya pada 1970-1983.
- Sosok di Balik Corong AD dalam Dokumen Rahasia AS
PADA 1967, Elliot Haynes, ketua Business International Corporation (BIC), menemui 40 tokoh Indonesia untuk mendiskusikan mengenai kemungkinan investasi modal asing di Indonesia. Hasil pertemuannya dituangkan dalam tulisan bertajuk “Elliott Haynes ‘Indonesian Diary’”, satu dari 39 dokumen rahasia AS yang telah dideklasifikasi pada 17 Oktober 2017. Salah satu tokoh penting yang ditemui Heynes adalah Kolonel Inf. Djojopranoto S, BA. Pertemuan berlangsung pada sore hari tanggal 27 November 1967 di Jalan Medan Merdeka 13, Jakarta. Dalam tulisannya, Haynes menyebut Djojopranoto sebagai pemimpin redaksi harian Angkatan Bersendjata merangkap anggota parlemen untuk keamanan, pertahanan, dan urusan luar negeri. “Kolonel [Djojopranoto] pemimpin redaksi surat kabar yang merupakan juru bicara resmi untuk seluruh militer. Dalam skala nasional memiliki sirkulasi 40.000 tiras sedangkan terbitan lokal mencakup 200.000 tiras. Terbitan ini masuk ke tentara, polisi, dan veteran,” tulis Heynes.





















